Wah pak kok bandingin PER ga dengan perusahaan sejenis. Justru itu salah besar. Salah satu sektor dapat ber PE tinggi apabila sektor tersebut termasuk sektor bullish. Orang berani bayar dengan harga yang lebih mahal karena dengan anggapan bahwa perusahaan akan terus berkembang.
Ga cuman sektor sih tapi yah individu stock. Tapi yang pasti tetep harus bandingan dengan pe sektor nya. Kalau bisnis yang boring misalnya jualan lakban yang orang pikir growth nya cuman segitu2 aja (walaupun belum tentu benar) bisa jadi di tradingkan pe rendah. Orang2 belum yakin ttg perusahaan tersebut. Kalau growth bagus kenapa saya ga berani bayar dengan PE tinggi. Toh kuartal berikutnya di adjust dengan earning baru. Kalau bisnis nya sama yah gampang compare nya. Jgn compare PER dengan yang beda sector ga bisa di mengerti nanti. -----Original Message----- From: "i0n_n0i" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 31 May 2011 05:50:22 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Hint: Goldman Sachs Just Upgraded ASEAN Coal Pa harus dibedakan antara komoditas dengan perusahaan komoditas, itu yang sering dia tuliskan dan salah dimengerti kebanyakan orang. Kalau saya sendiri si, ngak tertarik sama perusahaan komoditas, salah satunya PER perusahaan komoditas sudah diatas 20x dibandingkan dengan perusahaan semisal MASA, LTLS, CFIN, ataupun CMNP. PER mereka jauh dibawah perusahaan komoditas. Paling perusahaan komoditas yang menurut saya agak menarik hanya disawit, spt SGRO dan TBLA tapi saya sudah lupa tentang mereka, mesti buka arsip lagi. --- In [email protected], Pr Sudarmo <p.sudarmo@...> wrote: > > Dari tulisan si (+) kali ini, kesan saya, situasinya mereda tidak seburuk > seperti yang dia katakan sebelumnya. Jadi dia salah lagi dong. >  >  >  > >________________________________ > > From: positif01 <positif01@...> > Sent: Tue, May 31, 2011 11:48:11 AM > Subject: [saham] Hint: Goldman Sachs Just Upgraded ASEAN Coal > > ITMG on, HRUM on, etc. Beware that a few keep themselves overvalued. Morgan > Stanley confirms coal and the pick. Further detail due at session 2. > > > '+' >
