Judul berita tersebut diambil dari detikFinance dan sudah dilansir dari 11
Januari 2011. Yang belum banyak diketahui oleh para pelaku pasar umum dan
awam adalah indikator pertumbuhan kredit pada minggu pertama tiap awal tahun
merupakan indikasi penting investasi saham-saham perbankan setidaknya
setahun ke depan.

Berbeda dengan pertumbuhan kredit perbankan di Cina dan AS yang justru
tumbuh meyakinkan pada minggu pertama Januari 2011 yang memompa minat
terhadap saham-saham perbankan di kedua negara tersebut yang telah tertekan
sepanjang 2010, pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia sebagaimana
dilansir oleh Bank Indonesia dan salah satunya diberitakan oleh detikFinance
justru melorot.

Masih belum yakin itu pertanda? Dan 3 minggu kemudian Bank Indonesia
menyesuaikan BI rate 25 basis poin menjadi 6,75% sekaligus mengkonfirmasi
inflasi 'is in progress'. Sejumlah 'investment bank' seperti BS AG dan Royal
Bank of Canada malah sudah memproyeksikan BI rate di 8% selama 2011 (
http://www.bloomberg.com/news/2011-02-07/indonesia-economy-expands-6-9-in-fourth-quarter-fastest-pace-since-2004.html
).

Bandingkan berita berikut tentang pertumbuhan kredit perbankan seminggu
pertama 2011:

Cina
Analysts also focused on new-loan growth in January so far. Chinese banks
lent out a total of 480 billion yuan of new loans over the first week of the
year, “with the sector on pace to reach 1 trillion yuan [in] new loans for
the month,” UOB KayHian analyst Nan Sheng said in a note to clients. “We
view this as a positive trend for the sector, as the new loans combined with
the higher interest-rate environment will boost the sector’s earnings,”
Sheng said. UOB KayHian forecasts 2011 new-loan growth to be around 7
trillion yuan, implying year-on-year growth of 14.6%. (
http://www.marketwatch.com/story/china-banks-may-profit-despite-tighter-policy-2011-01-11
)

Indonesia
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit perbankan turun
signifikan selama pekan pertama Januari 2011. Bank sentral mencatat di awal
tahun 2011 kredit perbankan turun sebesar Rp 17,97 triliun sehingga
menjadi Rp 1.724,88 triliun. (
http://www.detikfinance.com/read/2011/01/11/190007/1544408/5/kredit-perbankan-jeblok-rp-18-triliun-di-awal-2011
)

Penyesuaian terhadap target harga ideal pada kisaran forward PBV 2,5 'peer'
regional-nya akan mengembalikan 'attractiveness' IHSG

BBCA: Rp3.575
BMRI: Rp4.200
BBRI: Rp3.525
BBNI: Rp2.900
BDMN: Rp5.050

'+'

Kirim email ke