maaf salah ketik maksudnya GWM(Giro Wajib Minimum) bukan BWM. trims 2011/2/11 Tikno Susatio <[email protected]>
> logikanya kredit turun, bwm naik , bi rate naik sudah direspon pada bulan > januari dan awal februari dengan turun cukup dalam, banyak yang sudah turun > lebih 20%, dan memasuki area oversold, jadi saat ini saat yang tepat untuk > buy. ini pendapat pribadi lho. > semoga hari ini ijo, setidaknya ada teknikal rebound. > > 2011/2/10 Oguds <[email protected]> > > >> >> Kamis, 10/02/2011 13:37:20, positif01 menulis: >> >> p> Bank sentral mencatat di awal tahun 2011 kredit perbankan turun >> p> sebesar Rp 17,97 triliun sehingga menjadi Rp 1.724,88 triliun. >> >> Gan, itu berita basi kenapa dimakan lagi? Itu di pekan pertama 2011, >> akibat 'January defect'. Di Jan 2011 justru tumbuh 24%. >> >> Saya melihat logika anda terbolak-balik. Misalkan, bila preview bursa >> di 2011 ini dilihat dari awal tahun, mengapa di awal 2010 yg >> pertumbuhan kredit adalah negatif, justru BEI naik tinggi? Secara YoY, >> di 2011 ini malah lebih tinggi dari 2010 (ada di berita basi tadi). >> >> Perang pendapat di milis ini, benar atau salah, menurut saya bukan >> masalah. Toh keputusan akhir ada di tiap2 pembaca. Namun logika setiap >> pendapat harus terbangun jelas. Logika yg terbolak-balik, hasilnya >> inkonsistensi, lalu mana yg bisa dipegang? >> >> Flaw lain dari logika anda, bila saham banking diprediksi jeblok, >> padahal ada pendapat finansial adalah backbone dari IHSG, tidak >> mungkin saham2 komoditas akan melesat. Sentimen bursa akan negatif, >> dan menyeret semua saham. Jadi bila ingin saham2 tambang meledak, >> finansial juga harus dikerek, rumusnya: bersama kita bisa. >> >> Mencermati berita rekan sebelah, "Pertumbuhan kredit pada 2010 lebih >> banyak berasal dari kredit UMKM", harusnya efek dari kredit usaha di >> 2010 mulai terlihat di 2011. Artinya, moga2 memang sektor riil akan >> meledak tahun ini. Mereka pun akan ekspansi, melebarkan sayap, artinya >> malah menambah kredit lagi. Dengan 'komitmen' bank2 BUMN yg tidak >> menaikkan bunga (berita terbaru), sektor finansial akan cemerlang. >> >> Mengenai PBV banking di Indonesia yg tinggi, ada yg bisa menggali >> lebih dalam? Maksudnya, pengaruhnya mahal tidaknya saham perbankan >> dilihat dari PBV. Apakah parameter lain tidak dilihat, misalnya PER. >> Jangan pula bank Indonesia dibandingkan Korsel, di sana 'BK rate' di >> 2.75%, di sini BI rate 6.75%. Dengan situasi BEI yg tertekan, PBV >> sudah jauh menurun, mendekati rekan2nya di regional. >> >> Tertanda, >> Oguds [960000031] >> >> >> > >
