Pengen banget denger sanggahan bro Ian dan bro tommy yu
Sent with CuanWannabe v.88 Powered by Shortsell -----Original Message----- From: Djoni <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 10 Feb 2011 14:09:40 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Mengapa banking perlu dan harus 'sell-off' 2011/2/10 positif01 <[email protected]> > > > Dengan pertumbuhan industri perbankan yang positif ditopang pertumbuhan > ekonomi Indonesia secara umum maka kinerja perbankan Indonesia tetap > merupakan aset yang prospektif. Hanya persoalannya terkait dengan > harga-harga saham perbankan, itu adalah 2 hal yang berbeda. Kinerja > perbankan dan harga saham memiliki juri penentu kelayakan sendiri dengan > parameter sendiri. Direksi perbankan adalah pihak yang menentukan > pengelolaan bisnis perbankan, sementara kinerja saham perbankan disandarkan > kepada ekspektasi pelaku pasar/investor. Meski kinerja perusahaan diklaim > baik atau terbaik, realitas harga sahamnya belum tentu sinerji dengan > kinerja bisnis. Inilah pentingnya valuasi. Jika dalam pengelolaan bisnis ada > istilah "besar pasak dari tiang" maka dalam pergerakan harga saham bisa > dimunculkan istilah "besar harapan dari kenyataan" atau frase teknikalnya > "overpriced" alias kemahalan, dan itu tidak ada urusannya dengan kinerja > direksi, tetapi semata karena ekspektasi dan persepsi Anda-Anda spekulan, > trader, investor yang lebih sering kebabalasan. > > Dan itu, menjelaskan mengapa saham-saham 'banking' Indonesia perlu dan > harus 'sell-off', khususnya 5 'large caps' bank (market caps > Rp50 triliun) > yang secara kumulatif menyumbang 12,1% dari laju pergerakan IHSG, > diperdagangkan dengan besaran PBV forward 3,5 kali di atas PBV regional > emerging markets. Jika melihat grafik perbandingan regional emerging markets > saham-saham perbankan berikut ( > http://graphics.thomsonreuters.com/11/02/ID_FNCLSCTR0211.gif), dan Anda > seorang investor asing baru, apa alasan Anda masuk dan memelihara > saham-saham 'large caps' Indonesia ketika Anda bisa mendapatkan saham-saham > 'large caps' Korea, Selatan yang merupakan salah satu grup favorit emerging > markets baru Goldman Sachs bersama Mexicod, Indonesia dan Turki (MIKT), > hanya dengan PBV forward 1,7? > > Sektor finansial khususnya sub-sektor perbankan, dengan bobot besarnya > terhadap IHSG menjadi faktor utama yang mengurangi 'attractiveness' IHSG. > Mengapa yang menjadi kunci sub-sektor perbankan dengan ke-5 large caps > tersebut? Karena itulah sub-sektor yang tidak sinkron dengan siklus ekonomi > yang tengah berlangsung. Penyesuaian yang masih belum memadai sebagai aset > yang rentan tekanan inflasi, dipandang pasar sebagai potensi koreksi yang > selalu menggantung. Hingga "mereka" selesai dan diselesaikan maka kondisi > IHSG akan tertawan. Ada beberapa hal penting yang menjadi catatan: > > 1. HSBC memperkirakan BI rate akan ke 7,25% pada April 2011, sementara UBS > AG dan Royal Bank of Canada adalah sekian dari beberapa 'investment bank' > yang memproyeksikan BI rate akan naik ke 8% pada tahun 2011; > > 2. Pelajaran dasar investor/trader dalam mengenal dan menyesuaikan siklus > ekonomi dan 'group rotation' diringkaskan dengan tepat oleh 'market > technician' seperti Martin J. Pring, "...one might consider emphasizing > interest-sensitive (among other, Energy Index) and other issues with leading > tendencies *when* the Financial Index momentum bottoms" atau "...penekanan > kepada saham-saham yang sensitif positif terhadap suku bunga (di antaranya > indeks Enerji) dan lainnya yang cenderung positif selama inflasi harus > dilakukan *ketika* Indeks Finansial mencapai zona terendahnya". > > 3. IHSG bukan yang pertama