Regards 
Krisna Putra Darma
www.krisnaputradarma.com

sent from BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Xn@ 182" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 1 Mar 2011 09:47:04 
To: <[email protected]>; mm ugm 
ugm<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [xna-investment] LABA ANTAM naik 175%

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan laba bersih (unaudited) di 2010 sebesar 
Rp 1,663 triliun, naik 175% dibandingkan laba bersih 2009 yang sebesar Rp 604 
triliun.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis dalam siaran 
pers yang dikutip detikFinance, Selasa (28/2/2011).

"Kenaikan laba bersih perseroan terutama disebabkan peningkatan penjualan 
komoditas feronikel yang memiliki marjin lebih besar serta peningkatan harga 
komoditas," ujarnya.

Alwin mengatakan, harga pokok penjualan Antam turun seriring penurunan 
penjualan logam mulia yang memiliki marjin kecil, setelah manajemen Antam 
menghentikan kegiatan trading logam mulai di awal 2010 untuk menurunkan risiko 
fluktuasi harga.

Kinerja keuangan Antam 2010 merefleksikan peningkatan signifikan kinerja 
penjualan komoditas utama feronikel serta peningkatan harga komoditas. Di 2010 
seluruh fasilitas operasi nikel kami berjalan optimal sementara operasi 
komoditas emas juga meningkat seiring pengoperasian tambang emas baru di 
Cibaliung," tutur Arwin.

Menurut Arwin, perseroan juga berhasil melakukan efisiensi Rp 225,5 miliar 
sehingga tingkat biaya tetap terjaga. Di 2011 perseroan memprioritaskan 
dimulainya proyek-proyek hilir bernilai tambah seperti proyek Chemical Grade 
Alumina Tayan.

Nilai penjualan tidak diaudit Antam sebesar Rp8,745 triliun di 2010  tercatat 
naik dibandingkan nilai penjualan di 2009 yang berjumlah Rp 8,711 triliun.

Peningkatan ini disebabkan kenaikan tajam penjualan komoditas feronikel di 2010 
yang berhasil menutupi penurunan volume penjualan dari kegiatan trading logam 
mulia yang dilakukan untuk menurunkan risiko fluktuasi harga.

Seiring dengan optimalnya operasi pabrik FeNi I, FeNi II dan FeNi III  Antam, 
di 2010 volume produksi feronikel naik tajam 49% dibandingkan 2009 menjadi 
18.688 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Optimalnya level produksi dan peningkatan permintaan menyebabkan volume. 
penjualan komoditas feronikel naik 29% dibandingkan 2009 menjadi 18.254 TNi. 
Peningkatan volume penjualan ini didukung kenaikan harga jual rata -rata 
feronikel sebesar 49% dibandingkan 2009 menjadi US$ 10,12 per pon yang 
menyebabkan pendapatan dari feronikel naik tajam 71% dibandingkan 2009 menjadi 
Rp3,679 triliun.

Sementara itu, volume penjualan bijih nikel Antam juga melonjak sebesar 20% 
dibandingkan 2009 menjadi 5.863.840 wmt. Peningkatan ini juga didukung kenaikan 
harga jual rata-rata bijih nikel sehingga pendapatan dari komoditas bijih nikel 
naik 39% menjadi Rp2,364 triliun.

Secara keseluruhan, segmen usaha nikel Antam menyumbang 69% dari total 
penjualan Antam di 2010.

Dengan dimulainya pengoperasian tambang emas baru Cibaliung, produksi emas 
Antam naik 6% dibandingkan 2009 menjadi 2.776 kg. Sementara itu, dari sisi 
volume penjualan, menyusul keputusan manajemen pada awal 2010 untuk 
menghentikan kegiatan trading logam mulia yang memiliki marjin kecil dan 
menurunkan risiko fluktuasi harga, volume penjualan emas Antam turun 49% 
dibandingkan 2009 menjadi 6.561 kg.

Hal ini menyebabkan pendapatan dari komoditas emas turun 45% menjadi Rp 2,354 
triliun, meski harga jual rata-rata emas di 2010 naik 26% 
dibandingkan 2009 menjadi US$ 1.227,47 per toz.

Secara keseluruhan, Antam membukukan laba bersih sebesar Rp1,663 triliun di 
2010, naik 175% jika dibandingkan laba bersih 2009 sebesar Rp 604 miliar. Laba 
bersih per saham Antam di 2010 tercatat Rp 174,58 dibandingkan 2009 yang 
sebesar sebesar Rp 63,46.




      

Kirim email ke