Selamat deh buat yg mungutin adro di harga discount hari senin kemarin :)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Hery <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 2 Feb 2011 09:13:25 
To: obrolan-bandar<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>
Subject: [saham] Harga Minyak Kokoh Di 100 Dollar

Saatnya belanja lagi mining, terutama ADRO dan ITMG.....

Harga Minyak Kokoh di US$ 100
*Nurul Qomariyah* - detikFinance

<http://www.detikfinance.com/read/2011/02/02/064009/1558614/1034/harga-minyak-kokoh-di-us--100?f9911023#detikshare>

*Foto: Reuters*
*New York*- Harga minyak mentah dunia belum turun mau turun dari level US$
100 per barel. Kerusuhan di Mesir yang belum juga ada tanda-tanda mereda
membuat para pialang semakin semangat untuk meningkatkan risiko premium atas
harga minyak.

Pada perdagangan Selasa (1/2/2011), minyak Brent North Sea pengiriman Maret
sempat melonjak hingga US$ 102,08 per barel, yang merupakan level tertinggi
sejak September 2008, ketika Lehman Brothers bangkrut. Minyak Brent akhirnya
ditutup naik 73 sen ke level US$ 101,74.

Sementara WTI light sweet pengiriman Maret turun 1,42 dolar ke level US$
90,77 per barel.

Investor masih terus mencermati kondisi di Mesir, yang merupakan lokasi
penting Terusan Suez tempat aliran sekitar 2,4 juta barel minyak per hari
atau setara dengna produksi di Irak dan Brasil.

"Para pialang terus memberikan harga atas kemungkinan meningkatnya protes di
sekitar Timur Tengah. sejauh ini sepanjang aksi demonstrasi berlanjut, harga
minyak akan tetap naik," ujar Simon Denham, analis dari Capital Spreads
seperti dikutip dari *AFP,* Rabu (2/2/2011).

"Minyak Brent akhirnya menembus level US$ 100 dan duduk dengan senang di
atas lecel tersebut saat ini. Para pialang perlu untuk waspada karena harga
komoditas dapat berbalik secara agresit setelah mereka naik," tambahnya.

Aksi demonstrasi jutaan orang anti pemerintah Mesir masih terus berlangsung
hingga Selasa kemarin. Investor khawatir kerusuhan serupa akan menyebar,
padahal Mesir merupakan jalur penting untuk aliran minyak yang diproduksi di
Timur Tengah.

*(qom/qom)*

Kirim email ke