Dear pak. ZFQ

Untuk perhitungan fee yg include di average sebenarnya pun sama saja.
Dengan illustrasi sbb:
- fee tiap harga beli-jual
Beli 1 lot, Rp. 100.000 fee beli : Rp. 190

Jual 1 lot, Rp. 200.000 fee jual : Rp. 290

Beli lagi 1 lot, Rp. 120.000 fee beli : Rp. 228

Sehingga total fee : Rp. 708 (dengan catatan sisa 1 lot belum terjual ya...)

-untuk perhitungan fee average :
{((Rp. 100.000 + 120.000) / 2 lot) x 0.19%} "untuk fee beli" + ((Rp. 200.000) x 
0.29%) "untuk fee jual" = Rp. 418 + Rp. 290 = Rp. 708

Hasil nya akan sama saja.

Untuk penjelasan perhitungan tentu nya staff IPOT akan dengan senang hati 
membantu memberikan penjelasan break-down dari transaksi / average tsb.
Bilamana ada kesalahan dari pihak IPOT, tentu nya IPOT akan memberikan 
kompensasi / melakukan penggantian atas hal tsb.

Best Regards,
Alice

www.ipotindonesia.com

-----Original Message-----
From: ZFQ <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 2 May 2011 01:38:46 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: IPOT calculation portofolio Yg membungungkan

Bu Alice,

Ya sy sih bisa mengerti mengenai perhitungan tsb. Cuma kalau di sy yg punya
sistem dagang jual-beli putus cenderung tdk cocok dgn sistem ini krn malah
membingungkan buat saya yg kalau menjalankan jual-beli trading itu bisa dlm
hitungan jam-menit bahkan detik di hr yg sama utk saham yg sama. Kalau di sy
lbh suka dgn sistem perhitungan averagenya yg jual-beli putus. Jd yg klo
kita beli terus jual habis terus beli lg di hr yg sama, averagenya ya
mengikuti pembelian terbaru bukan mengikuti angka pembelian sblmnya shg tdk
membingungkan buat retailer2 seperti saya dan yg lainnya yg perhitungannya
menggunakan matematika dasar bukan perhitungan sistem yg ribet begitu.
Apalagi fee broker ipot kan tdk mengikuti sistem average tp per-transaksi
(lbh fair klo sistem feenya jg mengikuti average jual-beli yg ipot lakukan).
Dan sy kan jg tdk tau apakah perhitungan average di portfolio sy yg ipot
gunakan itu memang sudah benar atau belum, krn sy sdh terima jadi saja dan
ipot tdk pernah memberikan perhitungan detailnya klo terjadi jual-beli di
hari yg sama. Jadi intinya kalau sy dibohongin pun mengenai perhitungan
average ini sy jg tdk tau krn sy jg malas menghitung2 ribet begitu.
Perhitungan detail ini pernah sy minta kepada ipot bbrp waktu lalu tetapi
mereka tdk menyanggupinya. Karena perhitungan detail average ini tdk pernah
diberikan kpd nasabah, shg byk nasabah yg merasa tergerus uangnya di ipot
pdhl mungkin sebenarnya tdk tergerus tp krn sistem ipotlah yg membuat
seolah2 tergerus atau memang sebenarnya tergerus?

Utk point no. 1 "Mungkin ini akan terlihat mudah bila barangnya sedikit dan
bapak menganut sistem LIFO (last in first out) atau FIFO (first in first
out) atau JYMKD (jual yg modal kecil duluan)" hal ini tdk mungkin di
jalankan krn sy jual bkn berdasarkan fifo-lifo atau jymkd tp mana yg layak
utk dijual sekarang, bsk, bln dpn atau thn dpn. Kalau msh nyangkut mosok sy
paksain jual krn mengikuti fifo/lifo atau apalah...ya sy rugi dong, sdgkan
ipot kan gak rugi krn tetap dpt fee walaupun sy jual minus 50%.

Tapi ya sdhlah klo memang itu sudah jd sistem baku di ipot ya mau gimana,
krn hal inilah maka sy jg membuka rekening di sekuritas lain yg menganut
sistem average berdasarkan jual-beli barang yg msh berjalan. Tp kalau sdh
dijual habis dan sy beli lg di hr yg sama maka averagenya akan mulai lg dari
angka yg sy beli terakhir. Sistem ini di saya lbh bisa sy terima krn
portofolio sy jd cocok dgn perhitungan manual sy di excel. Saham sy di ipot
skr tinggal sedikit yg memang sy plan utk long term investment tp utk
tradingnya sy sdh pindahkan ke sekuritas yg lain yg memang sy lbh merasa
nyaman dgn sistem perhitungan averagenya + feenya yg bisa negotiable.

