Ngomong2 soal terbang pake garuda. Menunya dr taun ke taun msh itu2 aja. Mi 
udang. Omelet telur with sosis. atau nasgor. Ampe bosen
Sent with CuanWannabe v.88  Powered by Shortsell 

-----Original Message-----
From: "Daenk☺" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 29 Jan 2011 06:07:44 
To: Milis Saham Irwan<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Garuda IPO


Tetap menarik Pak, kl ga da pesawat susah jg kerja keluar kota,heeee.....

Piiiiisssss....

------Original Message------
From: stock gainer
Sender: Milis Saham Irwan
To: Milis Saham Irwan
ReplyTo: Milis Saham Irwan
Subject: Re: [saham] Garuda IPO
Sent: Jan 29, 2011 13:06

memang industri penerbangan nggak menarik...apalagi kalau kena dampak
harga minyak.

On 1/29/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Sepertinya begitu bung tonny.
>
> Let see
>
> Regard
> Krisna Putra Darma
> xna-investment.blogspot.com
>
> sent from BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 29 Jan 2011 05:00:42
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Garuda IPO
>
> Waduh....belum tanggal mainnya udah dibilang gagal yakk...nanti jd byk yg ga
> mau bayar pemesanannya nih...hehehe....
> Powered by TK.Berry®
>
> -----Original Message-----
> From: sahamvalas <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 28 Jan 2011 19:57:22
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [saham] Garuda IPO
>
> numpang copas dr sbelah
>
> Baca-baca berita terakhir soal IPO Garuda, banyak yang menyebutkan kalau
> IPO-nya ternyata akhirnya nggak laku. Lebih dari separuh saham yang dilepas
> hanya diserap oleh penjamin emisinya, alias gak diserap oleh investor
> publik. Padahal jumlahnya sudah dikurangi dari 9.4 milyar menjadi hanya 6.4
> milyar lembar saham saja. Oversubscribe yang terjadi pun hanya 1.3 kali.
> Hmm, apakah karena harganya mahal? Mungkin nggak juga.
>
> Harga saham Garuda memang mahal, terutama kalau dilihat dari sisi
> fundamental. Tapi kalau cuma itu masalahnya, seharusnya tidak sampai membuat
> masyarakat jadi nggak berminat terhadapnya. IPO-IPO sebelum Garuda juga
> ditetapkan pada harga mahal, namun minat masyarakat tetap saja tinggi.
> Martina Berto (MBTO) contohnya, oversubscribe yang terjadi (atau setidaknya
> yang diklaim penjamin emisinya) mencapai 11 kali.
>
> Jadi apa masalahnya? Ada beberapa poin. Pertama, waktu penyelenggaraan
> IPO-nya. Seperti kita ketahui, Garuda menggelar IPO pada saat sekarang ini,
> dimana kondisi market mulai ‘istirahat’ setelah terus menerus menguat sejak
> September tahun lalu. Seharusnya, Garuda menggelar IPO-nya pada Oktober atau
> November lalu, yaitu ketika IHSG lagi tinggi-tingginya. Nyatanya pada
> periode tersebut, banyak sekali perusahaan yang menggelar IPO karena
> memanfaatkan momen pasar yang lagi bullish, dan mereka memang sukses
> menjaring dana sebesar-besarnya dari masyarakat. Sepanjang September –
> Desember 2010 lalu, gak pernah kedengaran ada kabar yang menyebutkan bahwa
> ada saham IPO yang gak laku.
>
> Nah, para pihak-pihak yang berkepentingan dengan IPO Garuda ini seharusnya
> mengerti bahwa meski harga saham Garuda ditetapkan pada harga terendah
> sekalipun, harga tersebut akan tetap dinilai mahal, karena fundamental
> Garuda memang buruk. Jadi? Mereka seharusnya menjual Garuda ketika IHSG lagi
> dipuncak, sama seperti perusahaan-perusahaan swasta. Investor ketika itu
> sedang sangat bersemangat, sehingga mereka akan lebih fokus pada status
> BUMN-nya Garuda (sehingga secara spekulatif sahamnya mungkin masih bisa
> melejit, dan juga karena didukung kondisi market yang kondusif), daripada
> fundamentalnya. Alhasil, seperti IPO-IPO lainnya yang sukses, IPO Garuda
> kemungkinan besar juga akan diserap habis oleh publik.
>
> Tapi sayangnya, IPO BUMN yang digelar ketika itu malah Krakatau Steel
> (KRAS), yang secara fundamental jauh lebih baik dari Garuda. Seharusnya, IPO
> Garuda-lah yang digelar ketika itu, dan IPO KRAS baru digelar sekarang.
> Memangnya kenapa? Karena yang namanya bullish di market itu gak pernah
> bertahan selamanya. Selalu akan ada masa dimana harga-harga saham akan
> kembali ke level normalnya masing-masing, sehingga indeks sahampun akan
> terkoreksi, juga untuk kembali ke level normalnya. Jadi jika Garuda baru
> menggelar IPO-nya sekarang ini, maka itu sudah sangat terlambat, karena
> bullish di market sudah keburu pergi. Kalau dilihat dari tindakan
> Kementerian BUMN yang mengurangi jumlah saham Garuda yang dilepas hanya
> karena faktor market yang lagi lesu, maka sepertinya mereka gak p

Jabat Erat;
               #Daenk☺#

Kirim email ke