**Like this**
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ebitda Plus <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 13 Apr 2011 13:33:31 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] OOT: Apakah kita harus berteriak....???



Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada 
penduduk yang tinggal di sekitar Kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik 
Selatan. 


Nah..., penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang 
menarik, yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka 
lakukan, 
apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk 
dipotong dengan kapak. 


Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya 
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke 
atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang berada di 
bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka 
lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebihempat puluh hari. 


Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu 
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu, dahan-dahannya juga 
akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah 
aneh. Namun, kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan, 
bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu, seperti 
pohon, akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah..., sekarang, 
apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di Kepulauan 
Solomon ini? O....., sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik, 
bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu, maka berarti 
Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? Ayo cepat! Dasar leletan? Bego banget 
sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main di 
sini. Berisik! Bising!? 


Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orangtua Anda, karena merasa mereka 
membuat Anda jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih sakit sedikit 
aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar? Mama, tolong 
nggak usah cerewet, boleh nggak? 


Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda, karena Anda 
merasa sakit hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu 
nggak! 
Iii...! Bodoh banget jadi laki, nggak bisa apa-apa! Aduh. Perempuan kampungan 
banget sih!? 


Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya? E, tolol. Soal mudah 
begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter? 


Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal? E...., tahu 
ngak? Karyawan kayak kamu tuh, kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada banyak 
yang bisa gantiin kamu? Sial...! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu? 


Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang, karena merasa jengkel, 
marah, terhina, terluka. Ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk 
Kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita, bahwa setiap kali kita mulai 
berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga 
mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita 
keluarkan, karena emosi-emosi kita, perlahan-lahan pada akhirnya akan membunuh 
roh yang telah melekatkan hubungan kita. 


Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik. Cobalah untuk 
mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam 
kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan, tatkala kita bicara 
dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? 


Nah, tahukah Anda, mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan 
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. 


Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat, tapi 
sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling 
berteriak! 


Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai 
serta mematikan roh orang yang dimarahi, karena perasaan-perasaan dendam, benci 
atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita 
ingin membalas. 


Jadi mulai sekarang, ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang 
kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati. Janganlah menggunakan 
teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh 
orang 
lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak. 


Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin 
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya. 


Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus 
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita. 


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke