Lagi iseng-iseng main di kaskus ada thread menarik,
kalau baca komen di kaskus biasanya pada ga jelas mending nunggu komen
suhu-suhu dari milis saham aja :D
linknya di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7785461
berikut isi threadnya :

*Negara ini Ternyata Dihidupi SUN hingga Mencapai $ 54,308 milyar (Rp 488,77
triliun*
------------------------------
Gawat, Pemerintah Tak Hidupi Negara Ini Dengan Produktivitas, Tapi Dengan
Menjual Aset Melalui Hutang

JAKARTA, RIMANEWS, Senin, 4 Apr 2011 02:39 WIB- Rezim pemerintahan
SBY-Boediono kian hari kian diragukan kualitas dan keberpihakannya pada
rakyat. Rezim ini dinilai hanya pandai melakukan manipulasi dan pencitraan
agar nampak baik d hadapan publik.

Salamuddin Daeng dari Instite Global Justice (IGJ), menyoroti dua manipulasi
yang telah dilakukan rezim SBY-Boediono. Pertama, manipulasi keuangan Negara
untk mengisi kantong kekuasaan, dan kedua, manipulasi indicator
kesejahteraan dalam rangka pencitraan politik.

Manipulasi keuangan negara dilakukan dengan memperbesar keuangan pemerintah
dengan cara *mencetak surat hutang hingga mencapai USD 54,308 milyar (Rp
488,77 triliun)*. Selama 6 tahun terjadi peningkatan Surat Berharga Negara
156,40%. Inilah penyebab terjadi peningkatan devisa negara secara tajam ,
dimana 92,7% dari devisa USD 89,032 miliar pada Jan 2011, bersumber dari
Surat Hutang.
*
Surat hutang tersebut digunakan untuk membiayai APBN (antara lain: gaji,
stimulus keuangan dan perdagangan bagi PMA) dan membiayai impor,termasuk
impor pangan yang marak dalam 6 tahun terakhir. *Peningkatan APBN
(2004-2010) terdapat peningkatan penerimaan Rp 452,27 triliun sebagian
berasal dari penjualan surat berharga negara (Rp 488,77 triliun tsb diatas).

Pada saat yang sama penerimaan dari Sumber Daya Alam (SDA) mengalami
penurunan. Jadi pemerintahan ini tidak menghidupkan negara dari
produktivitas tapi dari menjual aset-aset negara melalui hutang.

Sementara pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dipasok dari sumber-sumber
impor (16 komponen impor senilai 3,2 milyar USD). Akibat serangan
produk-produk impor ini, maka pengangguran dan kemiskinan meningkat. Namun
angka-angka kemiskinan dan pengangguran juga dimanipulasi. Indikator orang
miskin diturunkan, yang seharusnya 2USD/hr/kapita sesuai standar Bank Dunia,
menjadi Rp 7.200. Sementara orang bekerja 8 jam perhari (menurut UU) tetapi
yang kerja 1 jam perminggu dianggap bukan penganggur)
http://www.rimanews.com/read/2011040...dengan-menjual<http://www.rimanews.com/read/20110404/22595/gawat-pemerintah-tak-hidupi-negara-ini-dengan-produktivitas-tapi-dengan-menjual>

 Quote:
  *Berapa Utang Pemerintah Indonesia?*

Jurnal-ekonomi.org – Berapakah utang pemerintah Indonesia pada tahun ini?
Menurut Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2010, jumlah
seluruh utang pemerintah mencapai US$ 185,3 milyar. Bila dirupiahkan dengan
kurs Rp 9000/ US dollar, maka utang negara kita mencapai Rp 1.667,70
trilyun. Jika dibagi jumlah penduduk Indonesia 237,556 juta jiwa berdasarkan
hasil sensus penduduk 2010, maka setiap penduduk Indonesia memikul utang
negara sebesar Rp 7 juta.

