Bukannya asal mula nya QE itu dari Japan saat menghadapi tekanan deflasi 
disana. Di wikipedia ada ceritanya.

--- In [email protected], Richie Saham <richie.saham@...> wrote:
>
> Quantitative easing merupakan salah satu alat kebijakan moneter.
> Ini berarti bahwa bank sentral membanjiri pasar dengan mata uang, dengan cara
> mencetak uang demi meningkatkan suplai uang. ‘Quantitative’ mengacu kepada
> money supply; ‘easing’ secara esensial berarti peningkatan.
> 
> 
> Quantitative Easing adalah penciptaan uang oleh bank sentral
> untuk memacu perkreditan dan mendorong pembelanjaan, yang akhirnya dapat
> menggerakan roda perekonomian. Quantitative mengacu pada kuantitas uang yang
> diciptakan, sedangkan easing mengacu pada mengurangi tekanan pada bank.
> 
> 
> Berikut gambaran QUANTITATIVE EASING bekerja, Bank Central
> memeperluas distribusi uang dengan menggunakan menciptakan pinjaman baru untuk
> membeli aset milik Bank dan Institusi keuangan lainnya. Mendorong perekonomian
> dengan menggunakan uang hasil penjualan aset untuk pembelian produk barang,
> jasa dan lebih banyak aset lagi
> 
> Quantitative Easing terkesan canggih, sehingga tidak mudah
> dipahami rakyat. Sebenarnya apakah Quantitative Easing ini ?
> Quantitative Easing adalah salah satu cara bank sentral (di
> Inggris berarti Bank of England) ‘mencetak’ sejumlah besar ‘uang 
> baru’ di
> Balance Sheet-nya. Tidak perlu report-report mencetak secara fisik uang kertas
> atau koinnya, tetapi semata-mata hanya menambahkan angka baru secara 
> elektronik
> di neraca bank sentral tersebut.
> 
> Setelah terbentuk, ‘catatan’ uang ini untuk membeli asset-asset
> bermasalah dari dunia perbankan (seperti kredit perumahan), surat utang negara
> dlsb. Dengan cara ini ‘uang’ yang tadinya hanya khayalan yang hanya 
> diketikkan
> di neraca bank sentral, kini telah memasuki sistem keuangan negeri itu.
> 
> Karena setiap bank memiliki account di bank sentral, maka bank
> sentral juga tidak perlu repot-repot memindahkan uang fisik (yang memang nggak
> ada fisiknya) ke bank-bank tersebut, semua hanya entry di data komputer.
> 
> Di Inggris ada komite yang disebut The Bank’s Monetary Policy
> Committee yang memiliki otoritas untuk mencetak ‘tambahan uang’ dalam 
> khayalan
> tersebut. Saat ini komite ini memiliki ijin untuk menambah ‘uang’ di 
> balance
> sheet bank sentral sampai sejumlah 150 milyar pounsterling atau US$ 207 
> milyar.
> Dari batas yang diijinkan tersebut, saat ini komite telah menggunakan separuh
> dari jatah yang ada.
> 
> Maka apa dampaknya bagi rakyat Inggris ?; sementara solusi ini
> belum tentu bisa menyelamatkan mereka dari krisis, sedangkan dalam mengatasi 
> krisis di tengah memburuknya resesi
> dan ketatnya kredit, bank sentral yang tak bisa lagi memangkas rate karena
> hampir mendekati nol, mencari solusi non konvensional untuk membalikan 
> keadaan.
> 
> Dalam rangka memulihkan ekonomi dan menggairahkan perkreditan,
> beberapa bank sentral besar memangkas suku bunga secara agresif hingga 
> mencapai
> hampir nol. Namun, langkah tersebut terlihat tidak manjur. Suku bunga sudah
> amat rendah, namun arus kredit masih terhambat dan banyak bank yang enggan
> untuk mengucurkan kredit.
> 
> Akhirnya mereka menemukan resep yang “kelihatannya” ampuh untuk
> mendorong perkreditan, pembelanjaan dan pertumbuhan, yaitu Quantitative 
> Easing.
> 
> Dengan kata lain, bank sentral menciptakan uang dan menggunakan
> uang tersebut untuk membeli surat utang, seperti obligasi pemerintah, dari
> institusi keuangan, di pasar terbuka. Institusi keuangan itu lalu dapat
> menggunakan uang itu untuk mengucurkan kredit atau membeli aset lain. Namun, 
> kini
> uang baru itu cenderung diciptakan secara elektronik dari pada dicetak secara
> fisik.
> 
> Tujuan Quantitative Easing adalah menambah jumlah uang beredar
> dengan pertambahan kredit yang akhirnya dapat merangsang arus uang di ekonomi
> seiring meningkatnya pembelanjaan. Quantitative Easing adalah solusi ketika
> cara normal menambah pasokan uang dengan memangkas suku bunga tidak ampuh 
> lagi,
> biasanya ketika suku bunga hampir nol dan mustahil untuk memangkasnya lagi.
> 
> 
> Meski pernah ada yang menerapkannya, faktor historis tidak bisa
> memberi jaminan cara ini akan efektif. Hanya ada satu kasus sukses, yaitu
> Jepang antara 2001 dan 2006. Namun, para ahli tidak bisa sepakat apakah taktik
> ini jitu. Di satu sisi, PDB Jepang tidak merosot. Di sisi lain, pertumbuhan 
> PDB
> kecil dan tidak konsisten setelah program itu berakhir. Selain itu, program 
> itu
> berbarengan dengan program pembelanjaan pemerintah yang besar. Jadi tidak bisa
> dipastikan apakah kebijakan moneter non konvensional itu atau kebijakan fiskal
> agresif yang berhasil membalikan keadaan.
> 
> Meski Quantitative Easing belum tentu efektif, patut dicoba bila
> tidak membahayakan. Namun, keamanannya jauh dari pasti. Sekali lagi, sejarah
> tidak bisa menjadi patokan keberhasilan. Jepang tidak mendapat efek samping,
> inflasinya rendah dan yen-nya kuat. Tapi pencetakan uang yang terlalu banyak
> terbukti membawa bencana, seperti yang terjadi di Zimbabwe.
> 
> Meski ekonomi AS dan Inggris jauh lebih kuat dari Zimbabwe,
> Quantitative Easing tetap berisiko. Terlalu banyak uang beredar, bila tidak
> segera ditanggulangi, bisa menyebabkan hiperinflasi. Selain itu, belum dapat
> dipastikan apakah banjirnya kredit akan membantu ekonomi yang luluh lantah
> karena dampak merajalelanya kredit yang serampangan. Tapi bila sudah
> dijalankan, yang terpenting bagi bank sentral dan Departemen Keuangan adalah
> berkomitmen dan bekerjasama untuk membalikan kebijakan ketika keadaan membaik.
> 
> Teknik-teknik canggih dalam mengatasi krisis semacam ini, sangat
> mungkin dilakukan oleh negara-negara lain juga; mungkinkah juga di negara kita
> ?. Oleh karenanya rakyat atau melalui wakil-wakilnya hendaknya memiliki akses
> terhadap para pengambil kebijakan-kebijakan publik sehingga ada yang memahami
> dan mengawasi mereka.
> 
> Kalau kita tidak yakin tentang pengawasan ini, rakyat tetap bisa
> berbuat mengamankan hasil jerih payahnya yaitu dengan mempertahankan asset
> fisik atau uang dengan nilai intrinsik yang bisa berupa emas, perak, kebun,
> ternak dsb, semoga membantu.
> Regards,
> Richie Saham
> 
>  
> 
>  
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke