Sekelumit dan sekilat thought tentang KARK on fundamental logic.

Q310 laba bersih 756,8% ditopang penjualan 933,6%. Fantastis, dan saat ini
tengah dihembuskan kabar tentang rilis laporan keuangan Q410 yang tidak
kalah fantastis. Kabar lain yang jelas beredar dan sudah pula diberitakan
oleh Reuters adalah rencana IPO anak usahanya yang merupakan sumber
penghasilan utama KARK.

KARK: - DAYA MANDIRI TO LAUNCH IPO  Coal firm Dayaindo Resources
International plans to sell a stake in its unit Daya Mandiri Resources
Indonesia through an initial public offering (IPO), said corporate secretary
Endang Wijaya, adding the plan is subject to shareholders' approval at an
extraordinary general meeting to be held at the end of June. (Bisnis
Indonesia p.f1)

Logika fundamental ringkas sehat:

1. Eskalasi kenaikan prestasi keuangan fantastis, market value terhadap
equity justru dis-respect. Something missing or something wrong?
2. Anak usaha the most profitable akan dilepas. Jika logika ini benar, dari
dulu Coca Cola sudah bisa menguasai Teh Botol Sosro karena gencarnya rayuan
akuisisi. Nyatanya?
3. Enron yang bangkrut tahun 2000 boleh mempercantik angka-angka laporan
keuangannya dengan mem-boost earning pada income statement, tetapi it simply
did not match what they revealed in the balance sheet, dan parameter
Z-Altman yang digunakan untuk mengukur potensi kebangkrutan, mengendus itu.
Wish those unlucky shareholders referred to this Z-Altman...stories will be
different for them (http://www.investopedia.com/terms/a/altman.asp).
Bagaimana dengan Z-Score KARK? Berikut ringkasnya dengan basis data Lapkeu
Q3/10. Angka (2) jadi makes sense?:
[image: KARK Z-Score.png]
'+'

<<KARK Z-Score.png>>

Kirim email ke