Tapi om DJ membara tuh, ngeri kalau masih lanjut sampai akhir bulan
Lama nih si khadafi kayaknya, model2nya sih otoriter nan bengis


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "caknoval" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 23 Feb 2011 01:50:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Harga batubara melaju terangkat harga minyak

Wah, berita bagus nih. Mudah2an DOIDku mau lompat2 lagi sekedar untuk
pemanasan :-)


http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1298425200/59650/Harga-batubara\
-melaju-terangkat-harga-minyak

KENAIKAN HARGA BATUBARA         Harga batubara  melaju terangkat harga
minyak

  [298px]
JAKARTA. Harga batubara kembali membara. Di bursa  Intercontinental
Exchange, Newcastle, Australia, kontrak pengiriman  batubara bulan Maret
2011, Senin (22/2), senilai US$ 128,15 per metrik  ton.  Itu merupakan
harga tertinggi selama tiga pekan terakhir.

Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan yang terjadi sejak pekan 
lalu. Kontrak yang sama pada Jumat (18/2) naik hingga 1,74%.

Pendorong harga batubara terbaru adalah kenaikan harga minyak mentah. 
"Penyebab harga batubara melonjak adalah spekulasi yang berkembang di 
pasar tentang peningkatan harga komoditas energi," ujar Herry Setyawan, 
analis Indosukses Futures.

Harga minyak mentah sendiri melejit tersulut oleh konflik di 
negara-negara Afrika Utara dan Semenanjung Arab yang tak kunjung reda. 
Ketegangan politik yang bermula dari Tunisia dan Mesir itu kini sudah 
menyebar hingga Bahrain dan Libya.

Situasi paling gawat terjadi di Libya. Korban jiwa yang jatuh dalam 
aksi anti pemerintah mencapai 250 nyawa. Pelaku pasar merisaukan pasokan
minyak global bakal terganggu, mengingat Libya merupakan produsen 
minyak besar kedelapan di dunia.

Berdasarkan data  Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), 
total produksi minyak Libya mencapai 5% dari keseluruhan produksi OPEC 
per akhir Januari lalu.

Kerisauan itu otomatis menerbangkan harga minyak. Harga minyak jenis 
Brent di bursa ICE, kemarin, adalah US$ 108,57 per barel. Sedang minyak 
jenis WTI di bursa Nymex untuk pengiriman April 2011 US$ 98,48 per 
barel.

Pengaruh bunga

Menurut Herry, secara fundamental harga batubara berada di tren 
penurunan. Alasan Herry, tingkat bunga tinggi yang ditetapkan otoritas 
moneter di negara pengguna batubara akan menekan volume kebutuhan. "Jadi
ini hanya spekulasi terhadap masalah yang terjadi di Timur Tengah," 
kata dia. Herry menambahkan, permintaan batubara tahun ini diprediksi 
tidak setinggi tahun lalu.

Dalam jangka menengah, Herry menilai, harga batubara masih akan 
ditentukan oleh kelanjutan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Dia 
memperkirakan, dalam kondisi seperti sekarang harga batubara dalam 
jangka menengah bisa bergerak antara US$ 120 hingga US$ 140 per metrik 
ton.

Ibrahim, General Manager Harvest International Futures memprediksi, 
harga batubara akan melaju hingga US$ 135 per metrik ton di akhir 
kuartal pertama tahun ini. "Harga akan mencapai level tertingginya dalam
dua bulan ke depan," kata dia.

Pendorong harga batubara di kuartal pertama, menurut Ibrahim, adalah 
kebiasaan negara-negara pengguna untuk memperbesar cadangan batubara. 
Ini menyebabkan harga batubara tetap tinggi.

Kedua analis memperkirakan, harga batubara akan melandai jika konflik 
di Timur Tengah padam. Ibrahim juga mengingatkan, di kuartal kedua, 
investor perlu mengawasi penurunan harga batubara.

Tapi, harga bisa naik kembali jika pasar sudah bisa menerima  kebijakan
bunga tinggi. "Harga batubara bisa tetap tinggi meskipun  konflik
geopolitik di Timur Tengah sudah reda," kata Herry.



Kirim email ke