DEAR ALL..

TOLONG TANYA KALAU MAU CARI DATA INFO PROSPEKTUS IPO SAHAM YANG TAHUN 2010 
DIMANA YA...
APAKAH ADA YG SEDIAKAN VIA WEBSITE ?

THANKS A LOT
- BUDIONO

--- On Wed, 3/16/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang
To: [email protected]
Date: Wednesday, March 16, 2011, 8:53 AM







 



  


    
      
      
      












Sy katakan jgn memuji tentara jepang saat perang dunia 2. Bukan jgn memuji 
jepang. Sangat berbeda. :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® 
smartphoneFrom:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 16 Mar 2011 14:39:37 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang

 



    
      
      
      












Learn to let go  bro

Ambil bagusnya

Powered by ShortsellFrom:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 16 Mar 2011 14:48:05 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang

 



    
      
      
      












Sebaiknya kita janganpuji2 pasukan jepang jaman perang dunia 2. Mereka bnatang 
yg membuat ribuan prempuan kehilangan kehormatannya. Tdk ada 1 pun negara dlm 
sejarah perang modern yg menyediakan prempuan bangsa jajahan bagi tentara2nya. 
Kecuali Jepang.Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphoneFrom:  
[email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 16 Mar 2011 14:26:52 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang

 



    
      
      
      












Kalo ga salah waktu PD II. Pasukan jpg cuma di bekali nasi dan garam. Tapi 
berani mati. Ini bikin pasukan alien mikir2 kalo hrs duel satu lawan satu

Powered by ShortsellFrom:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 16 Mar 2011 14:22:35 +0000To: Grup 
saham<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang

 



    
      
      
      












Apa yg terjadi dijepang saat ini sudah pernah terjadi dulu waktu gempa kobe yg 
menyebabkan nikkei jatuh dan barring banks jatuh.

Sent from BlackBerry® on 3From:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 16 Mar 2011 14:19:10 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang

 



    
      
      
      












Jpng emang paling gila. Satu2nya asia. yg pernah ngalahin pasukan rusia. Ngebom 
amerika. Apalagi ya ?

Cuma tsunami mungkin kecil bagi mrk
Dua bom atom aja uda di telen

 Powered by ShortsellFrom:  Dragon number one <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 16 Mar 2011 06:14:49 -0800To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar dari Jepang

 



    
      
      
      Ah masa sih? Tadi pekerja di reaktor nuklir uda ditarik pulaang, kata 
analis nuklir amerika artinya itu jepang uda lempar handuk..
On 2011 3 16 21:08,  <[email protected]> wrote:
>  
> 
>   
> ----- Original Message -----
> 

> From: Nur Astuty Wahidin  
> To:Mailing List  
> Sent:Wednesday, March 16, 2011 4:00 PM  
> Subject:[alma_saj_gama] Belajar Dari Jepang (Bag.1)  
>  
> 
>   
>  
> 

> Tulisan bagus yang ditulis oleh seorang mahasiswi yg tinggal Jepang:
> 
> ------------ --------- ---------
> 
> Say YES to GAMBARU! 
> 
> By Rouli Esther Pasaribu
> 
> Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di 
> Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai 
> titik darah penghabisan.  Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama 
> prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih 
> lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo 
> berjuang bersama-sama) , motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin 
> penelitian lebih  dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga 
> ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan 
> gambaru. Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo 
> males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. 

> 
> Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai 
> shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha 
> abis-abisan)  Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter 
> "keras" dan "mengencangkan" . Jadi image yang bisa didapat dari paduan 
> karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita 
> mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas 
> persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu 
> adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, 
> jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan 
> gambaru, titik.). 

> 
> Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, 
> kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan 
> anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak 
> pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca 
> dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki 
> langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 
> atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari 
> pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia 
> melawan penyakitnya itu sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan 
> sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : 
> Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya 
> jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a 
> must! 

> 
>  
> 
> Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget 
> dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 
> 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami 
> di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang , letusan gunung 
> merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan 
> gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. 
> Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di 
> dunia. Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang 
> panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian 
> mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala 
> bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV 
> memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip 
> tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh 
> kepiluan dan tatapan
 kosong tak punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini 
benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar 
jika kemudian mereka tidak punya harapan. Tapi apa yang terjadi pasca bencana 
mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu 
ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet 
bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu 
(lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), 
sama sekali ngga disiarkan di TV. Jadi yang ada apaan dong? Ini yang gw lihat 
di stasiun2 TV : 

> 
> 1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
> 
> 2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi 
> bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah 
> tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)

> 
> 3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman 
> listrik terencana
> 
> 4. Tips-tips menghadapi bencana alam
> 
> 5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam

> 
> 6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena 
> bencana
> 
> 7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang 
> terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai 
> banget harganya)

> 
> 8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan 
> tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita 
> hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan 
> secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati

> 
> 9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
> 
> *ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi 
> tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat 
> pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita 
> berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

> 
>  
> 
> *Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita 
> mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; 
> Gelap sekali di Sendai , lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu 
> bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas. 

> 
>  
> 
> Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala 
> gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : 
> kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang 
> luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang 
> alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena 
> : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya 
> apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi 
> segala persoalan dalam hidup. Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti 
> pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini 
> semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka 
> tanyalah pada rumput yang bergoyang... ..I guarantee you 100 percent, selama 
> masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw 
> rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. Kalau
 ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan 
hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap 
hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani 
bertanggungjawab itu maksudnya  : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, 
main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah 
nangis manja. 

> 
>  
> 
> Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk 
> apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau 
> S2 atau S3 mah, ya di eropa atau  amerika sekalian, kalo di Jepang mah 
> nanggung. Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, 
> iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, 
> bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia , negeri kecil pula dan kalo ga bisa 
> bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal 
> juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau 
> sastra barat lainnya. Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin  sama sanak 
> keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di 
> jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang 
> paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of 
> life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya
 itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana 
saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar 
udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua 
itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari 
ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan 
TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan 
lagi merasa muak jiwa raga. 

> 
>  
> 
> Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :  Indonesia jin no watashi ni 
> gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. 
> Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo 
> ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar 
> hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang 
> Indonesia . Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam 
> diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang). 

> 
> Say YES to GAMBARU!
> 
>  
> 
>   
>   
>     
> 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> ------------------------------------
> 
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

> 
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL 
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK 
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.

> 
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham

> Yahoo! Groups Links
> 
>     Individual Email | Traditional
> 

> 

> 
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
> 



    
     

    










    
     

    









    
     

    









    
     

    









    
     

    









    
     

    









    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke