Pak Bakry, Saya pakai data PER dari Reuters yang baru saja saya ambil malam ini pak. Saya ngga tahu datanya bener apa ngga ya pak, maklum cuma copy paste.. hehehe.... Ini sumbernya http://www.reuters.com/finance/stocks/financialHighlights?symbol=BBCA.JK
Salam kompak, Dimas Yoga Pada 10 Februari 2011 22:25, BAKRY <[email protected]> menulis: > > > Boss Dimas, ini pakai data per kapan? PER nya BBCA udh di 17an per harga > penutupan hr ini..anyway, good posting boss.. > > --- In [email protected], Dimas Yoga <dimasyoga.saham@...> wrote: > > > > Memang faktor valuasi selalu menjadi polemik yah. Saya tidak ingin > mendukung > > siapa-siapa hanya ingin sekedar share saja, maaf kalau newbie banget. > Kalau > > menurut saya sih PER tinggi (kadang) ngga masalah, yang penting diimbangi > > dengan proyeksi long term growth yang berasal dari konsensus analisis > > fundamental yang tinggi pula (sumber : > > http://www.kaskus.us/showpost.php?p=238358272&postcount=16) > > > > Kembali ke saham bank, kalau dilihat dari PER dan PBV, maka urutannya > > sebagai berikut (Saya hanya menggunakan data bank yang dianalis oleh > analis > > Reuters dan kemudian mereka berkonsensus untuk merumuskan angka LT > Growth. > > Semua data diambil dari Reuters dan diurut sesuai abjad) : > > > > 1. BBCA (PER 18,37 / PBV 4,43 / LT Growth Rate 17,49% / PEG 1,05) > > 2. BBRI (PER 13,17 / PBV 3,48 / LT Growth Rate 18,48% / PEG 0,71) > > 3. BBNI (PER 15,06 / PBV 2,53 / LT Growth Rate 26,30% / PEG 0,57) > > 4. BBTN (PER 15,13 / PBV 2,03 / LT Growth Rate 43,79% / PEG 0,35) > > 5. BDMN (PER 22,00 / PBV 2,92 / LT Growth Rate 30,16% / PEG 0,72) > > 6. BMRI (PER 13,63 / PBV 3,12 / LT Growth Rate 16,97% / PEG 0,80) > > 7. BNGA (PER 20,17 / PBV 3,40 / LT Growth Rate 33,20% / PEG 0,61) > > 8. BNII (PER 79,68 / PBV 5,37 / LT Growth Rate 31,62% / PEG 2,52) > > 9. PNBN (PER 21,61 / PBV 2,53 / LT Growth Rate 36,44% / PEG 0,59) > > > > Peter Lynch, mantan fund manager Magellan Fund merekomendasikan PEG tidak > > lebih dari 1. PEG yang lebih dari 1 mengindikasikan growth tidak mampu > > menopang tingginya PER. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan > > PEG: > > > > 1. Pastikan bahwa growth suatu perusahaan konsisten dan predictable. > > 2. Walaupun PER yang tinggi dapat dioffset dengan growth, bukan berarti > > semakin tinggi growth semakin baik. Long term growth normal yang > realistis > > dapat dicapai maksimal sekitar 25%. Growth yang lebih tinggi dari itu > dalam > > jangka panjang sangat sulit untuk dipertahankan. > > > > Sekali lagi saya tidak ingin mengcounter pendapat siapapun disini, baik > itu > > pendapat positif01 atupun pendapat Oguds. Saya hanya ingin sharing apa > yang > > sudah saya baca dari forum sebelah dan saya aplikasikan ke kondisi real > > saham perbankan saat ini yang sudah berdarah-darah. > > > > Kalau memang masih ada teman-teman yang mengangap saham pebankan masih > mahal > > silakan, kalau ada yang menganggap sudah murah juga silakan. Itu semua > > diatas hanyalah sebuah data belaka. Keputusan beli ataupun jual saham ada > di > > tangan masing-masing investor dan tidak lupa DISCLAIMER ON. > > > > > > Salam kompak, > > Dimas Yoga > > > > > > > > > > > > Pada 10 Februari 2011 18:29, Oguds <oguds@...> menulis: > > > > > > > > > > > Kamis, 10/02/2011 13:37:20, positif01 menulis: > > > > > > p> Bank sentral mencatat di awal tahun 2011 kredit perbankan turun > > > p> sebesar Rp 17,97 triliun sehingga menjadi Rp 1.724,88 triliun. > > > > > > Gan, itu berita basi kenapa dimakan lagi? Itu di pekan pertama 2011, > > > akibat 'January defect'. Di Jan 2011 justru tumbuh 24%. > > > > > > Saya melihat logika anda terbolak-balik. Misalkan, bila preview bursa > > > di 2011 ini dilihat dari awal tahun, mengapa di awal 2010 yg > > > pertumbuhan kredit adalah negatif, justru BEI naik tinggi? Secara YoY, > > > di 2011 ini malah lebih tinggi dari 2010 (ada di berita basi tadi). > > > > > > Perang pendapat di milis ini, benar atau salah, menurut saya bukan > > > masalah. Toh keputusan akhir ada di tiap2 pembaca. Namun logika setiap > > > pendapat harus terbangun jelas. Logika yg terbolak-balik, hasilnya > > > inkonsistensi, lalu mana yg bisa dipegang? > > > > > > Flaw lain dari logika anda, bila saham banking diprediksi jeblok, > > > padahal ada pendapat finansial adalah backbone dari IHSG, tidak > > > mungkin saham2 komoditas akan melesat. Sentimen bursa akan negatif, > > > dan menyeret semua saham. Jadi bila ingin saham2 tambang meledak, > > > finansial juga harus dikerek, rumusnya: bersama kita bisa. > > > > > > Mencermati berita rekan sebelah, "Pertumbuhan kredit pada 2010 lebih > > > banyak berasal dari kredit UMKM", harusnya efek dari kredit usaha di > > > 2010 mulai terlihat di 2011. Artinya, moga2 memang sektor riil akan > > > meledak tahun ini. Mereka pun akan ekspansi, melebarkan sayap, artinya > > > malah menambah kredit lagi. Dengan 'komitmen' bank2 BUMN yg tidak > > > menaikkan bunga (berita terbaru), sektor finansial akan cemerlang. > > > > > > Mengenai PBV banking di Indonesia yg tinggi, ada yg bisa menggali > > > lebih dalam? Maksudnya, pengaruhnya mahal tidaknya saham perbankan > > > dilihat dari PBV. Apakah parameter lain tidak dilihat, misalnya PER. > > > Jangan pula bank Indonesia dibandingkan Korsel, di sana 'BK rate' di > > > 2.75%, di sini BI rate 6.75%. Dengan situasi BEI yg tertekan, PBV > > > sudah jauh menurun, mendekati rekan2nya di regional. > > > > > > Tertanda, > > > Oguds [960000031] > > > > > > > > > > > > > >
