happy lunar year

---------- Forwarded message ----------
From: singo menggolo <[email protected]>
Date: 2011/2/1
Subject: Bls: [t-net] MATI KETAWA CARA DPR DAN POLITISI 1
To: [email protected]




Bibit & Chandra.
Alasan Bibit dan Chandra ditolak ikut rapat komisi III adalah karena
anggauta
DPR yang mengusulkan penolakan tersebut baru saja mendapat telepon dari
seorang
perempuan.
Perempuan:transfer 3 milyard sekarang juga kerekening saya xxxxx,bila tidak
foto
bapak saat tidur bareng dengan perempuan akan saya serahkan pada wartawan.
Anggauta DPR:oke sekarang segera saya transfer ke ATM dilantai dasar,tolong
serahkan foto tersebut;sekitar 10 menit setelah transaksi lewat ATM, seorang

pesuruh datang menyerahkan amplop tertutup ke bapak anggauta DPR
tersebut;setelahmengunci kamar kerjanya amplop tersebut dibuka ternyata
isinya
foto sang anggauta DPR sedang tidur bersebelahan di kursi ruang sidang
paripurna
dengan anggauta DPR perempuan saat sidang.
Disamping foto ada nota kecil isinya: bila bapak tidak segera mentransfer
lagi 2
milyard ke rekening tadi,bukti bahwa  bapak menyuap saya akan saya serahkan
ke
pak Bibit-Chandra dengan tuduhan penyuapan.

nuwun sewu,

singo.



________________________________
Dari: Min Hui <[email protected] <minhui_she%40yahoo.com>>
Kepada: [email protected] <tionghoa-net%40yahoogroups.com>
Terkirim: Sel, 1 Februari, 2011 12:38:45
Judul: [t-net] MATI KETAWA CARA DPR DAN POLITISI 1



Maaf, gak bisa komentar, masih belum berhenti ketawa hahaha...

MH

http://forum.tempointeraktif.com/node/648
zakywahyudi2010:

SEORANG IBU DAN TIGA ANAKNYA

Seorang ibu berusia paruh baya (sebut saja Ibu Ani), sedang berkonsultasi
pada
seorang psikiater. Ia menceritakan seluruh masalahnya kepada sang dokter.
Termasuk masalahnya dengan ketiga orang anaknya...

Ibu Ani : Anak saya yang pertama preman pasar dok. Tapi saya sih tidak
terlalu
pusing sama dia, soalnya dia jarang buat masalah. Paling-paling dia memeras
orang, tidak banyak kok cuma seribu atau dua ribu. Itu pun juga tidak
terlalu
sering.
Dokter : Hmm..terus
Ibu Ani : Anak saya yang kedua... Dia skizofren. Tapi saya juga tenang aja
kok,
selama dia nggak ngamuk.
Dokter : Silakan lanjutkan bu..
Ibu Ani : Anak saya yang ketiga ini dok...hu..hu..hu..saya malu dok..
Tiba-tiba ibu ini mulai menangis tersedu-sedu.
Dokter : Lho..ada apa dengan anak ibu yang ini?
Ibu Ani : Hu..hu..tolong suntik mati saya dok..
Dokter : Tenang bu..tolong cerita
Ibu Ani : Anak saya yang ketiga ini dok..hu..hu...............dia anggota
DPR.

========

GUS DUR TIDAK PERNAH SALAH

Buat sebagian pengagumnya terutama warga NU, Gus Dur adalah a Man Can Do No
Wrong. Tapi setidaknya menurut saya, Gus Dur pernah melakukan kesalahan.
Malah,
kesalahan terbesar dalam hidupnya. yaitu saat dia bilang, "Anggota DPR kok
kayak
anak TK." Tapi untunglah kesalahan itu sudah dia ralat beberapa tahun
kemudian,
saat ia berkata, "DPR itu seperti Playgroup."

========

BEDAH OTAK

Seorang pria menderita kerusakan otak parah, oleh dokter bedah Ia diharuskan

mendapat penggantian otak melalui transplantasi. Di klinik ia ditawarkan
pilihan
: Otak ilmuwan seharga Rp. 10 juta atau otak anggota DPR Rp. 100 juta.

"Apa artinya otak anggota DPR ini lebih bagus dibandingkan otak ilmuwan?"
tanya
pria tersebut penasaran.
"Tidak juga," jawab dokter bedah, "otak anggota DPR ini masih mulus, soalnya

jarang dipakai."

