Dear all,
Tanpa bermaksud menari di atas penderitaan orang lain, saya ingin konfirmasi 
mengenai berita di bawah ini. Apakah ini artinya adalah peluang investasi untuk 
beberapa tahun ke depan? Beberapa hari yang lalu Warrent Buffet juga bilang 
begitu. Yang pasti rekonstruksi di Jepang perlu banyak sekali bahan 
infrastruktur seperti baja, semen, minyak, batubara, dll.
Kira-kira masuk akal nggak?

Wassalam,



Noval


http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1360442/tugas-berat-menanti-jepang
Tugas Berat Menanti Jepang


INILAH.COM, Tokyo – Dua pekan setelah gempa bumi 9,0 SR pada 11 Maret lalu, 
Jepang menghadapi tugas berat berikutnya. Yakni membersihkan kekacauan yang 
ditimbulkan gelombang tsunami.

Entah dari mana Jepang harus memulai kegiatan bersih-bersih ini. Apakah 
menyeret kembali Chokai Maru, kapal sepanjang 45 meter yang terdampar di sebuah 
rumah nyaris di tengah kota pesisir Higashimatsushima? Mengurus ratusan mobil 
yang terbengkalai di Kota Sendai? Atau mungkin membersihkan kanal yang penuh 
dengan barang-barang?

Porak-poranda sepertinya tepat untuk menggambarkan kota-kota di pesisir 
utara-timur Jepang, pascabencana 11 Maret lalu. Selain lebih dari 10 ribu 
korban tewas dan 17 ribu lainnya hilang, kerusakan lingkungan juga mempersulit 
tugas Jepang. Apalagi, PLTN Fukushima Daiichi bermasalah dan mengancam manusia 
dengan radiasi berbahayanya.

Bank Dunia memperkirakan, upaya rekonstruksi Negeri Sakura membutuhkan 
setidaknya lima tahun. Maka tak ada hal lain yang bisa dilakukan Jepang selain 
segera memulainya, mengingat mereka juga telah banyak menguburkan keluarga dan 
kerabat yang tewas akibat bencana tersebut.

"Saya tak tahu sampai kapan bersih-bersih ini akan berlangsung. Terakhir kali, 
hanya sebagian rumah yang rusak. Kali ini, seluruh rumah rusak. Saya tak tahu 
dari mana kami harus memulainya dan bagaimana akan melakukannya," ujar seorang 
pejabat Higashimatsushima, Takashi Takayama.

Seluruh pekerja di kota itu sudah mulai lelah dan meminta bantuan dari 
perusahaan konstruksi. Kontraktor-kontraktor pribadi mulai bekerja dan 
membersihkan jalan, memunguti puing-puing yang berserakan dan mengumpulkannya. 
Dari sini, tugas besar berikutnya kembali membayangi Jepang.

"Memisahkannya merupakan sebuah tantangan besar," lanjut Takayama. Jepang cukup 
rapi dengan sampahnya. Mereka memisah-misahkan dengan amat tertib. Misal 
benda-benda yang bisa dibakar, sisa-sisa makanan dan lainnya. Kini, masyarakat 
yang sudah lelah menyatukan sampah-sampah itu.

Sebagai perbandingan, usai badai Katrina menerjang Amerika pada 2005 silam, 
Amerika Serikat (AS) harus membersihkan air laut, saluran pembuangan, bahan 
kimia, bahan bakar dan minyak yang bercampur bak sup beracun. Bahkan tiga tahun 
setelah Katrina, pejabat AS menyatakan wilayah yang terdampak bencana masih 
jauh dari bersih.

Bayangkan Jepang, dimana kerusakan terlihat tak berakhir. Menurut pakar bencana 
University of North Texas, Jepang juga mengalami hal sama. "Akan membutuhkan 
tahunan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan ini," ujarnya. Biayanya juga 
masih belum bisa diperkirakan. Meski pemerintah Jepang memprediksikan Jepang 
mengalami kerugian hingga 25 triliun yen (US$309 juta).

Tugas bersih-bersih besar juga pernah dialami oleh ribuan kota di 14 negara 
Asia dan Afrika setelah bencana gempa bumi dan tsunami 2004 lalu. Di Indonesia, 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempekerjakan 400 ribu orang untuk 
membersihkan 1 juta kubik puing-puing yang berserakan di Aceh.

Banyak negara yang tidak lebih maju dari Jepang juga menjadi korban bencana, 
serta kekurangan sistem pembuangan. Pada tahap bersih-bersih awal, beberapa 
membakar puing-puing di udara terbuka atau membuangnya di tanah kosong. Bahkan, 
ada yang menggunakan metode berbahaya seperti membuangnya di sungai, sumur dan 
jalur-jalur air yang mengalir lainnya.

Bisa diasumsikan Jepang akan menggunakan pembakar canggih dan mengatur 
wilayah-wilayah untuk sanitasi. Meski teknologi canggih bukan jaminan bebas 
masalah. Di AS, ada tudingan korupsi terhadap perusahaan layanan pembersih 
setelah badai Katrina. Termasuk klaim pembuangan sampah di sembarang area. [ast]




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke