Terima kasih OOT nya sangat bermanfaat.. 
I Believe What I Believed..

Sent from my BlackBerry® Mobile Network

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 15 Feb 2011 15:19:23 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] OOT-nyeri dada

Nyeri Dada = Serangan Jantung ?(Kompas, Jumat 28/4/06-tulisan pertamaku 
di media..) 
Agustus 18, 2007 1:19 pm oleh M. Yusuf Suseno 
Mungkin saat itu Anda tengah menonton final sepak bola piala dunia 2006, atau 
makan malam bersama seorang klien sangat penting, ketika tiba-tiba Anda merasa 
sensasi rasa nyeri pada dada. Anda berusaha melupakannya, tetapi ternyata rasa 
nyeri tersebut makin mengganggu. Saat itu mungkin sekali Anda mulai panik. 
Apakah ini serangan jantung? Haruskah saya segera pergi ke UGD? Apa yang harus 
dilakukan selama perjalanan ke sana? Akankah saya bertahan? Bagaimana kalau 
rasa nyeri ini sebenarnya bukan apa-apa? Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin 
saja menimpa diri kita suatu saat. Dan ternyata cukup sulit bukan menjawabnya? 
Selain karena kita tidak tahu, tetapi kadang karena kita terlalu takut. Kita 
tiap sore disuguhi sinetron di televisi, dan di sana kita melihat seorang tokoh 
jahat menggelepar di akhir episode sambil memegang dadanya, dan tamatlah 
sinetron itu dengan akhir yang bahagia. Akankah kita tamat seperti sang tokoh 
jahat di sinetron? Semoga tidak.  Nyeri dada atau chest pain sebenarnya adalah 
suatu sensasi rasa nyeri pada dada, suatu area antara leher dan perut, yang 
mengganggu seseorang. Gejala ini sering menjadi alasan seseorang datang ke 
ruang UGD rumah sakit. Dan hampir setiap pasien datang dengan segumpal 
pertanyaan di kepala. Berita baiknya adalah : tidak setiap nyeri dada 
disebabkan karena serangan jantung. Penyebab Nyeri DadaMengapa begitu? Karena 
rongga dada memang terdiri atas berbagai organ. Yang paling memakan tempat 
adalah paru-paru dan saluran napasnya, kemudian jantung, dan tentu saja saluran 
pencernaan atau dalam istilah medis disebut esofagus, yang menghubungkan 
kerongkongan dengan lambung kita. Dan jangan lupa, di luar itu terdapat otot, 
tulang, syaraf serta kulit yang membungkus rongga dada kita. Jadi memang sangat 
nalar apabila nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh penyakit jantung. Lantas 
bagaimana membedakan antara satu dengan yang lainnya? Tentu saja hal itu tidak 
mudah bagi seorang awam. Bahkan dokter pun perlu belajar bertahun-tahun, itu 
pun tidak selalu menjamin, bahwa ia bisa membedakan sumber penyebab nyeri dada 
pada pasiennya. Intinya adalah pada menyingkirkan diagnosis banding dari tiap 
gejala, hingga kita bisa mendapatkan suatu diagnosis yang paling sesuai dengan 
gejala dan tanda yang ada. Dan karena nyeri dada sebagian besar bersumber dari 
kelainan dalam dada, maka kita perlu tahu, bagaimana sifat nyeri dada yang 
terjadi bila masing-masing organ tersebut terganggu. Cara Kerja JantungJantung 
adalah organ yang secara normal terletak di dada bagian kiri, dan berfungsi 
bagaikan tukang pompa darah ke seluruh tubuh. Jantung sendiri juga membutuhkan 
suplai darah agar bisa bekerja dengan baik. Suplai darah untuk jantung 
dilakukan oleh pembuluh darah jantung yang disebut arteri koroner. Apabila 
terdapat kekurangan suplai darah ke salah satu bagian otot jantung, otot yang 
kekurangan darah tadi akan bereaksi nyeri di dada. teriakan otot jantung yang 
