*Tuntut Kepastian Kebijakan* *Apindo Desak Pemerintah Naikkan Harga BBM* '+' ** *INILAH.COM <http://inilah.com/>, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak pemerintah untuk segera menenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
*Pasalnya, ketidakpastian untuk pembatasan BBM bersubsidi menyebabkan anggaran pengusaha defisit. "Mau naik Rp500 atau Rp1.000 tidak masalah kita bisa terima, tapi kalau pengaturan juga engga dilakukan dan kenaikan juga engga dilakukan, terus kebijakan apalagi. Intinya sebagai pengusaha kita mendukung kenaikan itu," ungkap Ketua Apindo, Sofyan Wanandi di Jakarta, Kamis (30/6). Menurutnya, pemerintah harus secepatnya menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab, jika tidak dilakukan terjadinya pasar gelap BBM. Kondisi ini tidak bisa dihindarkan, baik itu pengoplosan maupun penimbunan. Dengan adanya kenaikan tersebut, maka anggaran tersebut bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur. "Kecuali pengusaha transportasi kita membayar BBM dengan harga internasional," tukas dia. Sementara Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita H Legowo mengatakan, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) disebabkan terjadinya praktik kecurangan seperti penimbunan dan pembelian dengan jerigen. "Dari distribusi sebetulnya tidak terlambat dan sesuai dengan kuota, akan tetapi karena faktor kecurangan dilapanganlah yang membuat seakan BBM itu langka," ungkap Evita.
