IB News Mayora Indah Bidik Laba Rp 500 Miliar PT Mayora Indah Tbk (MYOR) memprediksi perolehan laba bersih tahun 2010 mendekati Rp 500 miliar, naik lebih dari 30% dari tahun 2009 sebesar Rp 372,157 miliar.
Menurut Direktur MYOR Hermawan Lesmana, angka pastinya sedang dalam proses audit namun ia menyatakan peningkatan laba didorong oleh naiknya pendapatan perseroan sebesar 46,53% menjadi Rp 7 triliun dari Rp 4,777 triliun. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan produksi biskuit, permen, kopi dan healty food. MYOR juga mencatat ekspor sebesar 30% ke wilayah ASEAN dan Timur Tengah. Sebelumnya, MYOR baru saja memperoleh fasilitas Mandiri Cash Management dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam pembayaran ke pihak ketiga. Harga saham perseroan mengalami tekanan jual sejak 9 Februari 2011 di level Rp 11.250 ke Rp 9.350 pada 8 Maret 2011. Sejak perdagangan kemarin, harga saham MYOR kembali diangkat. Saat ini harga MYOR bertengger di Rp 9.650/saham. Please visit IB News blog http://www.financeindonesia.org/blog.php?3702 Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 10 Mar 2011 11:17:09 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM WIB Terima kasih untuk masukannya. Di acara tadi juga saya bahas mengenai kelebihan dan kelemahan dari masing2 jenis investasi, baik di emas kelebihan dan kekurangannya, maupun di saham untuk kelebihan dan kekurangannya. Dan memang di acara tersebut saya lebih cenderung mengajak untuk melakukan diversifikasi karena saya menduga masing banyak di masyarakat kita yang belum familiar dengan saham. Karenanya saya lebih mengajak untuk mulai mempelajari dan mencari alternatif investasi di saham yang sebenarnya dari data yang saya tunjukkan dapat memberikan keuntungan jauh lebih besar dari tingkat keuntungan di emas. Bahkan saya tunjukan bahwa ternyata selama ini pandangan yang mengatakan bahwa emas adalah investasi yg bagus saat terjadi krisis atau menghadapi krisis, tadi saya berikan datanya bahwa ternyata pada saat krisis Juli 2008 - Oktober 2008, emas mengalami penurununan sebesar 26%, walau di saham jauh lebih besar penurunannya pada periode yg sama dimana rata2 bisa lebih dari 50% penurunannya dari harga tertingginya di periode tersebut. Yang menarik adalah justru di saat krisis terjadi, orang cenderung berburu dolar, dan bukan emas. Karenanya bisa kita lihat dolar memberikan keuntungan sampai 35% selama periode Juli 2008 - Oktober 2008 lalu. Walau ini sebenarnya tidak baik juga saya berbicara seperti itu, tapi saya mencoba memberikan data lapangan saja, fakta lapangan saja bahwa ternyata dollar menjadi incaran awal untuk pengamanan aset ketika terjadi krisis. Tapi, ketika krisis tidak ada, kondisi ekonomi stabil dan terkendali seperti sekarang, dollar justru malah jadi tidak menarik karena tidak memberikan keuntungan yg besar layaknya di saham maupun di emas :) Semoga bermanfaat. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/3/10 SITIO EDWIN <[email protected]> > > > Dear Irwan A > Mungkin pertanyaannya perlu diganti bos > Bukan mana yang lebih menarik (emas or saham) > tapi "bagaimana mendapatkan portofolio optimum dengan berinvestasi di emas > dan saham) > saya kitra lebih berbobot > > thks > Edwin > > ------------------------------ > *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thu, March 10, 2011 12:13:06 AM > > *Subject:* [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM > WIB > > > > Bila tidak ada perubahan, pagi ini, Kamis 10 Maret 2011, jam 9:15 AM > > WIB, di Metro TV, saya dan Maria Kalaij akan membahas soal investasi > di emas vs investasi di saham. Manakah yang lebih menarik. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > >
