Muanteb penjelasannya....



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: stock gainer <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 14 Jun 2011 19:18:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Belajar Dari Kejadian 2008 (Chart IHSG 2008)

On 6/14/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote:
> Berikut ini saya kirimkan grafik kejadian tahun 2008 supaya bisa di refresh
> lagi ingatannya.
> Bisa dilihat ketika suasana bearish yang muncul, bisa makan waktu sampai 7
> bulan sebelum sampai ke bottom nya.
> Penurunan yang terjadi awalnya gradual, lalu di bulan ke 6 dan ke 7 terjadi
> percepatan penurunan sehingga menimbulkan kepanikan. Jadi, bukan dalam
> hitungan hari atau minggu, tapi bulanan sifatnya. Saya kirim setelah market
> tutup, agar tidak dicurigai lagi mau mempengaruhi pergerakan pasar. Semoga
> sharing ini bisa jadi pembelajaran bersama agar tetap hati2 dan berhitung
> soal probabilita dan resiko yang mungkin terkandung dalam gerakan2 IHSG
> mendatang. Keputusan investasi tetap berada ditangan anda masing2. Jangan
> mudah terpengaruh, termasuk oleh tulisan/komentar saya sekalipun. Kenalilah
> diri anda sendiri, berinvestasilah sesuai dengan toleransi resiko yang anda
> miliki agar anda bisa tidur dengan nyenyak :)
>
> Dari periode Pebruari - Oktober 2008, bisa dilihat bila melakukan investasi,
> akan tergerus hebat nilai investasinya.
> Itu sebabnya saya me redeem reksadana yang saya miliki demi menjaga agar
> nilai aset di reksadana tidak menurun terus dari bulan ke bulan. Reksadana
> adalah salah satu alat investasi saya yang sifatnya bukan untuk
> diperjualbelikan dalam waktu singkat tapi sifatnya untuk disimpan tahunan.
> Baru dijual ketika situasi sudah tidak kondusif lagi untuk jangka menengah
> panjang.
>
> Sementara kalau kita lihat di grafik Pebruari - Oktober 2008, trading alias
> beli jual saham untuk waktu singkat tetap bisa dilakukan. Karena, dalam
> market yang bearish, harga akan bisa naik dan turun dalam periode tertentu
> sehingga harga saham juga ada yang naik dan turun dalam periode tertentu.
>
> Semoga bermanfaat bagi mereka yang mau membuka diri untuk pembelajaran.
> Bagi yang tertutup akan pembelajaran, email ini biasanya akan disebut
> sebagai email konspirasi ataupun tuduhan2 negatif lainnya. Saya hanya bisa
> mengurut dada saja memperhatikan kelakuan dan pikiran negatif seperti itu.
> :)
>
> Tahun 2008 saya bullish akibat terpengaruh ucapan analis perminyakan yang
> membuat prediksi minyak akan ke 200. Akibatnya saya jadi lengah dan tidak
> perhatikan sinyal grafik yang mengatakan market sudah bergerak bearish.
> Sikap bullish saya itu tidak menyelamatkan pergerakan IHSG, karena IHSG
> tetap bergerak bearish walaupun saya bersuara bullish. Tidak ada manfaatnya
> bersikap nasionalisme dalam dunia trading, karena hanya membuat kita
> kehilangan fokus pada grafik karena mata kita jadi kotor dan tidak jernih
> lagi melihat grafik. Indikator apapun yang digunakan akan selalu dilihat
> sebagai pertanda buy.
>
> Jadi, hilangkan pikiran2 yang menduga2 bahwa IHSG bergerak turun karena
> komentar bearish saya. Hal ini karena IHSG akan bergerak naik atau turun
> tidak bergantung komentar saya bullish atau bearish, tidak tergantung
> komentar anda bullish atau bearish, tidak tergantung komentar di milis saham
> ini bullish atau bearish. Tahun 2008 sudah membuktikan hal tersebut bahwa
> IHSG pergerakannya tidak terpengaruh oleh komentar2 di milis saham.
>
> Bursa saham Indonesia (bukan saham2 second liner maupun gorengan ya) terlalu
> besar untuk bisa dipengaruhi oleh komentar2 di milis saham ataupun komentar2
> saya di berbagai media.
> IHSG turun karena memang mau turun, bukan karena komentar saya.
> IHSG naik bukan karena anda berkomentar bullish, tapi karena IHSG memang mau
> naik.
>
> Karenanya, hilangkanlah pemikiran2 bahwa anda atau saya bisa menggerakkan
> IHSG. Hal ini karena kekuatan pergerakan IHSG diluar kekuatan anda maupun
> kekuatan saya. Yang bisa kita lakukan hanyalah memprediksi perkiraan
> pergerakannya saja. Terkadang prediksi kita benar, terkadang prediksi kita
> salah. Itu sangat manusiawi dan sangat lazim terjadi di dunia
> analisa/prediksi. Itu sebabnya, kalau prediksi saya sesuai dengan pergerakan
> pasar, saya mengatakannya hanyalah sebagai suatu kebetulan saja, tidak lebih
> dan tidak kurang. Karena saya yakin, dikesempatan lain bisa saja prediksi
> saya meleset.
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>

Kirim email ke