Terima kasih



2011/5/2 Alice <[email protected]>

>
>
> Dear pak ZFQ...
>
> Berikut Alice ilustrasi kan sedikit perhitungan average-price IPOT
>
> Seandainya pada hari beli-jual-dan beli lagi dihari yg sama,
>
> Beli 1 lot, Rp. 100.000 fee beli : Rp. 190
> Jual 1 lot, Rp. 200.000 fee jual : Rp. 290
> Beli lagi 1 lot, Rp. 120.000 fee beli : Rp. 228
>
> Karena beli-jual-dan beli lagi yg pada hari yg sama, maka average price
> pak. ZFQ adalah
>
> ((1 lot x Rp. 100.000)+(1 lot x Rp. 120.000)) / 2 = Rp. 110.000
>
> Untuk perhitungan profit:
>
> Rp. 200.000 (harga jual yg dicontohkan diatas) x 1 lot - Rp. 110.000
> (average price) = Rp. 90.000 (adalah gain pak. ZFQ sebelum di potong fee)
>
> *
> Kurang lebih perhitungan nya seperti itu pak. ZFQ, untuk fee nya di hitung
> per harga beli pak ZFQ dan nantinya perhitungan gain/loss nya pun sama.
>
> Misal, ke-esokan hari nya bapak menjual sisa 1 lot tsb di harga Rp. 200.000
> maka profit sebesar:
> Rp. 200.000 - Rp 110.000 : Rp. 90.000
>
> Dimana akhirnya total profit adalah Rp. 180.000
> Sama seperti menghitung ((Rp. 200.000 - Rp. 100.000) + (Rp. 200.000 - Rp.
> 120.000)) = Rp. 90.000
>
> Sistem perhitungan kami mengadopsi dari perhitungan Optimum Inventory
> Pricing.
>
> Kekurangan mengunakan basis stok dengan tingkat harga berbeda2:
> 1.Dimana akan sangat menyulitkan pemberian harga pada stok bapak bila untuk
> barang "A" dengan memberikan harga berbeda2 sehingga nantinya stok bapak
> terlihat banyak, karena jenis harga nya saja yg berbeda,
> Mungkin ini akan terlihat mudah bila barangnya sedikit dan bapak menganut
> sistem LIFO (last in first out) atau FIFO (first in first out) atau JYMKD
> (jual yg modal kecil duluan).
> 2. Perhitungan average ini diimplementasikan oleh super store (G**nt,
> Car***our) untuk melihat avg price mereka untuk menentukan harga jual
> product mereka.
> Bedanya mereka tidak melakukan ini setiap hari, tetapi setiap stok opname
> akhir bulan dimana sisa stok dan barang baru masuk, di rata2 untuk mendapat
> Harga Pokok (average price).
>
> Semoga illustrasi ini, bisa menjawab pertanyaan pak. ZFQ
> Terima kasih atas perhatiannya,
> Best Regards,
> Alice
>
> www.ipotindonesia.com
> ------------------------------
> *From: * ZFQ <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 2 May 2011 00:08:17 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Re: IPOT calculation portofolio Yg membungungkan
>
>
>
> Ya sy jg mengalami hal yg sama di ipot mengenai average itu dan itu jg
> berlaku utk marginnya, sy sdh komplain ke ipot dan mrk blg bhw sistem di
> ipot sdh seperti itu tp bagi sy mrk sangat tdk fair krn utk broker fee
> jual-beli sahamnya tetap dihitung berdasarkan pertransaksi tdk scr average
> seperti saham kita.
>
>
> 2011/5/1 andri <[email protected]>
>
>>
>>
>> betul pak, harga Average di aplikasi ipot memang kadang tidak sama dgn apa
>> yang kita miliki.
>> jadi IPOT menghitung harga AVERAGE itu berdasarkan stok yang kita miliki
>> dari sejak pertama kita membeli stok tersebut. kecuali kita menjual habis..
>> baru kita beli lagi di hari berikutnya. baru averagenya sama.
>> saran saya buat catatan setiap pembelian stock2 anda, dan hati2 jgn hanya
>> berpatokan sama harga AVERGE di aplikasi.
>>
>> andri priambada
>>
>>
>> --- In [email protected], cuanesia@... wrote:
>> >
>> > Contact langsung si marketing bapak aja..tempat bapak pertamakali buka
>> account..
>> > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>>
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: Senopati Hutomo <senopati14@...>
>> > Sender: [email protected]
>> > Date: Sat, 30 Apr 2011 14:33:39
>> > To: <[email protected]>
>> > Reply-To: [email protected]
>>
>> > Subject: [saham] IPOT calculation portofolio Yg membungungkan
>> >
>> > Beberapa kali saya membaca komplain di OB milis tentang masalah
>> perhitungan account portofolio yang tidak tepat, eh!, ternyata ketidak
>> kenyamanan yg di rasakan rekan2 sekalian yang pernah mengalaminya sekarang
>> menimpa saya, perhitungan portofolio saya untuk tgl 29 april 2011 kemarin
>> kok menjadi tergerus jadi separuhnya ya?! Wah!, gimana ya?! IPOT kok membuat
>> ke tidak nyamanan customernya..!? Mohon tanggapan rekan2 sekalian dong
>> terutama yang pernah mengalami hal seperti saya, terima kasih.
>> >
>>
>>
>   
>

Kirim email ke