Bagi investor, tentu sudah tidak melewatkan kesempatan sejak beberapa hari
lalu untuk mengakumulasi saham-saham pilihan. Diberi harga lebih eksotis,
kesempatan kedua-ketiga, tentu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Untuk minggu depan, bagi para short-termer trader, seperti swinger, yang
berani berkalkulasi dengan resiko dan berhitung cermat dengan
prospek/surprise akhir pekan ini akan memperhatikan betul 'continuation
reversal' dari crude oil yang akan berimplikasi kepada saham-saham
pertambangan, specifically in this context, coal stocks. Meski WTI light
crude oil mengalami tekanan dan masih bertahan di support psikologis $85,
Brent crude oil yang popularitasnya mulai mengalahkan WTI sebagai acuan
harga minyak mentah dunia justru makin naik dengan disparitas yang membesar
terhadap WTI.

Malam nanti akan ada momen penting dari AS yang akan mempengaruhi laju
'reversal' WTI crude oil yang tertahan. Rilis GDP AS di-estimasi, misalnya
oleh survei Bloomberg, akan naik 3,5% yoy pada kuartal 4-2010 dibandingkan
kuartal 3, demikian juga dengan level konsumsi (
http://www.bloomberg.com/news/2011-01-28/growth-in-u-s-probably-accelerated-on-gains-in-consumer-spending-exports.html).
Sementara itu, di Davos, Menkeu AS, Geithner, akan segera dijadwalkan untuk
menyampaikan pandangan menjelang bursa saham Indonesia ditutup nanti.
Antisipasi data AS nanti malam serta perkembangan potensi sentimen global
pasca penutupan konvensi Davos pada akhir pekan akan memberikan warna
tersendiri untuk prospek saham-saham pertambangan memasuki pekan depan,
setelah 'rebound' pada minggu ini.

Kecermatan memantau perkembangan indeks regional/emerging markets menjelang
akhir sesi 2 nanti juga akan menentukan proyeksi trading/investing minggu
depan. Terlihat sejumlah indeks berupaya keras untuk 'rebound' atau 'diminis
loss' pada sesi pagi.

Selalu ada kesempatan.

'+'

Kirim email ke