dari indeks 'emerging market' yang mengalami > tekanan inflasi pasca-'recovery' krisis global 2008. Cina sudah lebih dulu > mengalami sepanjang 2010 sehingga indeks komposit-nya tertekan -14% selama > 2010, dan saham-saham perbankan menjadi motor penyesuaian turun untuk dapat > mengembalikan atraksi valuasi indeks dan saham-saham Cina secara > keseluruhan. Satu hal yang perlu dicatat dalam strategi investasi sub-sektor > perbankan adalah indikator sensitif pada awal tahun yang akan menentukan > arah saham perbankan selama setahun. Apa itu? > > Pertumbuhan kredit awal tahun baru. Setelah tertekan selama setahun, baik > Cina dan AS, kita menyaksikan data pengucuran kredit yang gemilang pada > minggu pertama di tahun baru 2011 Januari lalu. > > Analysts also focused on new-loan growth in January so far. Chinese banks > lent out a total of 480 billion yuan of new loans over the first week of the > year, “with the sector on pace to reach 1 trillion yuan [in] new loans for > the month,” UOB KayHian analyst Nan Sheng said in a note to clients. “We > view this as a positive trend for the sector, as the new loans combined with > the higher interest-rate environment will boost the sector’s earnings,” > Sheng said. UOB KayHian forecasts 2011 new-loan growth to be around 7 > trillion yuan, implying year-on-year growth of 14.6%. ( > http://www.marketwatch.com/story/china-banks-may-profit-despite-tighter-policy-2011-01-11 > ) > > Bagaimana dengan perbankan Indonesia di awal tahun? Terimalah kenyataannya > sebagai tanda-tanda pasar yang jelas meski di bulan pertama Anda akan selalu > katakan, "deny-deny-deny". Berkebalikan dengan Cina dan AS yang emiten > perbankannya tertekan lebih dahulu di 2010, berita dan data dari perbankan > Indonesia: > > Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit perbankan turun > signifikan selama pekan pertama Januari 2011. Bank sentral mencatat di awal > tahun 2011 kredit > perbankan turun sebesar Rp 17,97 triliun sehingga menjadi Rp 1.724,88 > triliun. ( > http://www.detikfinance.com/read/2011/01/11/190007/1544408/5/kredit-perbankan-jeblok-rp-18-triliun-di-awal-2011 > ) > > Masih "in state of denial", keukeuh, ngeyel dan bahkan malah mengajak? :d > > Apa yang harus dilakukan dengan tekanan inflasi dan awal yang buruk di awal > tahun bagi perbankan? Apakah IHSG akan kolaps 'primary bullish cycle'-nya, > dan pelaku pasar lari ke 'developed market' begitu saja? Oh...tentu jawabnya > tidak. Untuk 'developed market', kemarin malam Gubernur Bank Sentral AS, > Bernanke, telah memberikan 'clue' yang jelas bahwa jalan masih jauh > (Bernanke: No Jobs, No Recovery). > > “Until we see a sustained period of stronger job creation, we cannot > consider the recovery to be truly established.” Federal Reserve Chairman Ben > Bernanke, February 9, Before the Committee on the Budget, U.S. House of > Representatives. Bernanke said last month that it might take two years for > the unemployment situation to substantial improve. Between the lines, the > Fed chief is warning that any complete and robust recovery will not be > evident until 2013. ( > http://247wallst.com/2011/02/09/bernanke-no-jobs-no-recovery/) > > So, what to do? Ikuti siklus ekonomi dan arahkan porto Anda ke sana. Oil & > gas dan coal related, dan saham lain dengan tendensi positif terhadap > tekanan inflasi. Jauhi dan lepas bank, kecuali harga entry rata-rata Anda > 35% di bawah target atraktif ideal 5 'large caps' bank berikut: > > Penyesuaian terhadap target harga ideal pada kisaran forward PBV 2,5 'peer' > regional-nya akan mengembalikan 'attractiveness' IHSG > > BBCA: Rp3.575 > BMRI: Rp4.200 > BBRI: Rp3.525 > BBNI: Rp2.900 > BDMN: Rp5.050 > > '+' > > >
