Sudah laku pak FREN-nya? Laku di berapa? Jadi dituker dengan motor 2nd? :)

Kalau belum laku, sini saya tuker dengan sepeda 2nd :)


Sent from my BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 13:10:19 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

KKGI apa termasuk gorengan gak pak? Maaf sy ogah beli gorengan pak, kapok pak 
gara2 beli FREN :)

Salam,
Taufik A.W


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "PH" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 12:40:13 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Pak Taufik bukan promosi. Sudah lirik KKGI belum? 

Silakan bandingkan sendiri yah. Cuman suruh masukin watch aja :) bukan ajakan. 

Kebetulan saham bagus nih.. Tapi bagusnya anda research sendiri yah lebih dalam 
:) agar ga cuman denger kata2 orang lain. 






-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 09:30:16 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Manteb pak penjelasannya.....
Boleh gak pak ulasannya ttg ANTM,KRAS, BORN, BJBR,CMNP,TLKM mana yg cocok utk 
dihold dan mana yg pantes utk dibuang saja....thx


Salam,

Taufik A.W


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: On No <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 16:43:37 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Gila Pa Lukman sampai dibuatkan statistik segala, hahaha

saya hidup cuma dari mengelola data Pa, ngak ada gaji alias investor murni di 
BEI, makanya sewaktu ditanya apa pekerjaan saya, saya jawab investor pasar 
modal atau lajimnya disebut pedagang saham, tapi ngak ada pilihan, hehehe

Ilustrasi sederhana saja, sewaktu modal kecil maka perlu prosentasi besar, 
namun ketika value besar prosentasi kecil nilai nya sudah lumayan besar. 
Makanya harus juga tahu dimana posisi kita, kalau ukuran sudah bus 
transjakarta, jangan masuk gang sempit tapi harus pakai bajaj. 

Contoh : 
Punya modal 10 juta untung setahun 50%, maka nilainya cuma 5 juta,
Modal 100 juta untung 30% setahun maka bertambah 30 juta,

namun kalau modal sudah terakumulasi jadi 1 milyar, untung 20% saja sudah 
menjadi 1,2 milyar atau bertambah 200 juta.

Nah kan ngak mungkin semua dilahirkan penuh harta warisan, solusinya test 
casse, seberapa sadar bahwa industri keuangan ini adalah roh kita ? Test bakat, 
sekarang ini banyak lembaga test bakat, disana bisa dilihat talenta dari kita, 
kalau memang bukan bidangnya percuma, jangan dipaksakan. Di pasar modal tidak 
mudah, paling sulit mengendalikan diri, banyak yang sudah mengakui dan 
menyadarinya. Saya sendiri juga sering diganggu oleh nafsu "birahi" untung 
sesaat, padahal ada keuntungan jangka panjang yang sangat besar disediakan buat 
saya.

Saham dan semua bisnis pasti bisa menghidupi semua orang, tinggal jodoh dan 
ridoh serta upaya orang tersebut saja. Saya bukanlah orang sukses di pasar 
modal, tapi posisi saya saat ini sepertinya jauh lebih baik ketimbang orang 
yang dulu pernah memiliki portofolio yang jauh sangat besar diatas saya sebab 
saya belumlah menjadi Warren Buffet, guru dan investor terbaik sepanjang masa. 

--- Pada Kam, 2/6/11, Lukman jkt <[email protected]> menulis:

Dari: Lukman jkt <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 2 Juni, 2011, 1:00 PM















 
 



  


    
      
      
      Dalam diskusi ini , 
No 1.  Saya lebih menitik berat kan kepada kecukupan modal yg dapat di siapkan 
.  sudah tentu ini bukan hal yg mudah di selesaikan ( padat modal)
No 2.  Persiapan yg harus di lakukan , sebelum terjun ke market / percobaan 
pengenalan market , dan disamping untuk mengetahui bakat kah pelaku nya ? .

No 3.  Teknik dalam trading di saham .  menurut ku , harus di sesuaikan dengan 
karakter pelaku nya . 

Untuk No1. 
Disini saya asumsi kan kebutuhan sebulan nya  hanya sejuta rp .  ( tinggal di 
hitung saja kelipatan nya .) 

dengan gambar di bawah ini : 
Tapi  kesalahan dalam perhitungan di modal nya .  marilah kita bersama 
memecahkan masalah ini : 




Ternyata di tahun ke empat , ke lima  (dan selanjutnya)   Biaya hidup lebih 
besar dari asumsi keuntungan nya . 
Berarti perenacanaan ini , nga bagus .   mohon bantuan nya . seharus nya 
berapa  ? 

Maklum sekolah ku hanya pas pas an. 



Untuk No2. 





adapun untuk No3 .   sebaik nya di selesaikan  kemudian .  akan menjadi sia 
sia, apabila modal yg di butuhkan nga mencukupi. 



Saya pun sangat menyadari . bahwa saya nga sanggup memcahkan masalah ini . maka 
saya ajak diskusi di milis ini.

silahkan sampai kan . agrumentasi apasaja . yg  belum di persiapkan . 


Besar harapan diskusi bisa berlangsung  dengan salinng mengisi   untuk menambah 
wawasan kita bersama .




Salam .


Lukman 



NB: apabila ada yg kurang jelas , silahkan di tanyakan saja .










2011/6/2 Agus Surya <[email protected]>








        


























Saya malah berencana kelak akan pensiun dan melakukan trading for living.. :)

Kalo saat ini msh dikombinasi sama gaji krn trading saham masih belajar. 



