SALAM CUAN Rahmat menjelaskan, masih derasnya arus asing masuk (capital inflow) ke Tanah Air disebabkan tidak menentunya keadaan ekonomi global. Kondisi tersebut menyebabkan para investor melarikan dananya ke negara yang dianggat memiliki kondisi ekonomi relatif stabil.
"Situasi global tidak memungkinkan investor global berinvestasi di Eropa begitu juga dengan di Amerika. Di Amerika pertumbuhan ekonomi masih lambat dan di Eropa karena krisis utang. Dinegara-negara lain di Eropa juga masih mengalami krisis utang," jelasnya. Pemerintah mengaku telah menyiapkan beberapa langkah antisipatif bila terjadi krisis karena timbulnya sudden reversal. Langkah-langkah tersebut antara lain operasi pasar, penggunaan dana menganggur atau idle cash di instansi pemerintahan. "Idle cash ini tentunya yang berada di bawah kewenangan Kemenkeu, dan besarnya anggaran, tergantung dari kebutuhan," tuturnya. Langkah antisipatif lain adalah pemerintah bekerja sama dengan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengajak perusahaan-perusahaan pemerintah membeli Surat Utang Negara (SUN). Kondisi negara indonesia yang penuh koruptor. banyak koruptor seperti pembunuh berdarah dingin. sumber :http://bisnis.vivanews.com/news/read/236005-asing-terus-buru-surat-berharga-ri SALAM YAN WONG
