Bank Dunia: Indonesia Harus Berani Kurangi Subsidi BBM
 
'+'
 
http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2011/06/15/brk,20110615-340885,id.html
 
*TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Perwakilan ekonom Bank Dunia di Indonesia 
mengatakan untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih global, Indonesia 
harus berani mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak. "Subsidi tersebut bisa 
dialihkan untuk menunjang sektor pendidikan atau infrastruktur," kata Ashley 
Taylor di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.

Namun, Taylor menekankan pemerintah perlu memberikan jaringan pengaman 
kepada masyarakat miskin yang sudah terlalu lama diberi subsidi. Selain itu, 
yang paling penting bagi Indonesia adalah mereformasi anggaran keuangan 
negara. Sebab, menurut Taylor, biaya untuk sektor infrastruktur, kesehatan, 
dan pendidikan pun akan terus beranjak naik. "Penting untuk mereformasi 
sistem keuangannya," katanya.

Sementara itu Chief Ekonomi Bank Danamon Anton Gunawan menilai sistem 
subsidi BBM yang diterapkan pemerintah tidak ada arah yang jelas. 
"Subsidinya bias," kata Anton.

Jika melihat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan, 
seharusnya pemerintah lebih mengedepankan transportasi laut. Sementara, 
subsidi BBM lebih banyak dialokasikan ke transportasi jenis darat. Ini 
menunjukkan sistem subsidi tidak memperhatikan konektivitas dalam negara.

"Misalokasi ini lambat laun jika terus terjadi, akan berpengaruh juga kepada 
inflasi," kata Anton. Lebih lanjut, Anton mengatakan subsidi saat ini akan 
membawa defisit ke kisaran angka dua persen.

Kirim email ke