Setuju bang.. Setelah hampir 6bln di milis ini, rasanya capek nanggapi yang gak perlu. Debat gak akan ada habisnya, apalagi menyinggung pribadi org lain. Dibalik saja kalo kita disinggung bgmn perasaannya?
Justru krn tak tau rupa dan org nya, toleransi harus diciptakan. Kembali fokus saja sama saham msg2 dan dengarkan info2 bermanfaat. Bukan kah itu tujuan kita saat pertama kali join di milis ini? :) Salam -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 24 Jun 2011 08:10:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Fokus Sajalah Di Saham Fokus sajalah di saham, jangan terlalu habiskan energi membahas hal2 yg ngga bikin cuan di saham :) Lebih baik kita manfaatin milis ini untuk sharing informasi ataupun analisa, supaya kita bisa dapat cuan di saham. Saya ingat dengan pesan orang2 tua dulu, kalau api disiram sama bensin, dia akan menyala lebih besar. Sikap emosional yang kelepasan adalah hal2 yg wajar karena yang namanya khilaf adalah hal yang masih manusiawi. Tapi kalau khilafnya berulang2, atau kirim postingannya marah2 mulu, bisa2 statusnya dimoderasi :) Ingatlah, di dunia maya, berapapun usia kita, maka akan selalu dianggap sama karena memang di email tidak dapat dilihat raut muka serta banyaknya keriput di wajah ataupun uban di rambut. Karenanya jangan mudah tersinggung, dan juga jangan mudah melontarkan kata2 negatif. Selalu berusahalah memberikan respek kepada pemosting walau kadang2 ada pemosting yg bikin sebel kita. Debatlah isi posting, dan bukan pribadi pemosting. Kekesalan bisa dilampiaskan lewat jalur pribadi, atau lewat suara, tapi tidak lewat email ke milis saham. Hal ini karena milis saham beranggota lebih dari 10800 anggota. Ingatlah lebih dari 10 ribu anggota tersebut sangat tidak ingin direcoki dan ketiban sial mendapatkan lampiasan kekesalan kita. :) So, sekarang sudah hari Jumat, hepi2 sajalah karena dua hari ke depan kita liburan dengan keluarga menikmati cuan yang sudah kita dapat di bursa :) Happy trading ya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
