yg turun akhirnya akan naik juga,selama fundamentalnya bagus, kejadian taun
lalu, dan juga taun2 sebelumnya udah membuktikan toh



2011/6/9 BAKRY <[email protected]>

>
>
> mmm...mungkin pada mau ngomporin aja..belum terlihat alasan yang jelas
> sampai saat ini..
>
> --- In [email protected], Vernichtung <gambler.bej@...> wrote:
> >
> > Di milis mana tuh ada dibicarakan bahwa bursa akan crash???
> >
> > JAKARTA, KOMPAS.com — Para trader dan investor Tanah Air belakangan
> > tengah gundah gulana. Pasalnya, beredar isu yang menjadi momok bagi
> > para investor, yakni bursa dalam negeri akan mengalami crash.
> >
> > Dalam perbincangan hangat di sejumlah milis trader, beberapa alasan
> > anjloknya bursa pun mengemuka. Sebut saja pergerakan bursa AS dan
> > regional yang dalam dua minggu belakangan terus mengalami tekanan,
> > tingkat inflasi yang kian tinggi di sejumlah negara Asia, berakhirnya
> > masa pembagian dividen oleh emiten, hingga tren pergerakan indeks Dow
> > Jones yang secara teknikal dinilai kritis.
> >
> > Sebagian trader dan investor memilih menanggapi isu ini dengan kepala
> > dingin. "Meskipun bursa crash, jika pilihan sahamnya tepat, kita masih
> > bisa dapat untung. Demikian pula sebaliknya," ungkap salah seorang
> > trader. Namun, tak sedikit pula yang cemas dan panik akan isu ini
> > sehingga berniat menarik semua portofolio yang dimiliki dan memilih
> > untuk menggenggam dana tunai.
> >
> > Menurut analis Sinarmas Securities, Jeff Tan, Indeks Harga Saham
> > Gabungan (IHSG) memang masih akan terkoreksi dan tidak akan memecahkan
> > rekor tertinggi lagi dalam waktu dekat. Hanya saja, "Belum bisa
> > dipastikan seberapa dalam koreksinya. Saya rasa bursa tidak sampai
> > crash. Untuk saat ini, fundamental kita masih kuat," jelasnya kepada
> > KONTAN.
> >
> > Dia menambahkan, koreksi bursa yang terjadi saat ini lebih disebabkan
> > faktor eksternal. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi
> > global yang diramal melambat mulai pertengahan tahun ini. "Kondisi itu
> > terjadi seiring dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi China, krisis
> > utang Eropa yang masih memburuk, tingkat pengangguran AS yang masih
> > tinggi, serta harga perumahan yang mulai menunjukkan penurunan," tutur
> > Jeff Tan.
> >
> > Hal senada diungkapkan oleh Jimmy Dimas Wahyu, pengamat pasar modal
> > sekaligus wealth motivator. Menurutnya, belum terlihat tanda-tanda
> > bursa saham Indonesia akan mengalami crash. Salah satu indikatornya,
> > uang yang masuk ke surat utang negara justru semakin meningkat.
> > "Mungkin lebih tepat jika dikatakan ada switching dari pasar saham ke
> > pasar uang. Hal ini dilakukan investor sambil mengamati pergerakan
> > saham," imbuhnya sambil tersenyum.
> >
> > Sementara itu, koreksi yang terjadi pada pasar saham beberapa hari
> > terakhir lebih disebabkan sentimen yang berasal dari luar negeri.
> > Sebut saja data ekonomi AS yang kurang memuaskan seperti dari sektor
> > perumahan dan data non farm payroll. "Apalagi kemarin Ben S Bernanke
> > mengeluarkan pernyataan yang bisa dikatakan kurang memuaskan market.
> > Belum lagi masalah Eropa," urainya panjang lebar.
> >
> > Pilih profit taking atau wait and see?
> >
> > Jeff lantas memberikan rekomendasi agar investor melakukan strategi
> > profit taking saat ini. "Saya merekomendasikan exit selain karena
> > faktor eksternal juga karena valuasi sudah cukup tinggi," ujar Jeff.
> >
> > Adapun Jimmy mengimbau agar investor jangan panik. "Sebaiknya kita
> > wait and see dulu. Manfaatkan koreksi untuk mengambil peluang.
> > Bukannya koreksi berarti discount?" katanya. Selain itu, investor
> > sebaiknya juga mencermati berita-berita eksternal karena di Indonesia
> > tidak ada masalah. "Ketika berita eksternal yang keluar positif, itu
> > saatnya bursa saham kita rebound," kata Jimmy.
> >
> > Jeff memprediksi, hingga akhir bulan ini indeks akan bergerak di
> > kisaran 3.830-3.625. Sementara Jimmy meramal pergerakan indeks berada
> > di level 3.811-3.850. "Saya pribadi masih melihat ada kemungkinan
> > indeks akan bergerak menuju 3.900," kata Jimmy optimistis. (Barratut
> > Taqiyya/Kontan)
> >
> >
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/09/11063441/Bursa.Saham.Indonesia.Bakal.Crash
> >
> >
> > On 6/9/11, Bonardo Paruntungan <lawlegalious@...> wrote:
> > > lah kan Indo ekonomi di"gambarkan" sangat MENARIK, pak.. ngapain di
> > > crash-in..
> > > di cash in mungkin? hehhee
> > >
> >
>
>  
>

Kirim email ke