Bond Bakrie Telecom laku US$140 juta
 

JAKARTA PT Bakrie Telecom Tbk memperoleh dana sebesar USS 140 juta dari hasil 
penawaran obligasi bertenor 5 tahun yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia 
kemarin.


Direktur Layanan Korporat Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengatakan tingkat 
suku bunga obligasi yang ditawarkan oleh perusahaan sebesar 9,463%, jauh lebih 
rendah dari tingkat suku bunga yang ditawarkan pada penerbitan obligasi 
sebelumnya yakni sebesar 11,5%.


"Morgan Stanley dan Credit Suisse yang bertindak sebagai underwriter sudah 
kelebihan permintaan {oversubscribed] sebesar tujuh kali atau setara dengan 
USS1 miliar pada penawaran kali ini," katanya dalam siaran pers kemarin.


Rakhmat menuturkan obligasi tersebut ditawarkan kepada para investor 
internasional di kawasan Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan alokasi 
investor pada penawaran tersebut terdiri dari 49% investor Asia, 38% Eropa dan 
13% Amerika Serikat.


Rakhmat menyebutkan pihaknya cukup senang dengan penawaran yang dinilai sukses. 
"Hal ini memperlihatkan bahwa kepercayaan pasar internasionalsangat tinggi 
terhadap kinerja operasi dan keuangan BTEL dan hal ini dibuktikan oleh 
penawaran obligasi kami sebelumnya diperdagangkan dengan harga premium" katanya.


Hasil dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membayar utang 
perusahaan serta untuk mendukung langkah perusahaan yang agresif di dunia 
teknologi broadband CDMA.


Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Novyan Bakrie menuturkan dana yang 
diperoleh dari penerbitan obligasi global akan digunakan untuk memenuhi 
kebutuhan belanja modal.


Perseroan juga berencana untuk menggunakan- dana dari penerbitan tersebut untuk 
refinancing, jika harga yang ditetapkan menguntungkan. Bakrie Telecom ajwn 
memperbaiki struktur utang dengan dana yang diperoleh.


Operator CDMA ini membukukan peningkatan laba bersih 52,66% menjadi Rpl"3,59 
miliar per September 2010 dibandingkan dengan Rp97,33 miliar pada periode yang 
sama 2009, meskipun laba usaha perseroan turun 11,54%.


PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat B untuk obligasi denominasi 
dolar AS milik Bakrie Telecom yang semula direncanakan senilai US$130 juta dan 
akan jatuh tempo pada Mei 2015.


      

Kirim email ke