merasa dizhalimi tercermin dalam reaksi rasa nyeri di dada yang khas. Nyeri 
akibat penyempitan maupun pembuntuan arteri koroner bersifat mendadak, terasa 
seperti mencengkeram, menekan, meremas, ataupun rasa terbakar. Kadang 
digambarkan seperti ditimpa benda berat, atau layaknya diikat oleh seutas tali 
di seputar dada. Serangan nyeri yang sangat khas tersebut sering disebut 
Angina. Lokasi nyeri biasanya di bagian tengah dan kiri dada, sering dengan 
penyebaran ke lengan kiri, leher maupun dagu. Lama rasa nyeri bisa berlangsung 
kurang lebih sepuluh sampai dua puluh menit, dan sering timbul pada saat sedang 
melakukan aktifitas fisik maupun emosi. Karena kuantitas nyeri yang sangat, 
sering menimbulkan rasa cemas yang sangat pula. Anda yang pernah mengalami hal 
ini sebelumnya, mungkin akan lebih tenang. Apalagi bila pernah mendapat obat 
mujarab dari dokter bernama nitrogliserin atau isosorbid dinitrat. Anda boleh 
menaruhnya di bawah lidah, sambil duduk menenangkan diri. Sayangnya ada 
beberapa kondisi dimana rasa nyeri terus berlanjut hingga lebih dari 20 menit. 
Hal tersebut menandakan bukan lagi sekadar penyempitan, tetapi telah terjadi 
penyumbatan arteri koroner yang terus berlanjut. Yang akhirnya menyebabkan 
terjadinya kerusakan pada otot jantung yang disebut sebagai serangan jantung 
atau Infark Miokard Akut. Mari kita lihat diri Anda saat ini. Apakah Anda 
seorang perokok? Memiliki riwayat darah tinggi atau kencing manis? Anda seorang 
laki-laki usia lebih dari 40 tahun, berperawakan gemuk dan karena kesibukan 
kantor jarang berolahraga? Atau Anda wanita yang telah mengalami menopause? Dan 
ternyata, setelah diingat kembali, ada saudara dekat yang meninggal karena 
serangan jantung. Kalau salah satu jawabannya adalah ya, ada baiknya mulai 
berhati-hati. Semua itu adalah faktor-faktor resiko yang menunjang terjadinya 
serangan jantung. Apa yang harus dilakukan apabila Anda mendapatkan nyeri dada 
seperti itu? Apalagi dengan faktor resiko yang memang belum sempat diperbaiki? 
Pertolongan yang cepat dan tepat dari dokter sangat dibutuhkan pada kondisi 
seperti ini. Telponlah ambulan, atau segeralah ke Unit Gawat Darurat (UGD) ! 
Dokter UGD akan melakukan wawancara sembari memeriksa kondisi Anda secara umum. 
Jangan berburuk sangka dengan menuduh dokter bersikap lambat dengan 
mewawancarai anda. Perlu Anda ketahui, bahwa hampir 80% diagnosis dapat 
ditegakkan melalui sebuah wawancara yang baik. Berikut hal-hal yang mungkin 
ditanyakan oleh dokter Anda. Pertama, lokasi nyeri dan penyebarannya. Apakah 
nyeri berada di dada sebelah kiri dengan penyebaran ke leher, lengan kiri atau 
rahang? Kedua, sifat nyeri. Apakah bersifat seperti diremas-remas, seperti 
ditimpa beban berat, atau ditusuk-tusuk? Ketiga, lama dan frekuensi nyeri. 
Nyeri yang bersifat mendadak dan berat serta berlangsung lama biasanya 
berhubungan dengan kondisi yang cukup serius. Keempat, faktor-faktor yang 
mempengaruhi rasa nyeri. Apakah nyeri memberat pada aktivitas fisik yang berat 
seperti berolahraga atau bekerja? Kelima adalah gejala lain yang menyertai 
nyeri dada. Keluhan penyerta yang dicari adalah adanya batuk, sesak, 
berdebar-debar, bengkak pada kaki, mual atau muntah. Setelah itu akan dilakukan 
rekaman elektrokardiografi (EKG). EKG adalah rekaman dari arus listrik jantung. 
