More or less like we posted much earlier the day.

'+'

http://bisnis.vivanews.com/news/read/230390-ekonom--segera-naikkan-harga-bbm-subsidi


*VIVAnews* - Pemerintah diminta menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)
bersubsidi secepatnya atau tidak sama sekali. Sebab, indeks kepercayaan
konsumen kepada pemerintah semakin membaik.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa,
mengungkapkan, saat ini kepercayaan konsumen semakin membaik dibandingkan
bulan-bulan sebelumnya.

"Hal ini terlihat dari indeks kepercayaan konsumen yang meningkat terus
sejak Maret hingga Juni. Artinya, mereka lebih percaya terhadap keadaan
ekonomi," kata Purbaya di Jakarta, Jumat 1 Juli 2011.

Menurut survei, Purbaya menjelaskan, selama Februari indeks kepercayaan
konsumen mencapai titik terendah sepanjang sejarah karena harga pangan naik.
Kondisi itu membuat masyarakat kesal terhadap pemerintah. Namun, sekarang
ini tingkat kepercayaan tersebut sudah semakin membaik.

"Jadi, sudah cukup untuk menyerap harga BBM, tanpa ribut-ribut harus turun
ke jalan," tutur Purbaya.

Meski tidak menyarankan secara pasti kenaikan BBM di tingkat harga tertentu,
menurut Purbaya, jika kenaikan harga hingga mencapai 50 persen, pemerintah
harus memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Namun, jika kenaikan harga
BBM di bawah 50 persen, masih bisa dilakukan tanpa harus memberikan BLT,"
kata dia.

Sementara itu, mengenai kapan sebaiknya pemerintah menaikkan harga BBM, dia
menjelaskan, sebaiknya dilakukan secepatnya. Sebab, jika tidak dilakukan
akan semakin sedikit waktu untuk menghemat hingga akhir tahun. "Kalau mau
berniat secepatnya. Kalau tidak, ya sudah tidak apa-apa juga," kata Purbaya.

On Fri, Jul 1, 2011 at 1:42 PM, positif01 <[email protected]> wrote:

> This the second golden chance offer by market this year to Indonesia
> Administration to lift/limit subsidy to keep the state budget healthier, and
> stay ahead of inflation curve afterwards. Pain may be caused but a
> considerate action plan in the middle of positive sentiment of market local,
> regional and global is expected to buffer the worst expected, when the
> chance will have just gone astray, and everything will be too late.
> Indonesia Central Bank Governor, Darmin Nasution, had also reminded the
> importance of administration to move swiftly on this fuel subsidy cut (
> http://finance.detik.com/read/2011/06/01/170722/1652059/1034/bi-pemerintah-telat-naikkan-harga-bbm).
>
>
> This is the time. Bravery is needed for politician just like their
> counterpart in Greece. Stop being politician a while and try to see from
> another perspective for better and quicker growing Indonesia.
>
>
> http://www.reuters.com/article/2011/06/28/indonesia-economy-fuel-idUSJKB00457920110628
>
> '+'
>

Kirim email ke