Dear Bang Ian,

 

Kira2 saham apa yang akan seperti ASII? Seandainya saya mau invest untuk
long-long term invest, beli dan lupakan sahamnya, dan seandainya ada right
issue tidak merugikan investor public.

 

Thx.

 

Btw mau tanya juga mengenai BUMI, apakah setelah dipegang oleh
Vallar..GCGnya akan menjadi lebih baik?

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Irwan Ariston Napitupulu
Sent: Friday, April 01, 2011 11:57 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] wta; tahun 2002 beli ASII 20lots

 

  

Pak Ulle, selama anda pegang saham ASII sejak 2002, tampaknya anda juga
sudah menikmati dividen sebesar Rp4090 per saham, melebihi dari harga beli
anda secara rupiah absolut :)

Bisa dilihat datanya di website BEI yang lama dengan alamat, halaman 2 :

http://202.155.2.90/Performance_Summary/ASII.pdf

Pak Ulle telah merasakan nikmatnya investasi, tapi perlu mikir2 yg rumit2,
hanya beli dan lupakan sahamnya pernah dibeli, ternyata setelah ditengok
selama 9 tahun, hanya dari perbedaan harga beli dan harga pasar sekarang
(tanpa memperhitungkan dividen yg sudah diterima selama ini), telah
mengalami peningkatan sebesar 2044% atau kalau dirata2 pertahun secara rata2
geometric (setara dengan konsep bunga berbunga) maka rata2 pertahun
peningkatannya adalah 40,56%.

Kalau dibandingkan dengan membeli emas, harga emas di tahun 2002 sekitar
Rp89 ribu per gram, dan sekarang sekitar 410 ribu per gram. Ada kenaikan
360% selama 9 tahun atau kalau dirata2an per tahun (rata2 geometri alias
konsep bunga berbunga) adalah sebesar 18,5% saja per tahun.

Investasi di property, kalau orang property kasih tahu ke saya, rata2
sekitar 20% per tahun.

Investasi Pak Ulle di ASII ternyata jauh lebih tinggi dibanding dengan
investasi di emas maupun property.

Itulah kekuatan dari investasi saham di perusahaan2 yg jelas2 sudah terbukti
sukses, termasuk salah satu leader di bidangnya, produknya disukai/dipakai
oleh banyak orang. Dan manajemennya dapat dipercaya dalam mengelola
perusahaan secara GCG. Harga saham akan mengikuti pertumbuhan dari bisnis
perusahaan tersebut.

Apakah sebaiknya sekarang dijual atau tidak, semua tergantung dari persepsi
dan kebutuhan Pak Ulle. Ingin menjual "tambang emas" investasi anda selama
ini di ASII, untuk dialihkan ke "tambang emas" lainnya, semua tergantung
dari penilaian dan keputusan Pak Ulle.

Kalau Pak Ulle melihat dalam 4 tahun ke depan Astra Internasional akan sulit
untuk bisa survive di bisnisnya yang sekarang sehingga akan terjadi
penurunan kinerja, maka bisa saja menjualnya. Tapi bila Pak Ulle melihat
bahwa dalam 4 tahun ke depan, manajemen Astra dapat menjaga kinerja
perusahaan setidaknya seperti 4-5 tahun belakangan ini, maka di bulan April
2014, saya perkirakan harga ASII akan berada diantara Rp110.000 s.d.
Rp.204.000.

Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/1 UlleBoh <[email protected]>



mau minta saran bang Yan atau yang sudah pengalaman lainnya, apakah saya
taking profit dulu ?

 

pada tahun 2002 saya beli saham asii (astra international) sebanyak 20 lot
seharga Rp2700/saham, niatnya sih untuk tabungan hari tua, kadang ada
perasaan khawatir juga kalau2 turun mengikuti siklus 10 tahunan ?.

tahun 2008 sempat mau cut loss, tapi keburu agak dalam, akhirnya dibiarin
aja sampai sekarang.

 

terima kasih,

ulle

 

 



Kirim email ke