Code
     Last
     Change(%)
                  ridFluctRatio 
             Freq
        Volume
     Value(T)
     Frg Buy
      Frg  Sell         
            Net Buy
     
      BMRI 
     5600
     50
     0.9
     1914
     93772
     261346850
     141966825
     69581475
     72385350
     
      BBRI 
     4650
     50
     1.08
     2119
     56934
     131821925
     46113125
     41322125
     4791000
     
      LPKR 
     540
     20
     3.84
     1350
     397761
     107311110
     10436660
     8191540
     2245120
     
      UNTR 
     23200
     650
     2.88
     999
     6896
     79347225
     39163975
     15649000
     23514975
     
      ITMG 
     45200
     950
     2.14
     1140
     3435
     77301925
     29519350
     24181650
     5337700
     
      ADRO 
     2425
     50
     2.1
     1293
     53246
     63893687
     44573850
     6668225
     37905625
     
      BDMN 
     6150
     0
     0
     499
     20404
     63600925
     50976050
     38749975
     12226075
     
      BBCA 
     6100
     150
     2.52
     981
     20712
     62418350
     35141825
     8294975
     26846850
     
      GIAA 
     590
     -30
     4.83
     2156
     176963
     53516045
     7468110
     490400
     6977710
     

Hari ini meski GIAA turun ke 590 tetapi foreign masih netbuy  sebesar 69777100, 
mudah-mudahan giaa besok bisa naik

http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
  ----- Original Message ----- 
  From: ahmad saharjo 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, February 14, 2011 2:48 PM
  Subject: Re: [saham] GIAA sekali lagi untuk investor: Pelajaran Cebu Air


    
        Makasih om+, saya CL deh and nunggu level 300an saja, krn level 500an 
juga msh kurang menarik tuh....

        --- On Sun, 2/13/11, positif01 <[email protected]> wrote:


          From: positif01 <[email protected]>
          Subject: Re: [saham] GIAA sekali lagi untuk investor: Pelajaran Cebu 
Air
          To: [email protected]
          Date: Sunday, February 13, 2011, 6:49 PM


            
          Betul sekali, kalau ada swing naik, dan yang masih hold GIAA, itulah 
kesempatan terbaik untuk melepas/distribusi, bukan malah akumulasi. Rp500 juga 
banyak yang tidak tertarik beli. Saham yang jelas-jelas ramah dan terbantu 
dengan inflasi saja masih banyak yang diskon, untuk apa berspekulasi dengan 
yang jelas-jelas 'loser', bukan hanya di pasar lokal, tapi regional dan global. 
Bukan hanya GIAA, tapi mayoritas saham-saham penerbangan dunia.



          '+'


          2011/2/14 ahmad saharjo <[email protected]>

              

                  Wah kalau GIAA bernasib sama dengan CEBU AIR, bisa2 harganya 
akan menuju ke 500an dong om?

                  --- On Sun, 2/13/11, positif01 <[email protected]> wrote:


                    From: positif01 <[email protected]>
                    Subject: [saham] GIAA sekali lagi untuk investor: Pelajaran 
Cebu Air
                    To: 
                    Date: Sunday, February 13, 2011, 6:11 PM



                      
                    Senin, 14 Pebruari, ini akan menjadi hari kedua pasca 
listing GIAA (Garuda Airlines) yang mengecewakan pada Jumat, 11 Pebruari 
kemarin, dengan seketika anjlok -17,33%. Bagaimana hari-hari ke depan, 
setidaknya hari ini? Adakah 'swing' sesaat akan membantu? Jawabnya, khususnya 
bagi para investor jangan lupa memperhatikan apa yang terjadi pada bursa 
regional sekitar Anda.



                    Sejumlah alasan kunci telah di-posting kemarin mengapa 
investor asing dan investor yang cermat tidak akan mengakumulasi saham 
penerbangan bahkan dengan harga diskon yang memadai 
(http://groups.yahoo.com/group/saham/message/101776). Selain, perkembangan 
indeks 'aviation' S&P500 yang justru menyusutkan portofolio investor selama 20 
tahun terakhir dibandingkan dengan kenaikan indeks utama S&P 500 di AS, belum 
lama ini dari bursa yang bertetangga dengan Indonesia dan masuk dalam kateogri 
'emerging market' telah me-listing satu 'airline'-nya juga. Perlu diperhatikan 
bahwa emiten penerbangan global tidak sebanyak emiten-emiten sub-group industry 
lain sehingga 'listing' satu emiten penerbangan akan menjadi sorotan terhadap 
prospek saham-saham penerbangan lainnya.


                    Cebu Air Inc. belum lama 'listed' di PSE (bursa Filipina) 
pada 25 Oktober 2010 lalu. Jika Anda masuk para investor itu yang begitu 
bergembira dengan kenaikan Cebu Air pada hari ke-2 listing-nya yang sampai 8% 
maka dengan berlalunya waktu dan sekarang memasuki bulan ke-4, Anda bisa 
menyaksikan ke belakang 'chart' yang begitu mencekam karena sampai hari ini 
Cebu Air sudah merosot -30% 
(http://www.bloomberg.com/apps/quote?ticker=CEB:PM). Jangan lupa Cebu Air, 
'listing' sebelum 'emerging market' mengalami kontraksi pada awal tahun 2011, 
dan fakta itu saja sendiri tidak mampu menyelamatkan saham penerbangan 
tersebut. Dan, 'historical chart' menunjukkan bahwa pada listing dan hari ke-2, 
saham Cebu Air masih bisa naik, bandingkan dengan GIAA yang sudah harus merosot 
sejak detik awal 'listing'.


                    Cebu Air merupakan perusahaan penerbangan terbesar kedua di 
Filipina dan dalam IPO-nya Oktober lalu meraup P23,33 miliar atau Rp4,7 triliun 
sekaligus tercatat sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah Filipina sejak 
'listing' SM Investment Corp pada 2005 lalu.


                    '+' 




       



  

Kirim email ke