Kena pak, salahsatu bank yg sy tau ada yg ngenain 125 ribu/bln utk edc biasa 
dan 300 ribu/bln utk edc wireless. :) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Vernichtung <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 7 Apr 2011 10:08:47 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Prosedur Klaim Surcharge Kartu Kredit

Setahu saya mesin edc itu tidak dikenakan biaya sewa, pedagang hanya
diharuskan utk membuka account di bank yg memberikan fasilitas mesin
edc tsb.  Hanya saja dalam setiap transaksi kartu kredit pedagang
dikenai surcharge 3% diatas total nilai transaksi.  kalaupun ternyata
surcharge itu merupakan suatu bentuk "biaya sewa" mesin edc, itu tentu
adalah diskresi dari bank bukan pedagang/pemilik toko.

Pedagang/pemilik toko menempatkan mesin edc atas dasar pemikiran akan
kenyamanan/fasilitas bagi pelanggan bukan untuk mengharapkan transaksi
lebih besar maupun mengurangi resiko - karena penggunaan transaksi
dengan mesin edc pun banyak resikonya, salah satunya adalah kartu
kredit palsu, bisa juga kesalahan komunikasi antara mesin dengan
sistem bank yg mengakibatkan kesalahan pencatatan data transaksi.

Bisa saya tahu atas dasar apa pak cuanesia membuat pernyataan2
tersebut? Bapak mempunyai pengalaman langsung atau hanya sekedar
asumsi?

On 4/7/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Kl sy mikirnya gini bang Ian., pedagang menempatkan mesin edc itu atas
> kemauannya sendiri krn mengharapkan transaksi yg lebih besar dan mengurangi
> risiko dan waktu dia. Dan utk mendapatkan kemauannya tsb, si pedagang
> diwajibkan membayar sewa mesin edc, dan biaya sewa ini lah yg kemudian
> dibebankan ke pembeli (seringkali diatas harga sewa mesin tsb). Ini lah yg
> sy katakan pedagang cuman mau cuan lebih aja atas fasilitas (mesin edc) yg
> didapat atas kemauannya sendiri tsb. :)
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>

Kirim email ke