saya kemarin beli SIMP di 1170-1220 Bukankah teori pasar itu terjadi bila ada nilai pasar ?
Bukankah nilai pasar itu ada dan riil bila perusahaan tersebut sudah listing dibursa manapun termasuk Jakarta ? Ilustrasi sederhana saja, Ladang sawit kelas balita yang mudah diserang alang-alang yang diakuisisi UNSP dalam aksi korporasi tahun 2010 lalu terdapat areal sekitar 8000 Hektar, nilai akuisisi sekitar Rp 80 juta per Hektar dengan ketentuan lahan sudah tertanam sekitar 1000 an pohon sawit per hektar. Kebun sawit SIMP atau Salim Ivomas Pratama seluas kurang lebih 205 ribu Hektar, kalikan saja dengan harga cukup murah Rp 100 juta per Hektar dengan kwalitas siap terima duit, padahal UNSP membeli kebun sawit balita sebesar Rp 80 juta per hektar, Nilai NAV Bersih bisa dihitung sendiri. Anggaplah Kas dll dipakai mengcover seluruh hutang SIMP, sehingga didapat nilai bersih hasil jualan kebun sawit. Kemarin dalam RUPS SGRO anggaran per hektar untuk buka kebun baru sudah mencapai 50 juta per hektar dan mesti menunggu 6 tahun kemudian baru mulai menerima kas, padahal dengan nilai 100 juta dari SIMP anda setiap hari langsung menerima kas dari hasil produksi. Di SIMP selain kebun juga ada aktiva lain seperti mesin pengolah CPO sepertinya sekitar 20 unit yang satu unitnya diperkirakan lebih dari 75 milyar lebih. Fairkan ilustrasi sederhananya ? --- Pada Jum, 10/6/11, positif01 <[email protected]> menulis: Dari: positif01 <[email protected]> Judul: Re: [saham] SIMP: Bisa mencapai 1800 Kepada: Tanggal: Jumat, 10 Juni, 2011, 11:22 AM Let us made it simple with a very plain logic. 1) Anda berada pada era teknologi informasi tanpa batas yang transparan. Relevansi: semua traders/investors baca dan tahu rekomendasi-rekomendasi yang mengatakan SIMP undervalued sebegitu murahnya sebagaimana klaim tukang kecap. 2) Even begitu murahnya, baik kemarin atau hari ini, berapa persen kapitalisasi transaksi BEI dibandingkan persentase transaksi SIMP. Hitung sendiri. Meaningless. Apakah tidak ada yang tahu ada barang dagangan "murah" atau cuma Anda dan teman-teman perekomendasi sendiri? Tanyakan pedagang cabe, apa yang akan mereka dagangkan kalau harga cabai turun, dan harga bawang naik....ya, semuanya ganti dagang bawang. Terjadikah itu pada SIMP dalam dukungan pasar yang signifikan bahwa valuasinya sedemikian murah? Masih banyak tuh yang memilih dagang yang lain. Mereka tidak percaya? :d 3) Coba lihat transaksi kemarin, dan temukan siapa penjual terbesar ketiga, dan apa kata si penjual sebelum listing dimulai? They said buy. Kesimpulannya? Investors/traders yang mereka fasilitasi untuk menjual SIMP kemarin saja tidak percaya rekomendasi brokerage house-nya. Kenapa Anda bisa percaya? Coba tanyakan ke Credit Suisse. :d Very simple, and we set aside complexity of valuation concern. We are not saying yet those who said it was undervalued were completely baseless, but we could not find their argument was convincing enough. Until they could convince with both, the valuation and the way price is in action, then we will ponder to revisit. :d. '+' On Fri, Jun 10, 2011 at 11:03 AM, <[email protected]> wrote: Sy nunggu komen bung + baru take action ke SIMP. Ayo rekomennya bung :)From: PH™ <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 9 Jun 2011 21:01:20 -0700 (PDT)To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] SIMP: Bisa mencapai 1800 Sales commentary: SIMP is the cheapest IPO ever done by the Salim Group, in our observation, which is too hard to ignore. We also understood that the availability of borrow on IFAR is already very tight, if not unavailable. We are a buyer of SIMP. · Analyst Teddy Oetomo views the valuation gap between Indofood Agri (IFAR, N, PT S$1.75) and Salim Ivomas (SIMP, O, PT Rp1,850) to close in the near-term; and recommends investors to take long/short position on SIMP/IFAR to exploit this mispricing. · At present, IFAR trades at 11.8x 2011 PE, a 17% premium to SIMP’s 10.1x 2011 PE. As SIMP is the IFAR’s only asset, with 72% stake, the aforesaid premium is unjustified, in Teddy’s view. · Meanwhile, SIMP current 2011 PE is also at 15% discount to London Sumatra’s (LSIP, N, PT Rp2,900) at 12x – further justifies the attractiveness of SIMP in the holding structure. SIMP owns 60% of LSIP. The above say it all. From: Agustinus Barli <[email protected]> To: Milis Saham <[email protected]> Sent: Fri, June 10, 2011 10:52:44 AM Subject: Re: [saham] SIMP: Bisa mencapai 1800 SIMP punya utang koq mesti saia yg bayarin,,laen kali aja yah :p Powered by AT&T™From: Mikail <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 10 Jun 2011 10:45:56 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] SIMP: Bisa mencapai 1800 Masak cuma 3 orang dari sekian ribu anggota milis??? Kayaknya pada ngga pede nih pegang SIMP... hahaha (Btw, thanks yang udah ngacung :) ) Hayo sapa lagi??? Cung dong... Salam Cuan. 2011/6/10 Alit Suwirya <[email protected]> saya ikut Dari: Yhoji Gambler <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 10 Juni, 2011 10:23:19 Judul: Re: [saham] SIMP: Bisa mencapai 1800 Bareng deh kalo gitu, satu2nya yg msh sisa di porto gua saat ini soalnya tinggal INDF, LSIP, SIMP... Satu grup semua hahaha Don't follow me coz I don't know where I'm going® Regard's Yhoji® Sent from my BlackBerry® powered by Hoki Cuan AnalysisFrom: Mikail <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 10 Jun 2011 09:12:35 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] SIMP: Bisa mencapai 1800 Cung, ngacung, sapa yang bareng saya? hehe... :)
