Good idea, menjual saham secara eceran. Sebenarnya potensinya sangat besar, 
namun memang sangat ribet dan nilainya sungguh sgt receh buat bandar.

Saya hanya pernah kecipratan bermain saham skala sangat kecil ketika Bank 
Mandiri Go Public, yang mengijinkan nasabahnya membeli saham Bank Mandiri 
dengan nilai minimum Rp 5 jt.

Kapan lagi ya, bisa bermain saham IPO dengan nilai segitu?

Kalai OLT, kendalanya jarang OL.


Salam
EAH
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Oguds <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 13 Feb 2011 02:21:35 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re[2]: [saham] Garuda's Affair

Saturday, February 12, 2011, 10:25:32 PM, you wrote:

eyc> Kl investor retail kolaps ngimana? Ms kasihan?

Saya pikir Garuda bisa membuat terobosan ya. Misalnya, setiap
penjualan tiket, pembeli ditawari (atau dibebani) saham Garuda.
Minimal 10 lembar gitu, jadi Rp 7500. Tidak mahal toh. Di sini BEI
perlu punya mekanisme menjual saham model jadul, yaitu kertas. Mungkin
bentuknya seperti voucher pulsa, ada kode2 khusus buat validasi.

Eh iya, kenapa tidak saham dijual model voucher gitu ya? Rakyat
Indonesia besar, tapi daya belinya rendah dan sungkan yg ribet2.
Kenapa saham2 tidak dijual eceran begitu. Jualannya numpang di toko2
voucher pulsa (nanti dialognya gini: ada saham GIAA gak? harganya brp
skr?). Selain saham fisik, ada juga yg elektrik. Mudahlah diatur
mekanisme jual belinya, dengan komputerisasi dan kode2 validasi tadi.

Bila bentuk fisiknya bagus, misalnya pemain2 MU, boleh jadi mendorong
minat untuk koleksi. Spt pedagang K5 yg mangkal di depan SD, banyak
dijual kartu2 menarik itu, anak2 suka. Nah, ini berupa saham, yg punya
nilai investasi. Artinya mendidik mereka sejak kecil untuk investasi.
Bayangkan mereka beli MBTO di 475, 20th nanti harganya bisa 50rb.

So, sudah selayaknya Bapepam menggalakkan bisnis eceran saham.
Janganlah eksklusif, harus rekening aktiflah, saldonya harus besarlah,
belinya harus per-lot-lah, dst, menjauhkan pasar modal dari realitas.
Ingatlah efek bola salju, menggelinding dari kecil dan terus membesar.

-- 
Tertanda,
Oguds [960000031]


Kirim email ke