Kami rasa Pemerintah tidak ingin kecolongan momentum untuk kedua kalinya pada tahun ini. Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, telah mengingatkan hal ini pada awal Juni ( http://finance.detik.com/read/2011/06/01/170722/1652059/1034/bi-pemerintah-telat-naikkan-harga-bbm). Anny Ratnawaty, Wakil Menkeu juga sudah mewanti-wanti tentang hal ini ( http://www.reuters.com/article/2011/06/28/indonesia-economy-fuel-idUSJKB00457920110628 ).
Kita tunggu pernyataan yang mungkin keluar dari Lapangan Banteng dalam minggu-minggu depan mengingat administrasi sekaliber Departemen Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri teknokrat yang memahami pasar dengan baik, diyakini pasti mencermati situasi dan sentimen pasar dengan baik. Tinggal bagi pelaku pasar saham untuk mengkalkulasi sendiri dampak terhadap portofolio-nya, sub-sector wise. Sudahkah Anda mem-price in? Men-diskonto watch list dan porto Anda, those which are the most and worst impacted? '+'
