Darling... Maksudnya kalau anda midterm kan mungkin gak usah sell dl krn pasti 
naik jg kan? Bank sekelas mandiri gtu kan cukup kuat, lbh kuat drpd dompet anda 
kan jeung. Sori krn kan kita mikir midterm. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 14 Feb 2011 16:00:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan

Kenapa mesti capai-capai dan repot menjatuhkan saham? Bisa jatuh sendiri
karena mekanisme pasar sebagai reaksi terhadap siklus dan kinerja keuangan
emiten bersangkutan, bukan?

Kalau cara membaca harian Kontan harusnya beda dengan membaca Poskota ya.
Kalau Poskota, cukup baca judulnya sudah jelas isinya. Kalau analisis tidak
cukup baca headline "buy-buy-buy". Memang Anda tahu apa yang ditekankan
untuk "buy-buy-buy" tersebut? Coba baca dengan baik-baik.

'+'

2011/2/14 Teguh Diyanto <[email protected]>

>
>
> Sekarang lagi misi menjatuhkan saham2 bank ya om + ?
> Bulan lalu misi mendorong orang buy-buy-buy-buy...
>
>
> --- On *Mon, 2/14/11, positif01 <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: positif01 <[email protected]>
> Subject: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan
> To:
> Date: Monday, February 14, 2011, 1:08 AM
>
>
>
> Meski laporan keuangan tahunan 2010 belum dirilis, namun demikian laporan
> keuangan yang belum diaudit ke Bank Indonesia memberikan indikasi yang jelas
> tentang gambaran umum kuartal 4-2010 yang tidak cemerlang (
> http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/58905/Laba-bersih-BMRI-naik-237).
> Dalam berita tersebut disebutkan jika laba bersih BMRI naik 23,7% sementara
> pendapatan bunga bersih naik 13,14%. Namun demikian, persentase tersebut
> dalam hitungan year-on-year (full year), dan bukan quarter-on-quarter (a
> year ago; quarter 4 only). Investor/trader yang memantau laporan keuangan
> paham benar bagaimana bereaksi terhadap laporan keuangan secara kuartal-an
> dan bukan tahunan mengingat data tiap kuartal telah terdiskon/refleksi dalam
> pergerakan harga setelah laporan tiap kuartal dirilis.
>
> Berdasarkan data pembanding yang ada (misalnya dari Factset), laporan BMRI
> un-audited ke BI tersebut meleset dari ekspektasi pasar ('missed
> expectation').
>
> Q-on-Q4 only
>
> Revenues (net interest income) est. = Rp7,179 triliun
> Actual = Rp3,328 triliun
> miss = -53,58%
>
> EPS (excluding extraordinary) est. = Rp95,208
> Actual (including extraordinary) = Rp122,214
> Sepintas EPS meningkat 28,37%, which is not bad. Namun demikian,
> kualifikasi EPS tersebut termasuk 'extraordinary income' yang bukan refleksi
> operasional kinerja BMRI. Jika diperbandingkan secara 'apple-to-apple'
> excluding extraordinary items maka EPS actual hanya sebesar Rp89,07
> miss = -27,12%
>
> Pada akhir Januari lalu sebagaimana diberitakan oleh Bisnis Indonesia, Bank
> Mandiri menyebutkan extracomptable 2010 yang sudah dihapusbukukan namun
> tetap ditagihkan sebagai pendapatan non-operasion. Hal ini yang menyebabkan
> EPS 'tampak' lebih besar sebelum penyesuian dari ekspektasi.
>
> "PT Bank Mandiri Tbk mendapat Rp2,4 triliun dari hasil perhitugan kredit
> yang dihapusbukukan  atau extracomptable selama 2010. Direktur Treasury,
> Financial Institution, and Special Asset Management Bank Mandiri Thomas
> Arifin mengatakan sebagian besar hasil penagihan itu dalam bentuk tunai,
> yakni Rp1,87 triliun, sisanya dalam bentuk non tunai sebesar Rp514 miliar."
> (
> http://www.bisnis.com/finansial/perbankan/10304-mandiri-peroleh-rp24-triliun-dari-extracomptable-2010
> )
>
> Mempertimbangkan kinerja Q-on-Q kuartal 4-2010 dan 'a year ago' sebagai
> indikator ekspektasi kinerja saham ke depan maka status 'sell' untuk BMRI
> sejalan dengan likudasi Indonesian large-caps bank selama 2011
> terjustifikasi dan 'maintained'. Kemungkinan akan adanya variasi dari
> laporan unaudited ke BI dan yang akan dirilis pada 17 Maret depan, dirasakan
> sangat kecil untuk bisa dikatakan signifikan.
>
> '+'
>
>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke