barusan dibuka lagi, ternyata SIMP merupakan perusahaan sawit terintegrasi sangat baik, dari mulai kebun sampai ke produk siap pakai spt margarine dan minyak goreng Bimoli.
Pangsa pasar produk sangat jelas apalagi dukungan induk perusahaan yang sangat membutuhkan minyak goreng dengan kwalitas terjamin. Produk minyak goreng merupakan urutan ke-3 dari proses produksi biji sawit. Disamping itu masih ada produk kebun tebu untuk pabrik gula, dahulu kala kebun tebu kurang digarap perusahaan perkebunan. Tapi sejak era minyak dunia meningkat, produk gula diolah menjadi bahan alkohol untuk campuran bahan bakar. Tapi melihat yang ada di SIMP mereka baru mengubah tebu menjadi gula. Total luas kebun sekitar 155 ribu hektar, tapi sayang data g kurang lengkap, tapi dari data kurang lengkap saja sudah begitu menakjubkan. Sungguh beruntung hari ini sempat membeli SIMP, perusahaan sawit terintegrasi. Perusahaan yang mirip SIMP adalah SMAR namun SMAR tidak memiliki Indomie apalagi SIMP didukung jaringan distribusi sangat baik dari induk usaha INDF. --- Pada Kam, 9/6/11, Ricky Group <[email protected]> menulis: Dari: Ricky Group <[email protected]> Judul: Bls: [saham] IPO Salim Ivo Mas Pratama: Sell, Sell and Sell Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 9 Juni, 2011, 5:02 PM Terlampir File dampak IPO Salim Ivomas Pratama pada induk perusahaan ataupun pada SIMP sendiri. Ilustrasi sederhana : 51% dari total dana IPO atau senilai Rp 1,7 trilyun akan digunakan melunasi pinjaman SIMP pada berbagai lembaga keuangan. Dengan asumsi rata-rata bunga pinjaman sebesar 10% pertahun saja, SIMP akan menghemat kas sebesar Rp 170 milyar atau +/- Rp 10,- per saham dan malahan bisa meningkatkan EPS sekitar 9% per tahun. Kenaikan EPS berdampak pada seluruh pemegang saham SIMP yang didalamnya termasuk IFAR ataupun INDF. --- Pada Kam, 9/6/11, Ricky Group <[email protected]> menulis: Dari: Ricky Group <[email protected]> Judul: Bls: [saham] IPO Salim Ivo Mas Pratama: Sell, Sell and Sell Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 9 Juni, 2011, 4:26 PM dibawah ini adalah pernyataan perusahaan akan dampak IPO SIMP pada Induk perusahaan setelah IPO SIMP, salah satu adalah beban bunga menjadi lebih kecil. --- Pada Kam, 9/6/11, positif01 <[email protected]> menulis: Dari: positif01 <[email protected]> Judul: [saham] IPO Salim Ivo Mas Pratama: Sell, Sell and Sell Kepada: Tanggal: Kamis, 9 Juni, 2011, 9:04 AM This one is pretty clear and simple. Everyone is familiar with all family gets into IPO knows it well. SIMP is just simply another INDF family-related IPO crash. There is nothing to make it better than the last case of ICBP last year, and the effect is expansive to affect all its other family members, you name it how INDF price action afterward. And, no need to wait this SIMP sinks to the bottom to prove the story will continue the days on. Very simple, look what has just happend to SIMP parent, IFAR which is listed at Singapore, it sank deep in the hole. Why would it be different right now knowing that palm oil prices are also under pressure...at this very day? So, who is the indisputable winner of this IPO? Indofood with your money. And, who is the inevitable loser? You...the expecting traders...unless you become long-term investor. A very long one for slow stock at the very unlucky spot of time. :d >From our previous posting: Goldman released comment (May 22, 2011): Implications In our view, the IPO (Salim Ivomas) could pose downside risks to our IFAR earnings estimates through potential EPS dilution, as well as possible holding company discount once its main operating asset is listed separately. As an example, a similar holding company is JC&C (JCYC.SI, Neutral, May 20: S$38.92), which owns Astra International, has a NAV discount that has historically averaged at 13%. Coba perhatikan apa yang terjadi pada IFAR dan juga induk di atasnya lagi, INDF, setelah tanggal 22 Mei tersebut. http://finance.yahoo.com/echarts?s=5JS.SI+Interactive#symbol=5js.si;range=1y;compare=;indicator=volume;charttype=area;crosshair=on;ohlcvalues=0;logscale=off;source=; '+'
