CMIIR..♓έ;)♓έ;)♓έ;)♓έ ♏♏ªªªªÑÑц††ªªªªªPPP 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "tobeno" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 29 Jan 2011 02:53:43 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Analisa Weekend + LSIP


Menurut saya posisi 50:50 adalah ratio hukum alam.

Apa ga bisa dicari Pak ratio yang lebih kalkulatif 60:40, 70:30, atau 40:60, 
30:70 dengan melihat expected return, slope, SD, beta, atau r-square? Atau 
mungkin pake Teori Portfolio dari Markowitz.

Maaf ini sekadar nanya Pak! (CMIIR).

tobeno
"The more quantitative a model, the better the valuation."

-----Original Message-----
From: Hendrik Limbono <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 28 Jan 2011 17:20:26 
To: Dolgado-mIlis<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Analisa Weekend + LSIP



BEI 28 JANUARY 2011
Posisi BEI hinga saat ini masih belum terlalu bagus, ada secercah perbaikan, 
salah satunya BEI sudah jebol resistsn downtrend short term, namun hingga saat 
ini masih berada di bawah EMA 55, yang berarti long term masih sifatnya 
bearish. 
Sebaiknya jangan dulu 100% beli saham, tapi tetap menyediakan minimal 50% CASH 
buat jaga - jaga sapa tau kenaikan index tidak bertahan lama. Resisten utama 
BEI 
di 3595 (EMA55) selama di bawah EMA 55 ya BEI masih cenderung melemah.
Dis aat - saat seperti ini paling enak main saham defensif, 

contoh UNVR, lihat post :
http://bei5000.com/2011/01/24/unvr-2412010/

Bagi yang beli UNVR di harga 14.000-14.200 saat ini pasti udah cuan banyak 
walau 
siatuasi BEI tidak terlalu kondusif...
===================
Trus, buat beberapa hari ke depan, LSIP bisa jadi pilihan yang bagus...
Akhir - akhir ini biasanya kalau SS (Stock Split)  harga sahamnya bakalan naik 
buat beberapa hari, contoh CPIN, BBRI yang naik lumayan setelah stock split.. 
Tapi buruknya, ini mengingatkan saya akan tahun 2007-2008 dimana banyak 
perusahaan tambang yang stock split (ANTM di tahun 2007, INCO, TINS, PGAS di 
tahun 2008), dan di tahun 2008b index langsung jatuh, dan perusahaan2 yang SS 
tersebut merupakan yang jatuh lumayan dalam..
Bisa jadi SS merupakan cara pemain besar untuk keluar dari pasar, bayangkan 
sajam INCO sebelum SS harganya di atas 100 ribu per sajam, 1 lot nya Rp. 50 
Juta 
tidak banyak yang bisa beli 1 lot, tapi kalau dipecah -menjadi 1:10 maka banyak 
yang bisa beli, jadi pemain besar punya pembeli buat keluar dari pasar. Ini 
hanya dugaan saja, tidak pasti benar..
Yang jelas seringkali setelah SS harga naik dulu beberapa hari, silahkan di cek 
historisnya..


Kirim email ke