Yang hari ini terjun bebas bukan cuma GIAA, hampir semua index di dunia terjun bebas . Asia, Eropa, Future Amerika semua merah. Penyebabnya apalagi kalu bukan harga minyak gara2 krisis Libya. Dikabarkan Dubes Libya di Indonesia, China, India, PBB, Amerika, diplomat di Liga Arab membelot. Mereka tentu lebih tahu inside storynya Libya, jadi sudah bisa diramalkan apa yang akan terjadi.
Komponen biaya terbesar penerbangan adalah fuel cost, ya ngak heranlah saham penerbangan dunia berguguran. Dengan kata lain, kalau minyak turun lagi, maka saham penerbanganpun akan rebound. Demikian pula sebaliknya. Yang dikuatirkan, setelah Libya, what next ? Arab saudi ? kalau kejadian wah, waaah............... Kalau Khadafi bisa bertahan, mungkin waktunya nampung --- Pada Sel, 22/2/11, Djoni <[email protected]> menulis: Dari: Djoni <[email protected]> Judul: Re: [saham] GIAA kasih peringatan kesempatan keluar ke-2 (strong call) Rp375 Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 22 Februari, 2011, 7:58 AM tadi siang pas makan, piringku jatuh dan pecah berkeping2. wah , kayaknya ini tanda tanda, ihsg mau pecah kali ya. hehehehe On Tue, Feb 22, 2011 at 2:37 PM, <[email protected]> wrote: Bung + gimana prospek CMNP ny,,,kok turun terus,, ThanksSent from BlackBerry® on 3From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 22 Feb 2011 14:27:21 +0700ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] GIAA kasih peringatan kesempatan keluar ke-2 (strong call) Rp375 Next down leg di Rp375. Yang masih 'keep' diberi kesempatan untuk keluar menyelamatkan diri sendiri dengan parasut yang ada di bawah kursi penumpang masing-masing. Bloomberg, February 22: Airline stocks declined after Brent crude for April settlement on the London-based ICE Futures Europe exchange climbed yesterday by $3.22 to $105.74 a barrel, the highest since Sept. 22, 2008. Air China, the world’s biggest airline by market value, declined 7 percent to HK$7.46 in Hong Kong. Singapore Airlines, the second-largest, dropped 2.5 percent to S$13.98. Qantas Airways Ltd., Australia’s No. 1 carrier, slipped 2 percent to A$2.46. China Airlines Ltd., Taiwan’s largest carrier, slid 6.3 percent to the lowest since July 30. EVA Airways Corp., the No. 2, sank 6.5 percent, set for the biggest decline since August. Oil accounts for at least 40 percent of the airlines’ total cost, said Stone Lin, an analyst at Yuanta Securities Co. by telephone in Taipei. '+'