*Utang Pemerintah Indonesia*

http://muttaqin.info/wp-content/uplo...h2001-2010.png<http://muttaqin.info/wp-content/uploads/2010/10/KurvaUtangPemerintah2001-2010.png>
*Source: 
Jurnal-ekonomi.org<http://www.jurnal-ekonomi.org/2010/10/22/berapa-utang-pemerintah-indonesia/>
*

Dalam sepuluh tahun terakhir, utang pemerintah berkembang pesat dari
US$122,42 milyar pada tahun 2001 menjadi US$185,3 milyar pada tahun 2010.
Selama periode tersebut utang negara bertambah US$ 61,88 milyar atau setara
Rp 556,92 trilyun.

Dengan demikian selama sepuluh tahun terakhir pemerintahan 3 rezim; Gusdur,
Megawati, dan SBY, negara tidak memiliki kemampuan mengurangi ketergantungan
terhadap utang apalagi menghilangkannya. Justru utang negara meningkat
50,56% atau hampir setengah dari jumlah utang tahun 2001.

Pemerintahan SBY yang sudah memasuki dua periode jabatan, memiliki andil
besar dalam menggelembengkuan utang negara. Sejak tahun 2004 hingga 2010,
utang negara bertambah US$45,42 milyar dollar atau sekitar Rp 408,78
trilyun. Jadi dari 50,56% peningkatan utang negara sejak 2001, pemerintahan
SBY menyumbangkan peningkatan utang sebesar 37,10%. Jika dihitung sejak
tahun 1970 dengan jumlah utang pemerintah pada saat itu mencapai US$2,77
milyar, maka utang negara selama 40 tahun terakhir bertambah sebesar
6.589,53%.

http://muttaqin.info/wp-content/uplo...a2001-2010.png<http://muttaqin.info/wp-content/uploads/2010/10/TabelUtangPemerintahIndonesia2001-2010.png>

Utang pemerintah tersebut terdiri atas utang luar negeri dan utang dalam
negeri. Utang dalam negeri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut
pinjaman pemerintah dalam bentuk surat utang atau obligasi. Perkembangan
utang pemerintah terutama sejak masuknya IMF pada era reformasi meningkat
drastis. Peningkatan tersebut didorong oleh biaya BLBI dan paket
rekapitalisasi perbankan yang menelan biaya pokok Rp 650 trilyun. Biaya ini
atas perintah IMF diaktuaisasikan pemerintah dalam bentuk Surat Utang Negara
atau disebut juga obligasi rekap.

Selanjutnya, pemerintah menjadikan instrumen surat utang untuk mendanai
APBN. Sehingga jika sebelumnya pemerintah hanya mengandalkan utang luar
negeri sebagai sumber pembiayaan APBN, maka penjualan surat utang negara pun
menjadi andalan utama pemerintah dalam berutang. Sebagai negara yang kaya
sumber daya manusia dan sumber daya alam, dengan letak yang sangat
strategis, menjadi sangat ironis negara ini hidupnya bergantung pada utang.
Pertanyaan bagi kita; kemana potensi sumber daya manusia Indonesia? Kemana
potensi sumber daya alam yang melimpah perginya? Tentu ada yang salah dengan
sistem ekonomi dan ideologi yang diterapkan di negeri kita. Inilah yang
harus direnungkan dan dipecahkan.

*Berapa Cicilan Pokok dan Bunga Utang Negara dalam APBN?*

http://www.muttaqin.info/wp-content/...ang-Negara.jpg<http://www.muttaqin.info/wp-content/uploads/2010/11/Grafik-Perkembangan-Cician-Utang-Negara.jpg>

Jumlah utang pemerintah Indonesia pada saat ini mencapai US$185,3 milyar
atau bila dirupiahkan dengan kurs Rp 9.000/US$ setara dengan Rp1.667,7
trilyun. Jumlah yang tidak sedikit yang bila dibebankan kepada 237,556 juta
penduduk Indonesia maka setiap warga negara harus memikul utang negara
sebesar Rp7 juta. Jika jumlah utang negara kita sudah sangat besar maka
berapakah beban cicilan pokok dan bunga utang pemerintah yang harus dibayar
rakyat dalam APBN? (baca: berapa utang pemerintah Indonesia?)

