IHSG kok naik? Ya, memang harus naik, dan yang naik bukan hanya IHSG, tapi
mayoritas indeks emerging markets yang memang sudah under-pressure 2 minggu
terakhir dan mengalami 'decoupling' atau disparitas dengan indeks developed
market. Sangat diyakini, dalam waktu dekat akan segera beriringan, dan untuk
beberapa 'emerging market' seperti Indonesia akan kembali 'upper-cut' atau
memotong ke atas. Beberapa top ETF emerging markets yang diperdagangkan di
developed markets, seperti ETF untuk Indonesia stocks malah sudah
'decoupling' antara 'market/traded value' dan 'net asset value', artinya
sudah cukup murah.

Coba cek ETF berikut:

emerging market: pertama kali reversal tutup hijau kemarin malam.
http://finance.yahoo.com/q?s=EEM dan 'after-hours' trading juga tambah naik.

ETF Indonesia: pertama kali naik: http://finance.yahoo.com/q?s=EIDO. Volume
pun di atas volume rata-rata 3 bulan. Kalau dalam tekanan, IHSG bisa jadi
melihat ETF ini salah satunya, maka nanti malam gantian ETF ini lihat IHSG
hari ini. Dan terjadi patahan siklus seterusnya. Anda, paham maksudnya.

Hal di atas hanya contoh kecil dari sejumlah parameter teknikal yang
bersifat short term...kalau fundamental yang long term sudah tidak perlu
ditanya. Indonesia= growth market Goldman Sachs. Forget BRIC, keep MIKT
(Mexico, Indonesia, South Korea, Turkey).

'+'

Kirim email ke