Indeks utama AS masih berhasil bertahan di teritori positif Rabu kemarin. Namun demikian, di tengah sentimen pasar yang mayoritas mengantisipasi 'intermediate correction' 6-10% dalam waktu dekat, Dow masih gagal dan surut untuk tutup menembus 12.000 dan S&P juga belum menembus 1.300. Menjelang tengah hari, Fed Chairman Ben S. Bernanke kembali menegaskan kelanjutan peran Bank Sentral AS dalam menggelontorkan dana untuk menopang perbaikan ekonomi, sekaligus menegaskan jika perekonomian masih berjalan tertatih-tatih, khususnya dalam 2 hal kunci, pertumbuhan perumahan dan tingkat pengangguran. Federal Open Market Committee menyatakan bahwa ekspansi ekonomi, "continuing, though at a rate that *has been insufficient*to bring about a significant improvement in labor market conditions."
Dalam perdagangan kemarin, saham-saham berbasis sumber daya alam memimpin kenaikan. 'Rebound'-nya minyak bumi dan 'industrial metals' yang ditopang dengan keyakinan berlanjutnya 'quantitative easing' yang membanjiri pasar kembali membawa hawa segar bagi komoditas, khususnya 'hard commodity'. Batubara juga menjadi pemimpin kenaikan kemarin sekaligus memulai 'reversal' signifikan atas tekanan beberapa hari terakhir ini. Indeks saham-saham batubara AS kemarin mencatat penguatan yang luar biasa dan ditutup +3,98% ( http://finance.yahoo.com/q?s=%5EDJUSCL) dan hal ini dikonfirmasi dengan indeks batubara yang lebih luas lagi mencakup 37 saham dari 5 benua yang pada saat 'posting' ini ditulis mencatat kenaikan >+1,85%. Sementara, pasar Indonesia kembali menggapai kepercayaan diri kemarin dengan ditutupnya semua indeks di teritori positif. Asing kembali mencatatkan 'nett buy' dalam nilai yang meningkat menjadi >Rp500 miliar. Setelah bursa saham Indonesia tutup kemarin, sejumlah ETF kunci yang diperdagangkan di NYSE dan London Stock Exchange kembali mengkonfirmasi kepercayaan dan sentimen asing terhadap pergerakan IHSG ke depan. EIDO ditutup menguat +2.99% dan volume perdagangan 3 kali lipat rata-rata 3 bulan ( http://finance.yahoo.com/q?s=EIDO&ql=0); IDX ditutup menguat +2,93% ( http://finance.yahoo.com/q?s=IDX&ql=0); dan di London DB XT MSCI Indonesia ditutup menguat +3,78% (http://finance.yahoo.com/q?s=XMID.L). Secara umum sentimen positif Indonesia sejalan dengan membaiknya sentimen terhadap 'emerging markets' kunci, sekaligus meredupnya optimisme atas 'developed market' yang sempat memimpin di awal tahun baru 2011. Bloomberg melaporkan: The MSCI Emerging Markets Index advanced 0.6 percent to 1,142.49, the biggest gain since Jan. 12. Benchmark equity gauges in China, Russia<http://topics.bloomberg.com/russia/>, South Korea <http://topics.bloomberg.com/south-korea/>, Thailand<http://topics.bloomberg.com/thailand/>, Indonesia <http://topics.bloomberg.com/indonesia/> and Hungary increased more than 1 percent. The MSCI emerging index rose from a four-week low, paring this year’s drop to 0.8 percent. The gauge has trailed the MSCI World Index of developed-nation stocks in 2011 amid speculation central banks from China to Brazil will lift interest rates to curb inflation. Federal Reserve policy makers maintained plans to buy $600 billion of Treasuries through June, indicating today that the accelerating recovery still needs stimulus to produce a bigger reduction in unemployment. ( http://www.bloomberg.com/news/2011-01-26/emerging-market-stocks-advance-most-in-2-weeks-egypt-shares-tumble-6-1-.html ) '+'