SalamFrom:  "heru" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 1 Jun 2011 23:30:26 +0000To: Saham<[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

 



    
      
      
      












Ini bukan kondisi ane sekarang om lie cin, lagi nyiapin itung2an buat pensiun 
hehehe

Mungkin yg dipikirkan mirip sama om lukman kalau cuma bergantung di saham bisa 
langgeng ngga?

Sejauh ini, strategy ane kira2 begitu, bila ngga memungkinkan trading, hanya 
invest, buang 1-2 lot tiap bulan buat tutup biaya hidup saat2 pasar lagi bearish

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom:  lie cin <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 1 Jun 2011 23:52:15 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

 



    
      
      
      mengiurkan jg pak..30% dri 600jt=180jt,apa yg bpk sampaikan, apakah 
keadaan bpk??klo jual 1 ato2 lot seh gk trasa th..apa bnar bri bsa memberikan 
gain 30% per thn??jujur saja ini sangat menarik perhatian saya..




On Wed Jun 1st, 2011 11:20 AM EDT heru wrote:



>Gimana kalau pakai perumpamaan :

>- modal 600jt

>- dibeli'in semuanya saham BBRI

>- umpama kenaikan harga saham rata2 per/tahun 30%

>- tiap bulan jual barang 1/2 lot buat kebutuhan hidup

>

>Kira2 berpa lama kita bisa bertahan? Hehehehe

>

>

>Sent from my BlackBerry®

>powered by Sinyal Kuat INDOSAT

>

>-----Original Message-----

>From: lie cin <[email protected]>

>Sender: [email protected]

>Date: Wed, 1 Jun 2011 23:10:28 

>To: <[email protected]>

>Reply-To: [email protected]

>Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

>

>masukan yg cukup bgus..slama ini cuan 7-10% tetap konsisten y pak??saluttt..

>

>On Wed Jun 1st, 2011 10:55 AM EDT [email protected] wrote:

>

>>Kalo kondisi market spt ini Target 7-10%/bln masih bisa,saya focus cm  saham 
>>komoditi + banking aja,ikutin aja berita + teknikal analis 

>>Powered by Telkomsel BlackBerry®

>>

>>-----Original Message-----

>>From: lie cin <[email protected]>

>>Sender: [email protected]

>>Date: Wed, 1 Jun 2011 22:42:37 

>>To: <[email protected]>

>>Reply-To: [email protected]

>>Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

>>

>>modal gede klo gk bisa cuan,y sama aja..btw klo 200jt target cuan ny brapa 
>>1bln pak??

>>

>>On Wed Jun 1st, 2011 10:38 AM EDT [email protected] wrote:

>>

>>>Kl modal 10juta main saham nggak bisa lah buat biaya hidup,menurut saya min 
>>>200juta baru bisa 

>>>Powered by Telkomsel BlackBerry®

>>>

>>>-----Original Message-----

>>>From: [email protected]

>>>Sender: [email protected]

>>>Date: Wed, 1 Jun 2011 14:31:50 

>>>To: <[email protected]>

>>>Reply-To: [email protected]

>>>Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

>>>

>>>T

>>>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>>>Teruuusss...!

>>>

>>>-----Original Message-----

>>>From: [email protected]

>>>Sender: [email protected]

>>>Date: Wed, 1 Jun 2011 14:12:39 

>>>To: <[email protected]>

>>>Reply-To: [email protected]

>>>Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

>>>

>>>Bisakah pak dng misalnya modal 10jt buat hidup dari saham??

>>>Sent from my BlackBerry®

>>>powered by Sinyal Kuat INDOSAT

>>>

>>>-----Original Message-----

>>>From: Dragon Number One <[email protected]>

>>>Sender: [email protected]

>>>Date: Wed, 1 Jun 2011 07:09:23 

>>>To: <[email protected]>

>>>Reply-To: [email protected]

>>>Subject: Re: Bls: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

>>>

>>>Intinya tetep harus ada modal banyak, yang jadi pertanyaan adalah dengan

>>>modal minim apakah bisa survive tanpa kerja dgn main saham :)

>>>

>>>salam cuan

>>>herbert. s

>>>www.secondliner.wordpress.com

>>>

>>>www.nexusers.wordpress.com

>>> On 2011 6 1 21:04, "budi santosa" <[email protected]> wrote:

>>>>

>>>>

>>>> Bisa dan sangat bisa, coba saja kalau punya UNVR 2000 lot, tinggal tunggu

>>>> dividennya aja tiap tahun , pasti bisa hidup atau mlbi,dlta dll. Nah cuma

>>>beli

>>>> 2000 lot nya itu yg jadi masalah. He he he he.........

>>>>

>>>>

>>>>

>>>>________________________________

>>>> Dari: Lukman jkt <[email protected]>

>>>> Kepada: [email protected]

>>>> Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 04:36:28

>>>> Judul: [saham] Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

>>>>

>>>>

>>>> Mungkin kah ?

>>>>

>>>> Bila saham di jadikan sebagai sumber utama dari penghasilan . untuk

>>>penghidupan

>>>> .

>>>>

>>>>

>>>>

>>>>

>>>>

>>>>

>>>> --

>>>> Lukman

>>>>

>>>>

>>>>

>>>

>>

>>

>

>





    
     

    










    
     

    










    
    
















-- 
Lukman





    
     

    
    


 



  









Kirim email ke