Akhir2 saya sering bgt ditlpn, nawarin kartu kredit, yg ada ditangan aja udh 7 
:D


Salam

-----Original Message-----
From: sahamvalas <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 12 Apr 2011 09:23:42 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] OOT: Tiru Malaysia, BI Bakal Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

gara-gara kejadian di kamar jamsostek
 
 
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan membatasi jumlah kepemilikan kartu kredit 
untuk setiap nasabah. BI akan meniru kebijakan Malaysia yang membatasi nasabah 
memiliki maksimal dua kartu kredit.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ketika 
ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

"Iya termasuk juga dalam aturan tersebut (pembatasan pemegang kartu kredit), 
saya kira dan sebetulnya ini bukan sekedar karena terjadi masalah seperti ini, 
negara lain memang sedang melakukan perbaikan-perbaikan aturan seperti 
Malaysia," ujar Darmin.

Dijelaskan Darmin, Malaysia baru saja menerbitkan aturan yang sangat 
memperketat aturan main penggunaan kartu kredit. Aturan itu mencakup kewajiban 
bank untuk memberi penjelasan sehingga nasabah bisa tahu detail suku bunganya. 

"Ketat dalam pengertian seperti sampai dalam pendapatan sekian, kartu kredit 
hanya boleh 2 di Malaysia, dan rinci sekali aturannya perlu ada kejelasan juga 
supaya si nasabah tahu mendapatkan bunga berapa," tuturnya.

Berapa bunga yang akan nasabah bayar, menurut Darmin harus dibuka agar 
masyarakat mengetahui kemampuannya untuk membayar kredit sehingga bank 
terhindar dari kredit macet.

"Supaya orang tahu, jangan kemudian karena kurang tau, maka menjadi berani 
mengambil kartu kredit dan setelah berani maka dia nggak bisa bayar," tambahnya.

Lebih jauh Darmin mengatakan, pihaknya akan membuat rambu-rambu secara khusus 
mengenai kartu kredit secara terperinci dalam waktu dekat ini. Menurutnya, 
aturan mengenai kartu kredit yang sudah ada akan diperketat secara lebih detail.

"Kita akan membuat aturan yang lebih rinci yang standarnya lebih detail, tetapi 
selain itu khusus kartu kredit kita sedang mempertimbangkan dan mengkaji, nah 
itu waktunya akan sedikit lebih panjang dengan membuat aturan-aturan yang lebih 
ketat dalam persoalan kartu kredit, artinya ketat sekali," jelas Darmin.


Kirim email ke