=========

KANIBAL DAN POLITISI

Di tengah hutan belantara, seorang kanibal sedang asik berjalan-jalan,
ketika ia
melihat sebuah rumah makan yang dimiliki sesama kanibal. Merasa lapar ia
masuk
ke rumah makan tersebut, duduk dan melihat-lihat menu...

- Daging rebus misionaris : Rp. 25.000
- Daging panggang pemburu : Rp. 50.000
- Daging bakar anggota DPR: Rp. 100.000

Kanibal tersebut memanggil pelayan dan bertanya, "Mengapa daging anggota DPR
ini
mahal sekali? Apa rasanya lebih enak?"
"Nggak sih.." gerutu sang pelayan, "Kamu nggak pernah ya membersihkan
mereka?"

======

AWAS SAPINYA

Seorang politisi berkampanye untuk periode kedua masa jabatannya di DPR pada

sebuah desa. Dekat sebuah rumah sederhana ia melihat seorang pemuda sedang
memerah sapi. Ingin terlihat komunikatif dengan orang biasa, ia mendekati
pemuda
tersebut. Baru saja ia memulai percakapan dengan sang pemuda, ketika
terdengar
teriakan seorang bapak dari dalam rumah,
"Budi, kamu lama sekali, cepat masuk. Dan kamu sedang bicara dengan siapa?"
"Oh, katanya sih dia anggota DPR yah." jawab si Budi.
"Kalau begitu sapinya kamu bawa masuk juga!"

=====

JANGAN PARKIR DI SINI

Seorang eksekutir muda bernafas lega, karena setelah mencari beberapa lama
akhirnya ia bisa menemukan tempat untuk parkir mobilnya. Ia memarkir
mobilnya di
satu-satunya tempat yang tersisa. Tetapi, saat ia keluar dan mengunci pintu
mobilnya, seorang petugas keamanan berlari mendekat dan berteriak,
"Mas, jangan parkir di sini. Ini kan tempat anggota DPR!"
"Tenang saja pak," jawab ekekutif itu sambil berlalu dan melambaikan
tangannya,
"mobil saya sudah dikunci dan ada alarmnya. Aman kok."

=====

KECELAKAAN BUS

Sebuah bus yang mengangkut 107 anggota DPR mengalami kecelakaan fatal. Bus
tersebut menabrak pohon, kemudian terguling ke dalam jurang dan masuk ke
ladang
seorang petani tua. Satu hari kemudian, seorang polisi datang untuk
melakukan
penyelidikan. Ia bertanya kepada petani,

"Anggota DPRnya ada dimana pak?"
Petani menjawab, "Sudah saya kubur semuanya...di belakang sana."
Kemudian polisi itu bertanya lagi, "Semua?? Apa mereka semua sudah
meninggal?"
Petani tua itu menjawab, "Hmm, kemarin sih ada beberapa orang yang mengaku
masih
hidup, tapi saya tidak percaya. Anda tahu sendiri kan..politisi."

===

PERSIDANGAN

Pada sebuah persidangan kasus korupsi dengan terdakwa seorang politisi,
jaksa
mengorek keterangan dari seorang saksi,
"Apakah benar" ia berteriak, "anda menerima suap sebesar Rp. 1 milyar dari
terdakwa?"
Saksi asik memandang keluar jendela, seolah-olah ia tidak mendengar
pertanyaan
jaksa.
"Apakah benar anda menerima suap sebesar Rp. 1 milyar dari terdakwa?" jaksa
kembali berteriak mengulangi pertanyaannya.
Saksi tetap diam, tidak menjawab.
Akhirnya hakim menengahi dan berkata, "Saudara saksi tolong dijawab."
"Oh," saksi itu terlonjak kaget, "saya pikir ia bertanya kepada anda Yang
Mulia"

=====

SIAPA YANG DAPAT PELAMPUNGNYA

Suatu hari tiga orang politisi dari tiga partai yang berbeda (PAN, PKB dan
Golkar) berlayar di tengah laut lepas. Tiba-tiba perahu tersebut mengalami
kebocoran dan parahnya lagi, di perahu tersebut hanya ada satu pelampung.
Akhirnya ketiga orang ini sepakat untuk melakukan pemungutan suara dengan
cara
menulis nama partai yang dipilih, pemenangnya akan mendapatkan pelampung.
Masing-masing menuliskan pilihannya pada secarik kertas.

Ketika dihitung hasilnya: PAN mendapat 1 suara, PPP 1 suara dan Golkar
mendapat
7 suara.

======

[Non-text portions of this message have been removed]

 

Kirim email ke