*INILAH.COM, Jakarta – IHSG terpantau koreksi di sesi pertama. Kondisi itu diperkirakan berlanjut hingga penutupan. Pelaku pasar lebih baik pegang ‘cash’ terlebih dahulu di sesi dua karena marketmasih di persimpangan.*
Pada sesi pertama perdagangan Jumat (3/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) <http://ichart.finance.yahoo.com/w?s=^JKSE> ditutup melemah tipis 2,72 poin (0,07%) ke level 3.835,041. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45<http://ichart.finance.yahoo.com/w?s=^JKLQ45>yang juga terkoreksi 0,16 poin (0,02%) ke angka 682,137. Laju indeks siang ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,759 miliar lembar saham, senilai Rp1,822 triliun dan frekuensi 60.448 kali. Sebanyak 68 saham menguat, sedangkan 146 saham melemah dan 88 saham stagnan. Koreksi indeks sesi pertama justru diwarnai aksi beli asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp10,9 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp616,1 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp605,1 miliar. Pergerakan sektor saham variatif. Sektor konsumsi naik 0,47%, disusul keuangan 0,32%, perkebunan 0,23%, manufaktur 0,12%, dan industri dasar 0,05%. Selebihnya melemah, propert 0,94%, pertambangan 0,47%, perdagangan 0,42%, infrastruktur 0,37% dan aneka industri 0,24%. Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.820 dan 3.850 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada *INILAH.COM*, di Jakarta, Jumat (3/6). Pelemahan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh bursa global yang mengalami koreksi pada Rabu (1/6) dan Kamis (2/6), saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG <http://ichart.finance.yahoo.com/w?s=^JKSE>) libur kemarin. Pelemahan market global, belum *price-in *ke market domestik. “Karena itu, di sesi dua juga indeks akan mengalami tekanan jual karena situasi market Eropa dan AS belum kondusif,” papar Irwan. Bagi pelaku pasar dengan dana besar, lanjut Irwan, masih menunggu pergerakan bursa Eropa siang ini apakah berada di teritori positif atau negatif. Sementara itu, negatifnya bursa AS karena data makro ekonomi yang dirilis pada Rabu (1/6) kurang kondusif bagi market. Ekspektasi orang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) AS pun menjadi berkurang setelah data ISM Manufacture Index AS dirilis jauh di bawah perkiraan. “Angkanya dirilis 53,3 dari prediksi 58,1. Ini sangat berpengaruh negatif ke market,” ujarnya. Lalu, nanti malam, juga akan dirilis data *unemployment claim* yang angkanya diperkirakan masih di bawah angka sebelumnya. Lalu, akan dirilis juga data *non-manufacturing index*. Data-data tersebut belum memberikan alasan agar investor melakukan aksi beli. Kecuali, imbuh Irwan, jika data-data tersebut ternyata positif. Bursa Dow Jones bisa saja rebound. Jika tidak, koreksi Dow Jones bisa lebih dalam. Dia menegaskan, market saat ini berada di persimpangan. Apalagi, Dow Jones sedang berada di area support. “Jika support tersebut justru ditembus ke bawah, semakin negatif sentimennya. Jika mental ke atas, bisa jadi katalis positif. Peluangnya saat ini masih 50:50 (fifty-fifty),” ungkapnya. Lalu, jika dilihat dari valuasi perdagangan, transaksi hari ini sepi dan baru mencapai Rp1,3 triliun hingga pukul 10.45 WIB. Apalagi, Jumat (3/6) ini merupakan hari kejepit sehingga tidak banyak pelaku pasar yang aktif bertransaksi karena mereka sudah libur panjang. “Karena itu, hingga penutupan, indeks berpeluang melemah,” ujarnya. Dalam situasi seperti ini, Irwan menyarankan agar pelaku pasar *wait and see * atau merealisasikan keuntungan (profit taking) terlebih dahulu. Bagi yang memiliki portofolio pun lebih baik menguranginya sebagian karena belum jelasnya arah market. Dia menegaskan, telah terjadi perubahan arah di bursa AS yang signifikan. Karena itu, pelaku pasar lebih baik menggunakan strategi yang konservatif. Karena market tak kondusif, lebih baik pelaku pasar memegang cash terlebih dahulu. “Alasan ini juga karena sekarang ini adalah *long week end *agar liburnya juga tenang. Baru Senin (6/6) pekan depan kembali mencermati market seperti apa,” imbuhnya. [mdr] 2011/6/4 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > > Segala sesuatu bisa berubah diluar perkiraan kita sebelumnya. Trading > perlu memliki fleksibilitas yang tinggi. Ketika perkiraan kita > sebelumnya ternyata terjadi pergeseran atau perubahan diluar dugaan, > sehingga grafik bercerita lain, maka jangan pernah takut untuk > mengambil tindakan demi pengamanan aset. Ini yang suka saya ajarkan di > pelatihan saham analisa grafik. :) > > Artikel berikut ini wawancaranya dilakukan saat menjelang istirahat > sesi 1, dimana gudang sudah kosong melompong, ngga ada lagi yg > tersisa. > > > http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1571032/sesi-dua-pegang-cash-saja-dulu > > Bisa saja hal tersebut meleset. Tapi terkadang setiap individu harus > mengenal batas toleransinya masing2 terhadap resiko yg harus > dipikulnya. Ketika hati sudah tidak merasa nyaman apalagi grafik sudah > berkata berbeda, maka tidak ada hal lain selain mengikuti apa kata > grafik. Bisa jadi kita masih penasaran, tapi di dunia bisnis seperti > saham ini, hilangkan rasa penasaran, matikan rasa, disiplin dalam > trading walau beresiko keputusan yang diambil tidak tepat. Setiap > individu bisa punya ketahanan yang berbeda2. > > Ketika kita bicara future, maka tindakan kita bisa saja benar, bisa > saja salah. Tidak ada yang tahu sampai waktu yang membuktikan. Selama > kita telah menghitung dengan baik segala kemungkinan yang bisa > dianalisa, keputusan yang diambil bisa membuat kita tidur nyenyak, > maka kita bisa bermimpi indah. Hari masih panjang, perjalanan masih > jauh, hari trading masih panjang, kesabaran adalah salah satu modal > utama dalam dunia trading. > > Semoga bermanfaat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > >
