2011/2/10 positif01 <[email protected]>

>
>
> Dengan pertumbuhan industri perbankan yang positif ditopang pertumbuhan
> ekonomi Indonesia secara umum maka kinerja perbankan Indonesia tetap
> merupakan aset yang prospektif. Hanya persoalannya terkait dengan
> harga-harga saham perbankan, itu adalah 2 hal yang berbeda. Kinerja
> perbankan dan harga saham memiliki juri penentu kelayakan sendiri dengan
> parameter sendiri. Direksi perbankan adalah pihak yang menentukan
> pengelolaan bisnis perbankan, sementara kinerja saham perbankan disandarkan
> kepada ekspektasi pelaku pasar/investor. Meski kinerja perusahaan diklaim
> baik atau terbaik, realitas harga sahamnya belum tentu sinerji dengan
> kinerja bisnis. Inilah pentingnya valuasi. Jika dalam pengelolaan bisnis ada
> istilah "besar pasak dari tiang" maka dalam pergerakan harga saham bisa
> dimunculkan istilah "besar harapan dari kenyataan" atau frase teknikalnya
> "overpriced" alias kemahalan, dan itu tidak ada urusannya dengan kinerja
> direksi, tetapi semata karena ekspektasi dan persepsi Anda-Anda spekulan,
> trader, investor yang lebih sering kebabalasan.
>
> Dan itu, menjelaskan mengapa saham-saham 'banking' Indonesia perlu dan
> harus 'sell-off', khususnya 5 'large caps' bank (market caps > Rp50 triliun)
> yang secara kumulatif menyumbang 12,1% dari laju pergerakan IHSG,
> diperdagangkan dengan besaran PBV forward 3,5 kali di atas PBV regional
> emerging markets. Jika melihat grafik perbandingan regional emerging markets
> saham-saham perbankan berikut (
> http://graphics.thomsonreuters.com/11/02/ID_FNCLSCTR0211.gif), dan Anda
> seorang investor asing baru, apa alasan Anda masuk dan memelihara
> saham-saham 'large caps' Indonesia ketika Anda bisa mendapatkan saham-saham
> 'large caps' Korea, Selatan yang merupakan salah satu grup favorit emerging
> markets baru Goldman Sachs bersama Mexicod, Indonesia dan Turki (MIKT),
> hanya dengan PBV forward 1,7?
>
> Sektor finansial khususnya sub-sektor perbankan, dengan bobot besarnya
> terhadap IHSG menjadi faktor utama yang mengurangi 'attractiveness' IHSG.
> Mengapa yang menjadi kunci sub-sektor perbankan dengan ke-5 large caps
> tersebut? Karena itulah sub-sektor yang tidak sinkron dengan siklus ekonomi
> yang tengah berlangsung. Penyesuaian yang masih belum memadai sebagai aset
> yang rentan tekanan inflasi, dipandang pasar sebagai potensi koreksi yang
> selalu menggantung. Hingga "mereka" selesai dan diselesaikan maka kondisi
> IHSG akan tertawan. Ada beberapa hal penting yang menjadi catatan:
>
> 1. HSBC memperkirakan BI rate akan ke 7,25% pada April 2011, sementara UBS
> AG dan Royal Bank of Canada adalah sekian dari beberapa 'investment bank'
> yang memproyeksikan BI rate akan naik ke 8% pada tahun 2011;
>
> 2. Pelajaran dasar investor/trader dalam mengenal dan menyesuaikan siklus
> ekonomi dan 'group rotation' diringkaskan dengan tepat oleh 'market
> technician' seperti Martin J. Pring, "...one might consider emphasizing
> interest-sensitive (among other, Energy Index) and other issues with leading
> tendencies *when* the Financial Index momentum bottoms" atau "...penekanan
> kepada saham-saham yang sensitif positif terhadap suku bunga (di antaranya
> indeks Enerji) dan lainnya yang cenderung positif selama inflasi harus
> dilakukan *ketika* Indeks Finansial mencapai zona terendahnya".
