Unilever Selezat Es Krim Magnum Published: 8 Jun 2011 06:00 WIB
IMQ21/Susan Silaban
IMQ, Jakarta - Bila Anda penggemar es krim, tentunya tak asing dengan nama
Magnum, es krim racikan Unilever. Tingginya penjualan Magnum tentunya menjadi
berkah bagi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), yang berimbas pada kinerja
sahamnya yang melambung.
Magnum pertama kali mejeng di Tanah Air pada Desember tahun lalu. Salah satu
merek es krim Wall's ini awalnya meluncurkan varian Wall's Magnum Chocolate
Truffle. Kini, sudah ada tiga varian es krim Magnum, yakni Magnum Classic,
Magnum Almond dan Magnum Choco Capucino.
Menurut Kepala Riset MNC Securities, Edwin J. Sebayang, saat ini marjin
terbesar Unilever dari divisi es krim sebesar 50%, sedangkan untuk divisi
lainnya rata-rata marjin berkisar 10-20%.
Unilever berdiri pada 1933, dengan memproduksi sekaligus mendistribusi produk
sabun, deterjen, margarin, saus, makanan kecil, es krim, minuman dan kosmetik.
Perseroan memiliki produk dengan merek-merek terkenal seperti Dove, Lux, Taro,
Bango, Molto, Rexona, Sari Wangi, Paddle Pop dan Wall's.
Untuk menghasilkan rasa yang bervariatif, Unilever menggunakan bahan-bahan baru
yang dinamakan protein pembentuk es (ISP). Protein ini memungkinkan untuk
membuat es krim dan es logi yang rendah lemak, garam dan kalori serta pada
waktu yang bersamaan menambah rasa buah.
"Kekuatan ini yang akhirnya memberikan kontribusi untuk pendapatan perseroan
semakin mengkilat," demikian riset yang dipublikasikan 3 Juni 2011.
Unilever mencatat konsumsi es krim di Indonesia baru 250 mililiter per orang
per tahunnya. Unilever menciptakan strategi pemasaran untuk Magnum sesuai
dengan citra sebagai es krim premium dengan membidik pasar konsumen usia 25-35
tahun. Unilever berencana meningkatkan produksi Magnum tahun ini hingga 100%.
"Bahkan, perseroan rela berinvestasi sekitar 116,67 juta euro untuk membangun
pabrik guna meningkatkan produksi, khususnya bisnis home & personal care (HPC)
dan food & ice cream," terangnya.
Unilever memiliki pabrik yang berlokasi di Cikarang dan Surabaya dengan total
jumlah karyawan mencapai 3.013 orang. Pemegang mayoritas saham perseroan adalah
Mabivel BV Rotterdam sebesar 85%.
Unilever memperkirakan laba bersih setelah pajak untuk 2011-2012 meningkat
3,4-6,6% dengan pertumbuhan penjualan sekitar 22,9% pada tahun ini. Pertumbuhan
ini sejalan dengan rencana Unilever yang akan menaikkan harga jual HPC berkisar
8-12%.
"Target kami harga saham bisa mencapai Rp17.100 berdasarkan PE dan P/BV
masing-masing 4,4 kali dan 21,20 kali," pungkasnya.
Author: Susan Silaban
www.imq21.com
IMQ - LKBN ANTARA
Wisma Antara 7th floor
Jl. Merdeka Selatan No. 17, Jakarta - 10110
Indonesia
http://www.imq21.com
======================================================================
This email and any files transmitted with it are confidential and
intended solely for the use of the individual or entity to whom they
are addressed. If you have received this email in error please notify
the system manager. Please note that any views or opinions presented
in this email are solely those of the author and do not necessarily
represent those of the company. Finally, the recipient should check
this email and any attachments for the presence of viruses. The
company accepts no liability for any damage caused by any virus
transmitted by this email.
<<icon_textt.gif>>
<<icon_text_plus.gif>>
<<icon_text_minus.gif>>
<<shares_print.gif>>
<<shares_email.gif>>
<<shares_facebook.gif>>
<<shares_twitter.gif>>
<<shares_digg.gif>>
<<shares_ybuzz.gif>>
<<img?image=thumb_275x175_uvrlogo.jpg>>