Berdasarkan data dari Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober
2010, dalam APBN-P 2010 jumlah keseluruhan cicilan utang pemerintah mencapai
angka Rp230,33 trilyun. Cicilan tersebut terdiri atas cicilan pokok sebesar
Rp124,68 trilyun dan cicilan bunga Rp105,65 trilyun. Proporsi anggaran
pembayaran utang mencapai 23,21% dari Rp992,4 trilyun penerimaan APBN dimana
hampir setengahnya atau 45,87% adalah pembayaran bunga utang pemerintah.
Akibat besarnya jumlah cicilan utang, APBN pun mengalami defisit sangat
besar, yakni Rp133,75 trilyun.

*Tren Cicilan Utang*

http://www.muttaqin.info/wp-content/...-2000-2010.jpg<http://www.muttaqin.info/wp-content/uploads/2010/11/Tabel-Cicilan-Pokok-Bunga-Utang-Pemerintah-2000-2010.jpg>

Sejak tahun 2000, tren cicilan utang pemerintah meningkat (lihat grafik).
Dari Rp57,69 trilyun pada tahun 2000 menjadi Rp230,33 trilyun di 2010.
Tingkat cicilan utang negara tahun ini meroket hampir 4 kali lipat cicilan
utang pemerintah tahun 2000. Hanya pada tahun 2003 cicilan utang turun
jumlahnya dari cicilan tahun 2002, dan tahun 2005 dari tahun 2004. Tetapi
jika dibandingkan dengan tahun 2000, tren cicilan utang tidak mengalami
penurunan sama sekali (lihat tabel).

Selama 11 tahun terakhir, negara telah membayar utang sebesar Rp1.596,1
trilyun dan 54% di antaranya atau sekitar Rp864,67 trilyun adalah untuk
membayar bunga utang yang jatuh tempo. Jumlah keseluruhan pembayaran utang
pemerintah tersebut lebih dari 7,8 kali penerimaan APBN 2000, 4,7 kali
penerimaan APBN 2003, 2,5 kali penerimaan APBN 2006, dan 1,6 kali penerimaan
APBN 2010. Jumlah ini juga hampir menyamai jumlah utang negara tahun ini
Rp1.667,7 trilyun. Sedangkan total pembayaran bunga utang pemerintah lebih
besar dari anggaran penerimaan pajak tahun ini Rp743,3 trilyun.

Meski Indonesia telah membayar utang sebesar Rp1.667,7 trilyun selama 11
tahun terakhir, utang Indonesia tidak turun justru membengkak dari jumlah
utang pada tahun 2000 yakni Rp1.235 trilyun. Bahkan jika dibandingkan jumlah
utang pemerintah tahun 1998 sebesar Rp553 trilyun, jumlah utang pemerintah
Indonesia tahun ini bertambah 3 kali lipat sejak krisis moneter.

*REFERENSI*
Direkrorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Republik
Indonesia, 2010. Perkembangan Utang Negara (Utang Luar negeri dan Surat
Berharga Negara) Edisi Oktober
201<http://www.dmo.or.id/dmodata/5Statistik/1Posisi_Utang/1Posisi_Utang_LN/Buku_Saku_perkembangan_Utang_Negara_edisi_Okt_2010.pdf>
0.
Source:
http://www.jurnal-ekonomi.org/2010/1...tah-indonesia/<http://www.jurnal-ekonomi.org/2010/10/22/berapa-utang-pemerintah-indonesia/>
http://www.jurnal-ekonomi.org/2010/1...ra-dalam-apbn/<http://www.jurnal-ekonomi.org/2010/11/01/berapa-cicilan-pokok-dan-bunga-utang-negara-dalam-apbn/>
Quote:
  Originally Posted by *b4djul* [image: View
Post]<http://www.kaskus.us/showthread.php?p=399258453#post399258453>
*BAPPENAS: Parah, Indonesia Sulit Lepas dari Utang!*

<http://economy.okezone.com/read/2010/11/24/20/396347/20/parah-indonesia-sulit-lepas-dari-utang>
----------------

*Kenapa sih dipusingkan ... toh yang kelak giliran membayarnya, bukan kita
sekarang, tapi generasi anak-cucu kita kelak. Palingan kelak kita di
sumpahin mereka (meski sudah di dalam kubur) karena dituding sangat tamak
saat membuat utang di masa lalu sehingga semua SDA negeri ini tergadaikan ke
asing ddalam hitungan kurun waktu 100-150 tahun kemudian ...*

Kirim email ke