Rekaman ini akan memberi informasi kepada dokter kondisi secara umum dari 
jantung Anda. Sayangnya ada beberapa kondisi kerusakan otot jantung yang tidak 
terwakili dari EKG. Untuk itu dokter perlu melakukan pemeriksaan laboratorium 
dari darah Anda, yakni diperiksa suatu enzim yang akan meningkat apabila 
terjadi kerusakan otot jantung. Enzim itu bernama Troponin dan Creatin 
Kinase-Myocardial Band (CKMB). Berdasar data itu seharusnya dokter telah bisa 
menentukan apakah nyeri dada Anda berasal dari gangguan jantung atau tidak. 
Apabila ya, maka diperlukan konsultasi dengan seorang ahli jantung atau 
cardiologist. Pilihan terapi pada penyumbatan arteri koroner yang bersifat akut 
ada dua. Pertama adalah Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) 
atau sering disebut stenting, yakni pelebaran secara mekanik dari pembuluh 
darah jantung. Kedua, adalah diberikan obat trombolitik. Yakni suatu jenis obat 
yang bertujuan mencairkan gumpalan darah (trombus) yang menyumbat pembuluh 
darah jantung. Pilihannya akan disesuaikan dengan kondisi fisik pasien, waktu, 
keuangan, dan sarana yang terdapat di RS tersebut. Jangan ragu-ragu untuk 
bertanya pada ahli jantung Anda. Kadang jika kondisi memaksa, dokter jantung 
akan memberikan pilihan bedah jantung. Operasi ini disebut coronary artery 
bypass grafting (CABG). Namun tentu saja diperlukan pemetaan arteri jantung 
melalui angiografi koroner. Paru-paruOrgan dalam rongga dada selanjutnya adalah 
paru-paru. Paru-paru Anda mengisi rongga dada dan berfungsi sebagai tempat 
pertukaran oksigen dengan udara luar. Karenanya paru-paru cukup rentan 
mengalami iritasi dan infeksi. Apabila paru-paru mengalami infeksi, walaupun 
jarang, rasa nyeri bisa saja timbul. Tetapi tidaklah sedahsyat seperti pada 
serangan jantung. Nyeri terutama saat batuk, disertai demam tinggi, dan dan 
terdapat dahak kental yang berwarna kuning kehijauan atau kemerahan seperti 
karat. Gejala seperti ini menjurus pada keradangan akibat infeksi pada 
paru-paru yang disebut pneumonia. Sedangkan infeksi pada bronkus atau pipa 
penyambung dari tenggorokan ke paru-paru disebut bronkitis. Pada kelainan ini 
dahak yang terbentuk biasanya masih putih dan nyeri terasa seperti adanya lecet 
di belakang tulang dada bagian tengah. Paru-paru juga dilapisi oleh selaput 
tipis yang disebut pleura. Selaput ini berfungsi untuk memisahkan paru-paru 
dengan dinding dada dan organ lain di dalam rongga dada. Apabila terdapat nyeri 
dada yang bersifat tajam seperti diiris, bertambah saat bernapas dalam atau 
batuk, dan hanya menimpa salah satu sisi dada, maka bisa dicurigai terlah 
terjadi peradangan pada pleura atau pleuritis. Semua kelainan paru di atas 
seharusnya ditangani oleh dokter. Silakan menelepon dokter keluarga Anda, 
tanyakan kapan Anda bisa bertemu. Mungkin diperlukan pemeriksaan foto dada dan 
konsultasi dengan seorang ahli paru atau pulmonologist untuk penyakit yang 
telah lanjut. Pada kondisi lain yang agak jarang, bisa terjadi penyumbatan 
pembuluh darah di paru atau disebut dengan emboli paru. Sifat nyerinya datang 
secara mendadak, diikuti oleh penurunan tekanan darah dan sesak. Kondisi ini 
memang mirip dengan kelainan pembuntuan pembuluh darah pada jantung atau Infark 
Miokard Akut. Anda tidak perlu pusing memikirkannya. Segeralah ke UGD untuk 
mendapatkan pertolongan. Semakin cepat semakin baik. EsofagusNyeri dada akibat 
peradangan esofagus disebut esofagitis. Gejalanya adalah rasa nyeri saat 
menelan makanan. Bisa juga nyeri terjadi akibat berlebihnya asam lambung, suatu 
kondisi yang sering disebut gastritis, dimana gejala yang tersering adalah 
nyeri ulu hati. Pada beberapa kasus, rasa nyerinya dijalarkan ke bagian dada. 
