Jangan2 bandar sengaja kompak2an nggak mo beli GIAA karena biar hrg turun dulu 
lalu dicollect di harga bawah?
Jangan2 bandar sakit hati karena porsi retail utk IPO GIAA lebih besar, lalu 
kompak2an tidak beli agar harga turun & bs collect di harga bawah ?
Jangan2 bandar sengaja keluarin issue2 menakutkan agar hr pertama listing tjd 
sell off & mereka bs collect di hrg murah?
Jangan2 maskapai2 competitor dari negri tetangga diam2 takut klo GIAA IPO lalu 
berubah jadi maskapai besar sehingga mereka (mungkin) diam2 menghendaki IPO 
GIAA 
gagal?
(Coba nginap di hotel2 di Singapore/Malaysia, pasti TV-nya tidak ada yg 
menayangkan siaran dari TV Indonesia, sepertinya mereka "me-nutup2i" agar para 
turis tidak melirik/pindah berwisata ke Indonesia).
Apa benar GIAA tidak bermutu fundamentalnya seperti yg digembar-gemborkan? Ini 
maskapai bintang 4 (menuju bintang 5) lho?

Kirim email ke