Ringkas saja: IHSG: 1. Yuk, lihat ETF saham-saham unggulan Indonesia yang diperdagangkan di NYSE kemarin pasca-penutupan BEI Kamis. Berarti investor/trader luar setidaknya sudah memproyeksikan berita/data/sentimen sampai pagi tadi ke dalam prospek ETF tersebut setidaknya pagi tadi ditutup di NYSE. EIDO= -1,37% (http://finance.yahoo.com/q?s=eido&ql=1) IDX= -1,53% (http://finance.yahoo.com/q?s=IDX&ql=0)
2. Harga 'crude oil' (minyak mentah) ternyata bertahan kuat dan tidak luruh menembus support $85. Market percaya bahwa dalam waktu dekat akan ada penguatan enerji; 3. Penutupan terakhir di NYSE/Nasdaq, terjadi upaya kenaikan/rebound yang didasari pada spekulasi sentimen di Mesir pada last minute. Pijakan 'upward' yang 'too shaky' atau meragukan di tengah keyakinan pelaku pasar bahwa indeks-indeks utama AS sudah waktunya dihajar 'short'. Kalkulasi menit-menit terakhir tersebut sangat 'risky' mengingat: During the regular session, the major indexes bounced off their lows on reports that Egyptian President Hosni Mubarak would resign Thursday, bringing some calm to that country. Around 4 p.m. EST, Mubarak said he would transfer power to his vice president but remain in office until elections. Protesters in Cairo responded angrily to the news. GIAA (Garuda Airlines): 1. IPO yang salah set timing. Indeks lokal, regional, global memasuki paruh kedua dari 'primary bullish cycle'-nya. Saham-saham 'transport' seperti airlines dikategorikan sebagai 'leading & liquidity driven stocks' yang berdasarkan siklus ekonomi alamiahnya muncul pada paruh pertama/awal 'bullish cycle'; 2. Perhatikan indeks Dow Jones untuk airlines dibandingkan dengan indeks DJI yang mengisyaratkan 'divergence' airlines terhadap indeks utama, sekaligus mengkonfirmasi pelemahan saham-saham transport khususnya airlines ( http://finance.yahoo.com/echarts?s=%5EDJUSAR+Interactive#chart5:symbol= ^djusar;range=1y;compare=^dji;indicator=volume;charttype=line;crosshair=on;ohlcvalues=0;logscale=on;source=undefined) 3. Banyak saham-saham tambang yang diuntungkan dalam posisi siklus ekonomi yang inflationary, dan menawarkan harga diskon atraktif, mengapa pilih saham telat seperti GIAA? Ingin spekulasi? Mengapa tidak spekulasi yang probabilitasnya lebih tinggi? 4. Harga GIAA kemahalan. Investasi tunggu di 2013-15, harga Rp300. '+'
