JPFA, CPIN, SIPD.
Good: CPIN, SIPD.
Best: JPFA :) --> terbaik dari sisi grafik (Favorit saya)

Bisa dilihat pada grafik berikut, perbandingan JPFA, CPIN dan SIPD:
http://finance.yahoo.com/echarts?s=JPFA.JK+Interactive#symbol=jpfa.jk;range=3m;compare=sipd.jk+cpin.jk;indicator=volume;charttype=area;crosshair=on;ohlcvalues=0;logscale=off;source=
;

Masih ada kesempatan buat yang belum punya JPFA, mumpung skr masih koreksi
(Buy On Weakness):

**

*TEGAL, KOMPAS.com *— Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di
Kota Tegal, Jawa Tengah, beberapa hari terakhir merangkak naik, dari Rp
23.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.

Menurut beberapa pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kota Tegal, harga daging
ayam dalam satu pekan, baik ayam potong maupun ayam kampung, terus mengalami
kenaikan antara Rp 3.000 dan Rp 5.000 per kilogram.

"Harga ayam potong pekan lalu masih Rp 20.000 per kilogram, kemudian tiga
hari berikutnya menjadi Rp 23.000 per kilogram, lalu dua hari terakhir Rp
28.000 per kilogram," kata Tuti (43), pedagang daging ayam di Pasar Pagi
Kota Tegal, Jumat (22/7/2011).

Adapun harga ayam kampung, kata dia, pekan lalu Rp 35.000 per kilogram,
beberapa hari berikutnya Rp 38.000 per kilogram, dan sekarang menjadi Rp
40.000 per kilogram.

Menurut dia, siklus kenaikan harga daging ayam biasanya terjadi selama satu
minggu pertama bulan puasa. Harga akan kembali turun pada pertengahan puasa,
kemudian sekitar dua hari sebelum Lebaran akan kembali naik hingga H+7.

"Tahun lalu, beberapa hari sebelum puasa, harga daging ayam justru turun
karena permintaan juga sepi. Sekarang, harganya terus naik, padahal sedang
sepi pembeli," katanya.

Ia mengatakan, hingga sekarang permintaan daging ayam belum mengalami
kenaikan. Namun, harga ayam hidup ataupun yang telah siap jual sudah
melambung sehingga pedagang bingung menaikkan harga karena khawatir pembeli
semakin berkurang.

"Sejak harganya terus naik, sehari saya hanya dapat menjual daging ayam
potong dan kampung 35-40 kilogram. Padahal sebelumnya sekitar 50 kilogram,"
katanya.

Keluhan sama juga diungkapkan Iryani (34), pedagang daging ayam di Pasar
Margadana Kota Tegal. Hampir setiap hari ia membawa pulang sisa daging ayam
yang dijualnya lantaran sepi pembeli. "Kondisi sekarang sedang sepi. Harga
daging ayam malah terus naik sehingga pembeli semakin berkurang," katanya.

Ia mengatakan, sekitar dua pekan lalu harga daging ayam belum terlalu mahal.
Dalam sehari ia dapat menjual 40-50 kilogram. Namun setelah hampir setiap
hari mengalami kenaikan harga, ia hanya mampu menghabiskan 30 kilogram
sehari.

"Beberapa minggu lalu harga sudah mulai naik, tetapi ramai pembeli karena
musim orang punya hajat sehingga penjualan daging ayam meningkat. Namun,
sekarang sudah tidak ada orang punya hajat ditambah lagi harga semakin mahal
sehingga penjualan turun dratis," katanya.

Sementara itu, Halimah (30), salah satu pembeli di Pasar Pagi, mengaku lebih
memilih membeli ikan laut atau bahan lauk lainnya karena harga daging ayam
sudah terlalu mahal, padahal belum masuk bulan puasa.
"Sekarang saja harganya sudah selangit. Pasti saat puasa hingga Lebaran lusa
harganya bisa mencapai Rp 30.000 per kilogram, bahkan lebih," katanya.

Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2011/07/22/22125589/harga-daging-ayam-terus-merangkak-naik

Kirim email ke