Kalau memperhatikan grafik minyak, dimana masih ada gap di 86.61 (17 Peb 2011) dan 88.41 (18 Peb 2011), lalu setelah itu harga minyak naik terus sampai 114.81 (2 Mei 2011). Kemudian oil turun lagi sempat sampai ke 89.59 (27 Juni 2011). Situasi ini membuat saya jadi waspada, apakah oil akan turun lagi dan menutup gap nya tanggal 17-18 Peb 2011 atau tidak. Kalau berdasarkan pengalaman saya, peluang untuk nutup gap 86.61-88.41 sekitar 70%.
Terus terang hal di atas cukup mengganggu saya dan membuat saya tetap waspada menghadapi perkembangan situasi yg terjadi secara global. Masih terus mengamati perkembangan harganya di pasar dunia, dan mengira2 apa yg jadi penyebabnya, dan menduga2 duit dunia saat ini lagi condong ke mana (komoditas, equity, bonds, atau lainnya). jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