Anda bisa mencoba mengurangi rasa nyeri akibat kelainan di atas dengan makan 
makanan yang lebih lembut, minum susu, maupun minum obat maag yang dijual 
bebas. Tetapi pada beberapa kondisi, terutama bila nyeri berlangsung lebih dari 
dua minggu, mungkin sekali diperlukan konsultasi dengan seorang dokter ahli 
saluran pencernaan atau gastroenterologist. Ia akan memberikan terapi tambahan, 
dan bila perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi atau teropong lambung untuk 
melihat kelainan pada esofagus atau lambung Anda. Penyebab LainBagaimana bila 
nyeri terjadi setelah bekerja terlalu keras, olahraga berat atau terbentur 
sesuatu? Mungkin sekali nyeri dada Anda tersebut terjadi akibat kelainan pada 
otot dan tulang dinding dada. Biasanya nyeri bertambah berat dengan pergerakan 
atau perubahan posisi tubuh. Anda boleh mencoba mengurangi nyeri tersebut 
dengan obat anti rasa nyeri yang biasa Anda minum. Tetapi bila nyeri menetap 
atau bertambah berat, ada baiknya Anda menemui dokter keluarga Anda. Mungkin 
diperlukan pemeriksaan rontgen dada dan tulang belakang, dan konsultasi pada 
seorang ahli tulang apabila terdapat kelainan tulang, atau seorang ahli bedah 
syaraf apabila terdapat syaraf yang tertekan. Penyebab yang lain adalah 
kelainan kulit. Sebelumnya mungkin terdapat kelainan di kulit yang berbentuk 
seperti gelembung dengan dasar kemerahan yang mula-mula terasa pedih. Mungkin 
itu adalah nyeri akibat infeksi pada kulit akibat virus yang disebut Herpes 
Zoster. Sayangnya obat anti virus belum dijual secara bebas, tetapi sementara 
anda menunggu bertemu dengan dokter, Anda boleh mengurangi rasa nyeri dengan 
obat anti rasa sakit. Penyebab nyeri dada yang juga cukup sering adalah faktor 
psikis. Salah satunya adalah serangan mendadak disertai nafas dangkal yang 
cepat, rasa tertekan di dada, dan mungkin didahului oleh stress emosional yang 
cukup berat. Apabila penderita masih muda dan tidak ada faktor resiko untuk 
terjadinya penyakit jantung, sangat mungkin ini adalah suatu kondisi 
hiperventilasi. Cobalah untuk duduk tenang, atur pernapasan, bila perlu gunakan 
kantong kertas kosong yang dikenakan secara longgar pada hidung dan mulut. 
Usahakan untuk bernapas secara perlahan. Apabila tidak berhasil, Anda perlu 
bertemu dengan dokter sesegera mungkin. Nah, tidak sulit bukan? Cermati 
gejalanya, dan pikirkan penyebab yang paling sesuai. Kini Anda bisa menjadi 
‘dokter’ untuk diri Anda sendiri. Bila masih ragu-ragu, langkah terbaik adalah 
luangkan waktu untuk bertemu dokter sungguhan. Apapun hasilnya, minimal Anda 
mendapatkan tidur yang nyenyak malam nanti. Amin. 
http://kompas.com/kompas-cetak/0604/28/kesehatan/2612078.htm 
Powered by TK.Berry®

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke