Batu Bara Kian Menggiurkan Jakarta, Kompas - Produksi batu bara secara nasional diperkirakan terus meningkat seiring tren kenaikan harga komoditas ini di pasar internasional. Selain itu, permintaan batu bara dunia juga diperkirakan akan meningkat, terutama dari Jepang yang baru dilanda gempa dan tsunami.
Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Supriatna Suhala, dalam jumpa pers, Senin (14/3) di Jakarta, volume produksi batu bara tahun 2011 diperkirakan mencapai 340 juta ton. Dari total produksi itu, 80 juta ton di antaranya untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk untuk proyek percepatan pembangkit 10.000 megawatt. Dalam lima tahun ke depan, produksi batu bara nasional diperkirakan bisa lebih dari 400 juta ton. Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, total produksi batu bara tahun 2010 sebesar 275 juta ton. ”Kenaikan produksi tahun ini dipicu peningkatan harga batu bara di pasar dunia,” ujarnya. Peningkatan produksi itu sebagai dampak kenaikan harga batu bara dunia dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, bencana tsunami dan gempa di Jepang juga diperkirakan mendorong peningkatan permintaan batu bara. ”Karena beberapa pembangkit nuklir di Jepang tidak beroperasi, kemungkinan Jepang akan beralih ke energi lain yang relatif murah, yakni batu bara untuk membangkitkan tenaga listrik di pembangkitan. Selama ini, mesin pembangkit listrik berbasis batu bara tidak semua beroperasi untuk efisiensi,” katanya.