>
> 3. IHSG bukan yang pertama dari indeks 'emerging market' yang mengalami
> tekanan inflasi pasca-'recovery' krisis global 2008. Cina sudah lebih dulu
> mengalami sepanjang 2010 sehingga indeks komposit-nya tertekan -14% selama
> 2010, dan saham-saham perbankan menjadi motor penyesuaian turun untuk dapat
> mengembalikan atraksi valuasi indeks dan saham-saham Cina secara
> keseluruhan. Satu hal yang perlu dicatat dalam strategi investasi sub-sektor
> perbankan adalah indikator sensitif pada awal tahun yang akan menentukan
> arah saham perbankan selama setahun. Apa itu?
>
> Pertumbuhan kredit awal tahun baru. Setelah tertekan selama setahun, baik
> Cina dan AS, kita menyaksikan data pengucuran kredit yang gemilang pada
> minggu pertama di tahun baru 2011 Januari lalu.
>
> Analysts also focused on new-loan growth in January so far. Chinese banks
> lent out a total of 480 billion yuan of new loans over the first week of the
> year, “with the sector on pace to reach 1 trillion yuan [in] new loans for
> the month,” UOB KayHian analyst Nan Sheng said in a note to clients. “We
> view this as a positive trend for the sector, as the new loans combined with
> the higher interest-rate environment will boost the sector’s earnings,”
> Sheng said. UOB KayHian forecasts 2011 new-loan growth to be around 7
> trillion yuan, implying year-on-year growth of 14.6%. (
> http://www.marketwatch.com/story/china-banks-may-profit-despite-tighter-policy-2011-01-11
> )
>
> Bagaimana dengan perbankan Indonesia di awal tahun? Terimalah kenyataannya
> sebagai tanda-tanda pasar yang jelas meski di bulan pertama Anda akan selalu
> katakan, "deny-deny-deny". Berkebalikan dengan Cina dan AS yang emiten
> perbankannya tertekan lebih dahulu di 2010, berita dan data dari perbankan
> Indonesia:
>
> Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit perbankan turun
> signifikan selama pekan pertama Januari 2011. Bank sentral mencatat di awal
> tahun 2011 kredit
> perbankan turun sebesar Rp 17,97 triliun sehingga menjadi Rp 1.724,88
> triliun. (
> http://www.detikfinance.com/read/2011/01/11/190007/1544408/5/kredit-perbankan-jeblok-rp-18-triliun-di-awal-2011
> )
>
> Masih "in state of denial", keukeuh, ngeyel dan bahkan malah mengajak? :d
>
> Apa yang harus dilakukan dengan tekanan inflasi dan awal yang buruk di awal
> tahun bagi perbankan? Apakah IHSG akan kolaps 'primary bullish cycle'-nya,
> dan pelaku pasar lari ke 'developed market' begitu saja? Oh...tentu jawabnya
> tidak. Untuk 'developed market', kemarin malam Gubernur Bank Sentral AS,
> Bernanke, telah memberikan 'clue' yang jelas bahwa jalan masih jauh
> (Bernanke: No Jobs, No Recovery).
>
> “Until we see a sustained period of stronger job creation, we cannot
> consider the recovery to be truly established.” Federal Reserve Chairman Ben
> Bernanke, February 9, Before the Committee on the Budget, U.S. House of
> Representatives. Bernanke said last month that it might take two years for
> the unemployment situation to substantial improve. Between the lines, the
> Fed chief is warning that any complete and robust recovery will not be
> evident until 2013. (
> http://247wallst.com/2011/02/09/bernanke-no-jobs-no-recovery/)
>
> So, what to do? Ikuti siklus ekonomi dan arahkan porto Anda ke sana. Oil &
> gas dan coal related, dan saham lain dengan tendensi positif terhadap
> tekanan inflasi. Jauhi dan lepas bank, kecuali harga entry rata-rata Anda
> 35% di bawah target atraktif ideal 5 'large caps' bank berikut:
>
> Penyesuaian terhadap target harga ideal pada kisaran forward PBV 2,5 'peer'
> regional-nya akan mengembalikan 'attractiveness' IHSG
>
> BBCA: Rp3.575
> BMRI: Rp4.200
> BBRI: Rp3.525
> BBNI: Rp2.900
> BDMN: Rp5.050
>
> '+'
>
>  
>

Kirim email ke